KING OF VALUTA

KING OF VALUTA
KOV PART 18


__ADS_3

Sore itu sepulangnya shanum dari istana pusat ia memasuki istana timur dengan gontai dan matanya yang sembab menangis selama di perjalanan menuju istana timur


"Nona mulai hari ini pintu ini akan terkunci dengan rapat kami akan mempersiapkan makanan dan minuman di depan pintu masuk istana timur"ucap dayang sun dengan tetapan sendu pada shanum


"Iya tidak apa-apa dayang sun aku mengerti terima kasih ya aku bisa mengurus diriku sendiri di dalam cukup dayang sun menyiapkan makanan saja untukku di depan pintu"ucap shanum sembari menunjuk arah meja yang terdapat di samping pintu masuk istana timur"


"Jaga diri Nona baik-baik di dalam dan jaga kesehatan Nona shanum"ucap dayang sun dengan mata berkaca-kaca sanum hanya tersenyum air matanya berlinang dan ia segera memeluk dayang sun


"Jangan khawatir aku tidak apa-apa terima kasih dayang sun sudah mengkhawatirkan aku" ucap shanum dengan suara bergetar sembari memeluk dayang sun


Shanum melepaskan pelukannya dan mulai masuk menuju istana timur ia membuka pintu itu dengan perlahan namun ia terkejut di tengah ruangan itu ada seseorang yang ia kenal ia menatapnya dengan dalam lalu tanpa terasa air mata shanum jatuh menetes di kedua pipinya. Ia menangis menahan sesak perlahan pria itu berjalan menghampiri shanum dan memeluknya erat


"Kenapa begitu lama aku sendirian aku bingung aku buat masalah besar di sini, di sini sangat sesak"ucap shanum pada Arthur, ia memeluk erat Arthur


"Maaf..maaf aku terlalu lama pergi aku tahu berita ini sudah menyebar kau bertemu dengan Syahnaz?"ucap Arthur sembari memeluk sanum dengan erat sanum hanya mengangguk mengiyakan


"Dengan cerobohnya aku mengejar shanaz keluar dari kendaraan ibu suri tapi dia menghilang dan semua ini menimbulkan masalah besar untuk kerajaan valuta"


"Ssst.... Jangan bicara seperti itu ada aku di sini aku akan membantu semua ini akan mereda kembali"


"Mulai hari ini aku dilarang keluar aku akan terisolasi dari banyak orang aku tidak tahu sampai kapan aku harus dikurung dalam istana timur"

__ADS_1


"Hahaha itu hanya sanksi ringan masih beruntung kau masih diisolasi dan masih dikurung di dalam istana timur tidak dibuang ke perbatasan seperti yang lainnya"goda Arthur pada shanum


Shanum cemberut sembari menangis, dengan lembut membelai pipi shanum dan menghapus air mata shanum ia mencium lembut kening dan pipi shanum


"Tak apa ikuti saja dulu sanksi ini sementara aku akan menghadap raja dan ratu serta ibu suri untuk memberikan sedikit kelonggaran dalam sanksi ini karena ini semua salahku aku yang belum menceritakan apapun kepada mereka tentang keadaan keluargamu"ucap Arthur


"Baiklah tapi aku rindu"ucap salam dengan tiba-tiba Arthur terkejut akan ucapan shanum


"Wah benarkah??, Apakah ini shanum yang aku kenal baru kali ini aku mendengar kamu mengatakan rindu"goda Arthur kembali


"Iya aku rindu alasan kenapa aku bertahan di sini dan alasan kenapa aku ingin mengikuti mu ke istana hanya kamu dan aku memang ingin mencari Syahnaz dan hanya kamu yang membuat aku bisa bernafas di sini tanpa rasa sesak"ucap shanum dengan suara bergetar Arthur menatap wajah shanum dalam-dalam dan dengan cepat ia mencium lembut bibir shanum bibir mereka pun berpagutan saling melepas rindu


Setelah pertemuan itu pintu istana timur resmi di tutup rapat dan shanum mulai terisolasi tanpa gadget semua saluran televisi pun di non aktifkan ia di kurung di dalam istana timur semua jendela pun terkunci rapat dari luar.


Arthur berjalan menuju istana pusat ia menemui raja Theodore yang saat itu masih bersama ibu suri dan ratu elisa ia datang menghadap dengan penuh sopan santun


"Arthur, bagaimana keadaan di perbatasan?" Tanya raja Theodore


"Semuanya aman ayah,"


"Aku tahu apa yang membuatmu tergesa-gesa menemui kami di sini!" Ucap raja Theodore

__ADS_1


"Syukurlah bila ayah tahu, aku ingin menikahi shanum!" Ucap arthur dengan tiba-tiba membuat raja, ratu dan ibu suri terhenyak mereka terkejut


"Apaa, arthur, kamu mau menikahi gadis yang tidak tahu asal usulnya dan dari kalangan rakyat jelata," ucap raja Theodore dengan nada tinggi


"Aku berhak untuk memilih"


"Tidak !! sedari dulu jodoh keluarga kerajaan sudah di atur oleh tetua bahkan jodoh mu dan Arkana sekalipun"


"Oh, ya apa ayah yakin menikah hasil perjodohan akan bahagia??,yaa mungkin saja akan baik baik saja untuk kerajaan,tapi apa ayah bahagia itu saja pertanyaan ku" ucap Arthur dengan suara sedikit menekan


"Arthur jaga bicaramu" ucap ratu elisa


"Aku tak butuh gertakan dari ibu ratu, karena shanum saat ini sama halnya seperti ibu ratu yang datang yang tiba tiba ingin menjadi selir yang berasal dari rakyat jelata lalu tiba tiba naik tahta menggeser kedudukan ibu kandungku"


"PLAAAAK!" Raja Theodore menampar arthur.


"Aku tak pernah mengajarimu untuk membuka luka lama, sampai kapanpun kamu hanya akan menikah dengan pilihan kerajaan" ucap raja Theodore.


Arthur hanya diam sembari tersenyum ketir, ibu suri hanya diam tertunduk ia bersedih bahwa anaknya masih saja ingin menjalankan aturan pernikahan istana dengan cara menjodohkan.


Arthur terdiam, ia hanya menatap tajam pada raja Theodore, raja Theodore terduduk lemas ia tak menyangka akan menampar arthur putranya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2