
Hari itu shanum mendengar bahwa raja Theodore telah siuman, setelah melakukan aktivitas belajarnya ia bergegas untuk menemui raja Theodore di kediamannya di istana pusat tiba-tiba saja langkahnya terhenti di hadapannya berdiri sesosok wanita berparas cantik dan bertubuh indah
"lama tak jumpa ya shanum, bagaimana kabarmu"tanya Shakira dengan tatapan dan senyum yang menyeringai pada shanum, shanum tersenyum dengan ramah ketika ia bertemu dengan Shakira
"kabarku baik sangat baik,kabar nona Shakira sendiri bagaimana apakah baik-baik saja"pada Shakira dengan senyumnya yang mengembang
"apakah pantas pertanyaan itu dilontarkan kepada perempuan yang beberapa minggu yang lalu telah dibatalkan pertunangannya oleh seorang gadis yang tak jelas asal-usulnya" ucap shakira dengan tatapan memburu pada shanum
ucapan Shakira membuat Laras melirik waspada ia tak ingin shanum dilukai atau disakiti oleh
"tenang saja dia tak akan aku sakiti, bahwasanya aku menyadari di hadapanku ini calon istri dari putra mahkota siapapun tidak boleh menyentuhnya walau seujung kuku pun, bukannya begitu nona shanum?"ucap Shakira sembari melirik pada Laras.
"maaf nona Shakira ada perlu apa datang kemari" tanya Shanum dengan tegas
"aku ingin menjenguk raja Theodore apakah kamu keberatan, oh.. oh ,aku lupa maaf ya mulia calon putri mahkota saya meminta izin ingin menjenguk yang mulia raja Theodore"ucap Shakira sembari tersenyum ketir merunduk hormat seolah menggoda shanum
"aku tidak punya wewenang untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan nona Syakira untuk menjenguk raja Theodore"ucap shanum dengan tatapan memburu pada Shakira
"ada apa ini"tiba-tiba ratu Elisa datang dan berdiri di hadapan mereka berdua
"selamat siang yang mulia itu ratu"ucap shanum Seraya merunduk
"apakah nona Shanum sudah selesai kegiatan belajar hari ini"tanya ratu Elisa pada shanum
"sudah ya mulai ibu ratu"
" ada keperluan apa kamu datang ke istana pusat, dan juga nona Syakira ada keperluan apa datang ke istana apa ada sesuatu yang penting apa ada sesuatu yang mendesak tentang istana tentang negara tentang apapun itu"ratu Elisa dengan suara tegasnya tanpa senyum dari bibirnya
"kami ingin menjenguk raja Theodore yang mulia ratu"ucap shanum dan Shakira bersamaan
"maaf untuk saat ini raja dilarang untuk bertemu dengan siapapun selain Arthur dan untuk saat ini Arthur yang akan merawat raja Theodore di dalam dengan beberapa pengawalan silahkan nona shanum dan nona Syakira untuk bisa memakluminya dan meninggalkan istana pusat."ucap ratu Elisa iya mengusir atau menyuruh shanum beserta Shakira untuk tidak menemui raja theodor yang sedang beristirahat akhirnya shanum dan Shakira pun pergi berpamitan untuk meninggalkan kediaman raja Theodore siang itu
__ADS_1
Shakira dan shanum berjalan bersama terlihat sosok yang sangat angkuh di hadapan shanum Shakira berjalan lebih dulu ia terus mengibaskan rambutnya dan seolah ia ingin menunjukkan pada shanum bahwa sebenarnya ialah yang lebih cantik dari shanum, Shakira menghentikan langkahnya dia masih terlihat kesal pada shanum ia membalikkan tubuhnya dan menatap penuh kekesalan pada shanum
"apa kalian saling mencintai?"tanya Shakira dengan tatapan memburu, shanum hanya tersenyum. ia ingin tertawa terbahak-bahak namun ia tahu ini di istana tidak boleh sembarangan orang mengeluarkan suara bahkan tertawa terbahak apapun akan dilarang
"bila aku mencintainya ,kamu mau apa? apa yang akan kamu lakukan"
"cih.. aku yakin Arthur tidak sepenuhnya mencintaimu tapi ada sesuatu yang membuat dia harus mencintaimu harus menerimamu dan harus menikahi mu ku yakin itu dan kamu juga! aku yakin kamu tidak mencintai Arthur kamu hanya menempel seperti parasit dan hanya menumpang hidup , seorang rakyat jelata mendapatkan seorang putra mahkota, hanya seorang gadis bodoh yang akan menolak dengan banyaknya harta di istana dengan jabatan Arthur tahta Arthur mustahil ada perempuan yang bisa menolak"ucap Shakira ia seolah menuduh shanum bahwa ia menerima cinta Arthur hanya karena harta semata
shanum menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia pun berjalan mendekat pada Shakira, shanum mendongakkan wajahnya pada Shakira yang sedikit lebih tinggi dari shanum
"heh denger ya gue nggak suka bahasa formal, asal lo tau gua mencintai Arthur bukan karena dia seorang putra mahkota tetapi gua mencintai dia karena memang harus gue cintai Karena lu nggak tahu kekosongan yang dirasain sama Arthur belum tentu lu bisa ngisi kekosongan Arthur, oh ya!! gue perhatiin lu suka cengar-cengir depan Arthur suka ketawa-ketawa di depan Arthur tapi sayangnya Arthur gak pernah ketawa di depan lu, kasihan banget yaa lu"ucap shanum dengan tatapan memburu shanum mengatakan itu pada Shakira, Shakira marah dan terkejut dia tak bisa berkata apapun ia membelalakkan matanya ia tak percaya shanum akan berkata seperti itu padanya
"so terima aja kekalahan lu bahwa lu nggak berhasil jadi istrinya Arthur sebenarnya lo kan yang matre lo kan dan keluarga lo itu yang mengharapkan banget kalau lu jadi putri mahkota sayangnya Arthur nggak sebodoh itu, mau gue lanjut ngomong atau lu mau pergi ninggalin istana sekarang"ucap shanum kembali
"hah kamu lihat saja nanti aku nggak akan pernah diem dan sampai kapanpun aku memang nggak pernah rela Arthur nikah sama cewek yang tidak selevel camkan itu karena aku merasa hanya aku yang pantas jadi istri Arthur bukan kamu!!"ucap Shakira seraya menunjuk dada shanum, shanum hanya tersenyum mendapat perlakuan itu oleh Shakira
"wow serem.. silakan terserah lo mau ngelakuin apa gue nggak takut dan itu menurut lu kan, lu cocok sama dia tapi Arthur nggak pernah cocok sama lu, dan lo harus akuin itu, pintu keluarnya di sebelah sana nona Shakira" ucap shanum seraya menunjukkan pintu keluar pada Shakira
setelah kepergian Shakira shanum menarik nafasnya dalam-dalam ia tak menyangka akan berkata seperti itu pada Shakira tapi memang hanya perkataan itu yang ada di pikirannya saat itu, ia kesal bahwa ada seseorang yang menuduhnya yang tidak tidak
"kak Laras"
"iya nona"
"apa perkataanku tadi sangat melukainya aku mengatakan itu karena aku sakit hati padahal aku mencintai Arthur bukan karena dia memiliki jabatan dan tahta,walaupun seandainya Arthur hanya seorang petani biasa aku akan tetap mencintai Arthur"ucap shanum sembari tertunduk
"wow romantis sekali aku senang mendengarnya"tiba-tiba Arthur berdiri di belakang shanum sembari melipat kedua tangannya terlihat senyum yang mengembang di bibirnya
shanum membalikkan tubuhnya ia terkejut bahwa sedari tadi Arthur berdiri di belakangnya dan bahkan mungkin perkataannya pada Shakira tadi Arthur pun mengetahuinya
"loh Arthur sejak kapan kamu ada di sini jangan-jangan perkataanku pada Shakira tadi kamu mendengar kamu dengar nggak? Engga kan?"tanya shanum dengan wajah sedikit cemas tanpa senyum
__ADS_1
"aku mendengarnya aku bersembunyi tapi di sana aku mendengar semuanya ucapanmu aku mendengar semua pernyataanmu pada Laras"ucap Arthur seraya membelai lembut lembut pipi shanum, wajahnya memerah dan shanum pun tertunduk malu
"maaf aku terlalu kasar sama dia karena aku tidak suka dituduh aku mencintai kamu karena harta padahal tidak sama sekali"
"jangan dipikirkan oh ya ada apa kamu datang ke istana pusat"
"aku ingin bertemu raja Theodore tapi tadi ratu Elisa melarang aku dan Shakira untuk menjenguk tetapi ratu Elisa melarang ya sudah aku pulang, ratu Elisa tadi bilang bahwa raja Theodore hari ini sedang dirawat olehmu" ucap seraya tersenyum dan membetulkan kancing baju Arthur yang terlepas
"bagaimana keadaan raja saat ini"
"keadaan raja baik beliau tadi banyak bercerita tentang segala hal jujur hari ini adalah momen terbaik untukku dan ayah untuk saling berbicara bertukar pikiran dan terus terang saja aku sangat merindukan hal-hal ini sedari dulu"ucap Arthur yang menggenggam jemari shanum dan menggandengnya dengan lembut, mereka berjalan meninggalkan istana pusat menuju istana Timur
"mungkin ke depannya kamu harus lebih banyak berbicara lagi pada ayahmu bertukar pikiran bercerita tentang masa lalu dan masa depan itu mungkin akan lebih menyenangkan untuknya"ucap shanum
"aku bisa berkata banyak ketika di dalam istana itu di dalam kamar itu tidak ada ratu Elisa"
"ya itu kan bisa diatur mungkin kamu harus minta baik-baik kepada ratu Elisa untuk meninggalkan kamar atau meninggalkan kalian berdua ketika sedang berbicara semua itu bisa dibicarakan baik-baik Arthur"ucap shanum seraya memukul bahu Arthur
"aaah,...berani sekali kamu memukulku! Hemm.. sepertinya undang-undang atau hukuman terdahulu harus aku diberlakukan kembali"ucap Arthur saya menatap shanum dengan tetapan memburu
"bercanda bercanda ya maaf maaf maaf maaf"ucap shanum seraya mengelus lembut bahu Arthur
Arthur tertawa tatkala melihat wajah shanum yang sedikit ketakutan
"heumm, emangnya hukuman apa dahulu ketika ada seseorang yang menyentuhmu, di penjara atau diasingkan?"
"dipotong tangannya"ucap Arthur tanpa ekspresi, seketika wajah shanum memucat ia tak berkata apapun hanya menunduk dan melihat kedua tangannya, Arthur menahan tawa nya dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak melihat wajah shanum yang mulai panik
"dua-duanya kiri kanan" shanum menyodorkan kedua tangannya pada Arthur, Arthur mengangguk mengiyakan, shanum kembali memanyunkan bibirnya dan tertunduk lalu dengan lembut Arthur meraih kedua tangan shanum dan ia mencium kedua telapak tangan shanum, shanum terdiam tatkala ia melihat Arthur mencium kedua telapak tangannya
"aku tak akan pernah menyakitimu dan tak akan pernah membuatmu cacat, itu semuanya candaan hukuman itu sudah lama dihilangkan di istana berpuluh-puluh tahun yang lalu sebelum aku lahir mungkin"seraya tersenyum dan menggenggam kedua tangan shanum
__ADS_1
siang itu Arthur mengantarkan shanum ke kediamannya dan setelah mengantarkan shanum atur pun kembali menemani raja Theodore di kediamannya, beberapa titik di kediaman istana dipasang beberapa pengawal istana yang sangat ketat di antaranya di istana Timur di kediaman shanum di istana barat kediaman Arthur di istana Selatan kediaman ibu suri dan istana pusat kediaman raja Theodore semuanya atau lakukan untuk menjaga keluarga istana agar tetap aman.