KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV 28


__ADS_3

sesampainya di desa valas semua petinggi di valas memberi hormat atas kedatangan Arthur ke valas, dari pusat pemerintahan valas kekediaman shanum masih harus di tempuh dengan kendaraan kurang lebih 1 jam. terlihat raut Kebahagiaan di wajah shanum ia tersenyum


" waah, banyak berubahnya" ucap shanum Arthur hanya melirik,lalu ia membelai lembut kepala shanum, atas permintaan Arthur malam itu Arthur bergegas menuju kediaman shanum tanpa pengawalan sekitar. cukup hanya Leo dan Laras saja yang berjaga.


sesampainya di kediaman shanum ia sangat antusias ia segera membuka pintu rumah


"Alhamdulillah... waaahh. kangen banget" ucapnya ia menyentuh semua benda yang ada di kediaman shanum


"selamat datang di rumahku..." ucap shanum dengan tawa riangnya


Arthur pun tersenyum melihat shanum yang terlihat gembira .Laras melihat ke sekeliling bersama Leo ia mencoba memeriksa keadaan malam itu


"dayang sun tidur di kamar nomer satu yaa sama ka Laras, Arthur dikamar itu yaa" ucap shanum menunjuk kamar yang dahulu ia tempati


" ahh nona saya akan bersihkan semuanya dulu yaa, setelah itu menyiapkan makan malam" ucap dayang sun


" oke terima kasih dayang sun Oia kamarku biar aku saja yang bersihkan"


Arthur terus menerus memandangi wajah shanum yang sumringah beda ketika ia berada di istana senyum riang itu tak pernah ia lihat.shanum masuk ke kamarnya dan mulai membersihkan kamarnya sendiri. lalu tiba-tiba Arthur mendekap shanum


"kamu bahagia?,sedari tadi aku perhatikan kamu bicara terus apa sebahagia itu" ucap Arthur sembari mendekap shanum


"heumm iyaa, aku bahagia bisa kembali ke sini walupun aku tak akan lama di sini setidaknya aku menjenguk kediamanku,dan dalam keadaan baik baik saja" ucap shanum


"maaf, atas kesalahan ku hari ini" ucap Arthur seraya mencium lembut kepala shanum yang ada dalam dekapannya


"heumm, iyaa aku maafkan" shanum membalikan tubuhnya dan memeluk Arthur


"apakah Shanaz akan kembali ke sini, atau mungkin selamanya di dan aku tak akan kembali ke sini" ucap shanum lirih


"suatu saat kamu dan Shanaz akan kembali ke sini aku janji walaupun rumah ingin mungkin akan aku renovasi"


"looh, jangan, perbaiki boleh tapi jangan di renovasi"


"kenapa?"


"banyak kenangan indah di sini, kenangan yang sangat berharga" kenang shanum, Arthur semakin erat memeluk shanum


"ohh maaf yang mulia dan nona shanum," tiba tiba Laras menghampiri shanum dan Arthur


" ada apa Laras?" tanya Arthur pad Laras


"maaf yang mulia dan nona shanum apakah di pekarangan belakang di rawat oleh seseorang, karena tanaman strawberry masih tumbuh subur" ucap Laras, shanum mengernyit heran


"seharusnya udah kering dan mati ayoo kita lihat" ucap shanum ia bergegas ke halaman belakang ternyata benar masih segar dan subur


"siapa yang rawat, apakah Dika tapi dia sedang di luar kota saat ini" ucap shanum


"kita akan tahu besok, ayoo masuk dayang sun sepertinya sudah menyiapkan makan malam ajak Arthur


" ohh iyaa" shanum, masih terus memikirkannya siapa kah orang yang telah menggarap kebun strawberry miliknya itu.


setelah selesai makan malam shanum dan yang lainnya masuk ke dalam kamar hanya Leo yang tidur kursi ruang tamu ia tetap bersiaga dalam keadaan apapun.


dini harinya shanum di saat semua sedang terlelap shanum berjalan perlahan menuju dapur,keadaan penerangan masih dalam kondisi padam


braaak...


shanum menjatuhkan sesuatu, dengan gerak cepat dan siaga Leo bangun dan bersiap menodongkan senjata api nya

__ADS_1


" aahh leeo.. Iinii akuu.." ucap shanum ketakutan


" haaaehh nona shanum kenapa harus mengendap-endap seperti itu " ucap Leo sembari menarik nafasnya dalam dalam ia hampir saja salah sasaran


"heehee,sebentar lagi pagi, aku rindu suasana pagi hari di belakang rumah"


" hmmm, yaa saya faham nona rindu tapi setidaknya nyalakan dulu lampunya"


" ctaaak" Leo menyalakan lampu Arthur sudah berdiri didepan pintu kamar sembari melipat kedua tangannya


" yang mulia" ucap Leo sembari menundukan kepalanya,shanum hanya tersenyum,Arthur hanya menggeleng sambil tersenyum


" maaf, aku ganggu yaa"


" aku tidak tidur" ucap Arthur sembari berjalan menghampiri shanum ia meraih jaket yang tergantung


"mau kemana pagi buta seperti ini" tanya Arthur


" heeehee ke kebun belakang lihat banyaknya embun dan udara pagi" manja shanum


" apa harus sepagi ini, masih pukul 04.00"


Shanum memanyunkan bibirnya ia sungguh tak bisa menahan rindunya untuk menikmati embun pagi


"ayo aku temani"ucap Arthur sembari memakaikan jaket ke tubuh shanum


"heeheee, ayoo, ehh tapi jam segini kabut sangat tebal di kebun belakang" ucap shanum sembari berjalan dengan hati hati Leo yang ikut ke kebun belakang tetap waspada akan keadaan sekitar


" tuuhh lihat banyak embun kan"


" belum terlihat ini masih gelap"


" tidak,biasa saja " ucap Arthur sedikit menjauh dan mengamati sekitar


"ck,nyebelin banget" ucap shanum sembari menggenggam tangannya yang terasa dingin. Arthur meraih tangan shanum dan menggenggam memasukkan nya ke dalam saku jaketnya agar tetap hangat.


" sepertinya, kita harus keluar nanti jam 5"ucap arthur


" hmm yasudah"


" ayoo" Arthur merangkul shanum mengajaknya kembali ke dalam rumah sementara itu di kediaman Dika Bu parti sudah terbangun ia duduk termenung di dapur sembari memetik sayuran yang akan di masaknya untuk sarapan nanti pagi


" loh Bu,kok tumben jam segini sudah bangun" ucap pak Parmin suami Bu parti


" aku gak bisa tidur pak, setelah lihat berita semalam"


" shanum dan putra mahkota?"


" iyaa, aku kaget, seneng, takut ga nyangka semua rasa jadi campur aduk, pantas saja dia menghilang dari rumah, dan tiba tiba rumah nya di kunci rapat"


" yaa mungkin sudah jadi jalan hidupnya shanum Bu, bapak tanya Dika dia juga ga mau jawab kenapa shanum bisa kenal putra mahkota"


" tapi ibu yakin Dika tahu,ahh bocah gemblong, diem terus ga mau terus terang"


" ya sudah jangan dipikirkan bapak mau siap siap ke masjid dulu"


Pukul 05.00 shanum telah berada di kebun belakang ia terkejut tanaman masih tetap subur, ia memetik sayur mayur dan buah yang terlihat segar dayang sun pun sangat antusias


" nona ini semua sangat segar dan organik yaa"

__ADS_1


" iyaa dong, ahh strawberry itu pernah aku kirim ke istana loh"


" whooaa benarkah"


" iyaa benar" ucap shanum dengan tawa riangnya


Tiba tiba terdengar kegaduhan


" shanum nak,,,shanum" suara seseorang memanggil shanum Laras dan Leo segera mendekat seraya berjaga


"bude...!!" teriak shanum ia berlari segera memeluk Bu parti Laras yang hendak melarang bu parti di halau oleh Arthur


" biarkan" ucap Arthur pada Laras


" baik yang mulia"


" bude parti ..." shanum memeluk ia menangis terisak


" ya Gusti ..ndok, kemana ajah ndo.kenapa tiba tiba berita itu muncul, kenapa bisa ke istana ndok, kamu di paksa ga, atau di ancam " ucap Bu parti, shanum terdiam sembari melirik Arthur


"ehem.. Maaf ibu saya tidak memaksa shanum" ucap Arthur semuanya terdiam,Bu parti seketika diam dan menoleh ia terkejut ia kira di kediaman shanum tak ada putra mahkota hanya shanum dan pengawal


"ma..maafkan saya yang mulia" ucap Bu parti


"tidak apa-apa saya faham akan kekhawatiran ibu,"


Bu parti tersenyum ketir,sembari memeluk shanum,


" bude tau dari siapa aku ada di rumah?"


" tadi pagi, pakde pulang dari masjid lihat rumahmu terang nduk, dia langsung ngebut pulang ngabarin ke bude"


"ya Allah bude segitu paniknya yaa heehee,maafin shanum yaa bude"


" gak apa apa cah ayu..yang penting kamu sehat,kamu selamet, ketemu Ndak dengan Shahnaz?" tanya Bu parti, shanum terdiam


" hemm ...hemm belum bude belum ketemu"


" ya Allah Ndak apa apa nanti insya Allah ketemu yaa"


" iyaa bude"


" bude siapin sarapan pagi yaa nduk "


" ahh ga usah bude aku ada dayang sun yang akan masak dan urus semuanya"


" ihh gak apa-apa, pasti yang mbak sun masak selera istana kan, bude mau masakin kesukaan kamu hari ini"


" haahaa makasih bude"


" yaa bude pulang dulu nanti bude kembali lagi ya"


" ya bude"


Bude parti kembali memeluk erat shanum terlihat kerinduan pada dirinya akan shanum iapun pamit meninggalkan kediaman shanum


" nona apakah aku masih harus tetap masak"ucap dayang sun


" haahaa masak saja untuk sarapan pagi ini"

__ADS_1


shanum terlihat bahagia pagi itu, Arthur hanya diam terus memandangi wajah shanum yang terlihat bahagia pagi itu.


__ADS_2