
Sementara itu di istana timur shanum masih terdiam sendiri benar benar terisolasi tanpa adanya elektronik televisi bahkan ponsel shanum pun di sita oleh kerjaan
"hhaaaahhh... jenuh banget, lagian lu shanum bodoh banget kenapa langsung keluar begitu sih dari kendaraan ibu suri" gerutu shanum dalam hatinya
"tok..tok..tok.." samar samar shanum mendengar seseorang mengetuk jendela ia segera menghampiri jendela itu
"siapa yaa??.." tanya shanum namun seseorang Tidak menjawab pertanyaan shanum
"Arthur..?" ucap shanum sembari berbisik
"rupanya kamu menunggu Arthur yaa,?" suara seseorang menyahut dari balik jendela
betapa terkejutnya shanum ternyata ia adalah Arkana yang diam diam menemui shanum dengan hati hati shanum membuka jendela yang sudah di pasang teralis untuk keamanan
"pangeran Arkan?" ucap shanum
"pasti sangat membosankan ya di dalam sana , dan aku minta maaf ibuku terlalu keras padamu"
"tidak apa-apa aku, aku menyadari aku hanya orang asing di istana ini";ucap shanum sembari tertunduk
"ini minumlah!" ucap Arkan sembari memberikan satu kaleng minuman dingin untuk shanum
"ta..Pi..." shanum sedikit ragu
" hahah apa harus di cek dulu oleh Laras" goda Arkana pada shanum,dan shanum pun meraih minuman kaleng itu dan meminumnya
"aaaahhh... terima kasih ya aku sedikit lega padahal sebelumnya aku sedih dan pikiranku kacau"
"aku tahu,dan aku tahu semua yang terjadi denganmu hari ini, bila kamu bersedia aku bisa membantumu selayaknya seorang sahabat atau teman karena aku tahu kamu kesepian di istana ini dan Arthur Pun selalu meninggalkan istana"ucap Arkan sembari tersenyum
__ADS_1
" terima kasih pangeran Arkana"
keduanya berbincang cukup lama walaupun disertai rasa takut akan diketahui oleh pengawal istana.
Sementara itu Arthur meninggalkan istana pusat dengan perasan kesal di lorong istana ia bertemu dengan Arkana ,Arthur tak peduli ia melewati Arkan tanpa menyapa
"dia kesepian dan ketakutan,", ucap Arkana , Arthur menghentikan langkahnya
"aku tahu itu"
" seharusnya kamu tak melibatkan ia dalam istana kasihan dia" ucap Arkana
" kau tahu apa tentang semua rencana ini, jangan ikut campur sebaiknya kamu sampaikan pada ibu mu itu agar tak usah mengusikku,jangan sampai kamu pun merasakan dampak dari keserakahan ibumu" ucap Arthur
"serakah? apa selama ini ada harta atau bagian istana atau kekuasaan bahkan kekayaan istana yang di ambil oleh ibuku,ohh mungkin kekuasaan memang sudah beliau ambil, tapi asal kamu tahu, ibu ratu juga sangat memikirkan kamu" ucap Arkan dengan kesal
Sesampainya di istana timur banyak penjaga yang berdiri di pintu masuk istana timur
"maaf yang mulia, anda dilarang masuk" ucap salah satu penjaga
"aku tahu aku hanya ingin bertemu dia walaupun di balik pintu" ucap Arthur para penjaga hanya menunduk dan mempersilahkan
"shanum.." panggil Arthur dengan lembut di balik pintu mendengar suara Arthur shanum berlari menuju pintu
"Arthur...Arthur..." shanum memegang daun pintu berharap pintu akan terbuka
"aku harus ikuti aturan hanya seperti ini aku bisa tahu keadaan mu di dalam sana, kamu baik baik saja?"
" yaa aku baik baik saja"
__ADS_1
"apakah kamu sudah makan malam?"
"iyaa, aku sudah makan malam, dayang sun yang mengantarkan nya"
"apakah masakannya enak, dan kamu menghabiskan nya"
"hahaha pertanyaan macam apa itu" shanum berseloroh Arthur hanya tertawa kecil mendengar shanum yang tertawa
"jangan berpikir macam-macam semua ini akan membaik beberapa hari lagi. kamu harus tetap tenang, dan makan yang banyak"
"yaa, tapi apa kamu akan pergi lagi dari istana menuju perbatasan?"
"tidak aku akan terus membujuk ayahanda untuk membebaskan kamu dari hukuman ini dan kita bisa mulai mencari Shanaz bersama jadi aku mohon kamu untuk terus bersabar"
" iyaa, iya Arthur aku kan bersabar dan menunggu"
keduanya hanya bisa berbicara di balik pintu Arthur akan terus menemui ayahanda untuk membicarakan hukuman shanum.
malam itu Arthur tak bisa memejamkan matanya ia beranjak dari kamar tidur dan menuju ruang kerjanya ruang kerja yg sangat luas dan di penuhi oleh berbagai macam buku Arthur membaca beberapa buku sistem pemerintahan yang kala itu sang kakek menjadi raja di valuta
tanpa terasa arthur tertidur di ruang kerja ia merasakan hangat ia membuka matanya di lihatnya selimut yang tak asing Arthur meraih dan meremas selimut itu dengan lembut,ia tahu betul siapa orang yang telah menyelimutinya itu.
bahkan di meja kerja Arthur ada satu gelas susu coklat hangat dan cookies kesukaan Arthur Arthur hanya tersenyum ia meminum habis coklat hangat itu.
"sekeras apapun,ia masih ingat akan kebiasaan nya ini, dikala aku tertidur di ruang belajar atau di ruang kerja" ucap Arthur ia sembari memakan cookies kesukaan nya
" heummm, rasanya masih tetap sama, seperti rasa buatan ibu" ucap Arthur sembari tersenyum manis.
hai semua maaf yaa author Hiatus cukup lama tapi tenang semua akan kembali seperti biasa tetap ikuti jalan cerita putra mahkota Arthur dan shanum yaa terima kasih 💜💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1