KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV 30


__ADS_3

Di perjalan menuju istana di dalam pesawat Arthur terlihat khawatir dan cemas ia terus menelepon seseorang yang berada di istana untuk mengetahui keadaan raja Theodore, shanum tahu saat ini ia sedang khawatir ia meraih jemari Arthur dan menggenggam nya seraya untuk menenangkan Arthur.


Sesampainya di istana Arthur bergegas menuju kediaman raja Theodore di sana tengah berkumpul ibu suri, Arkana, ratu Elisa dan beberapa tim medis dari istana


"Arthur" ucap ibu suri ia sedikit lega Arthur telah kembali


" nek, kenapa jadi seperti ini, bagaimana keadaan ayah"


" ia belum sadarkan diri ia seperti tertidur sepanjang waktu" ucap ibu suri, Arthur bergegas masuk, selang infus terpasang dan beberapa alat yang harus di pasang di seluruh tubuh raja Theodore, Arthur berjalan menghampiri raja Theodore yang tengah tertidur, dalam hati kecilnya ia sangat takut kehilangan raja Theodore


" bagaimana keadaan nya" tanya Arthur pada dokter istana


" yang mulia raja Theodore, mengalami gagal nafas, dan berakibat koma, dalam kondisi tertidur." ucap dokter istana


"apakah keadaan nya kritis"


" masa kritisnya sudah di lewati kini kita semua hanya menunggu keajaiban semoga yang mulia raja segera siuman dari koma"


"haaah, apa penyebab semua ini" tanya Arthur


" kami masih menyelidikinya di laboratorium dengan sampel darah, karena raja Theodore tak memiliki riwayat penyakit yang serius"


" baiklah, aku tunggu hasil laboratorium,kabari secepatnya" ucap Arthur dokter istana pun pamit undur diri dan meninggalkan Arthur


Arthur perlahan meraih jemari raja Theodore


" yah, Arthur ingin ayah segera bangun,maafkan Arthur" ucap Arthur dalam hatinya, shanum yang ikut ke dalam ruangan menepuk lembut bahu Arthur seraya menguatkan.


Arthur masih berada di kamar raja Theodore, shanum keluar lebih dulu, ketika shanum meninggalkan kamar raja Theodore ratu Elisa menghampirinya dengan wajah masam dan penuh kekesalan


" ikut ke ruangan ku" ucap ratu Elisabeth Elisa ibu suri beserta Arkana hanya diam, shanum mengikuti langkah ratu Elisa sesampainya di ruangan ratu Elisa


Tanpa menyuruh shanum untuk duduk ratu Elisa terlihat marah kepada shanum


"siapa yang mengizinkan mu pulang ke desa valas nona shanum?" tanya ratu Elisa penuh penekanan shanum terdiam


" siapa yang menyuruh mu meninggalkan istana?,jawab!!" ucap ratu Elisa seraya dengan suara sedikit meninggi


" maafkan saya yang mulia ratu,maaf" ucap shanum sembari merunduk memohon maaf


" shanum, kamu baru mengadakan konprensi pers belum mereda soal hubunganmu dengan Arthur bisa-bisanya kamu meninggalkan istana,lihat! raja Theodore terbaring kamu pikir beliau sakit karena ula siapa?" ucap ratu Elisa sembari menunjuk ke arah luar tatapannya penuh benci pada shanum


" maafkan saya yang mulia ratu maaf, saya yang meminta pada Arthur untuk pulang ke valas"


" haaeh...shanum tinggal di istana ada aturan tidak sembarangan pergi tanpa pamit, sekalipun kamu bersama pengawalan dan Arthur" ucap ratu Elisa, shanum masih berdiri menunduk tak berani menatap ratu Elisa

__ADS_1


"semenjak kedatangan mu, semuanya menjadi tak terkendali satu persatu keadaan istana mulai terekspos dari dunia luar,media hampir setiap hari ,membuat berita tentang istana,asal usulmu, hubunganmu, apa kamu tahu raja setiap malam tak pernah tidur dengan nyenyak ia terus memikirkan Arthur yang pulang membawa gadis asing yang..haaah..." ratu Elisa tak melanjutkan ucapannya ia terduduk memegangi kepalanya


" maafkan saya yang mulia, bila banyak membuat masalah di istana,sayapun tak menyangka akan seperti ini, bila memang ini menyangkut saya saya akan bicara dengan Arthur untuk pergi keluar dari istana" ucap shanum


"kamu pikir semudah itu, meninggalkan istana dengan keadaan sudah kacau balau, dari mulai kemunculan mu di publik, pembatalan pertunangan Arthur dan putri perdana Mentri dan kemudian raja jatuh sakit seenak nya kamu ingin meninggalkan istana" ucap ratu Elisa


" ada apa ini" ucap Arthur yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan ratu Elisa


"siapa yang mengizinkan mu masuk" ucap ratu Elisa sembari menatap dingin pada Arthur


"siapa yang mengizinkan shanum untuk menemui mu" ucap Arthur dengan tatapan memburu pada ratu elisa


"Arthur, sudah" ucap shanum memegang lengan Arthur ia tak ingin Arthur bertengkar dengan ratu Elisa


Ratu Elisa dan Arthur terdiam, Arthur tetap menatap tajam pada ratu Elisa


" lain kali bila ingin membawa shanum izin dahulu kepadaku" ucap Arthur sembari menarik lengan shanum dan membawanya pergi dari ruangan ratu Elisa


Shanum berjalan perlahan mengikuti langkah Arthur, Arthur menghentikan langkahnya, ia berjalan Berbalik badan


"lain kali bila dia mengajakmu pergi beritahu aku dulu" ucap Arthur


" ya, aku pikir tak masalah, karena ia ratu di istana"


"tapi perkataan ratu Elisa menurutku ada benarnya"


" maksudmu??" tanya Arthur sembari mengernyitkan dahinya


" semua masalah di istana itu karena kehadiranku, seandainya kamu tidak membawaku mungkin semua tak akan terjadi"


" haaaehh, shanum, aku yang membawamu, aku yang memilihmu, akan juga yang bertanggung jawab atas dirimu sepenuhnya"


" iyaa aku tahu, tapi semuanya jadi kacau, aku ingin mundur sudah tidak bisa" ucap shanum sembari tertunduk, Arthur menarik nafasnya dalam dalam ia mendekati shanum dan memeluk nya


" semua bukan kesalahan mu, bukan karena dirimu, ini semua memang harusnya terjadi, berhentilah menyalahkan diri sendiri aku tak suka dengan hal itu" ucap Arthur ia semakin memeluk erat shanum


Tiba tiba Leo menghampiri Arthur dan shanum


" maaf yang mulia" Leo mendekati Arthur seraya berbisik,wajah Arthur seketika menegang


"Laras" panggil Arthur pada Laras


" ya yang mulia"


"bawa shanum ke kediamanku, lalu awasi sekitar dengan ketat,termasuk pelayan yang biasa menyuguhkan segala sesuatu nya di kediaman ku" ucap Arthur

__ADS_1


" ada apa,hah Arthur ada ini kenapa aku harus ke kediamanmu" tanya shanum


"turuti saja dulu perintahku jangan jauh dari Laras okee" ucap Arthur ia pun lalu pergi meninggalkan shanum dan laras


Arthur bergegas ke ruangan tersembunyi di belakang istana ia bergegas masuk di dapati nya seorang pelayan wanita tengah bersimpuh ketakutan


" ampuni saya yang mulia saya tidak tahu apa-apa" ucapnya dengan derai air mata


" siapa namamu" tanya Arthur


"Melinda yang mulia"


" sudah berapa lama kamu di bekerja di istana"


"sa,,saya"


" maaf yang mulia dia masih pegawai baru 3 bulan bekerja yang mulia" ucap merry


"siapa yang memberikan izin pelayan istana yang masih baru membawakan minuman untuk yang mulia raja!!" ucap Arthur sembari berteriak


"jawab,atau kamu tidak akan melihat matahari esok pagi" ucap Arthur dengan tatapan nya yang menakutkan


"ampuni saya yang mulia saya tidak tahu apa apa yang mulia" ia terus menangis, tiba tiba ia terdiam ia mengerang kesakitan dan kejang-kejang bibirnya mengeluarkan cairan berbau menyengat semua panik begitu juga arthur


" jangan ada yang menyentuh nya!!" teriak Arthur, tak lama tubuhnya lemas dan ia terkapar


"dia meninggal yang mulia" ucap Leo sembari memeriksa denyut nadinya


" siiaal...aarghh..pasti ada penyusup dia sudah mulai bergerak menyerang istana diam diam" ucap Arthur dalam hatinya yang penuh dendam


"Merry"


"ya yang mulia"


"urus semuanya,jangan sampai ada yang tau akan kejadian ini" ucap Arthur seraya meninggalkan ruangan tersembunyi


" Leo perintah kan ke semua anak buahmu agar lebih perketat lagi semua orang di dalam istana wajib di curigai"


" termasuk keluarga istana?"


"ya" ucap Arthur


Arthur berjalan cepat menuju kediaman nya dalam hati dan pikiran nya banyak pertanyaan yang tak bisa ia jawab ia mencoba menelaah satu persatu kejadian di istana


"setelah aku,ayah,siapa lagi target berikutnya, aku tidak bisa terus diam, dia pasti lambat laun membidik shanum untuk target selanjutnya" ucap Arthur dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2