
Manda seolah tak percaya yang sedang ia hadapkan. tentu semua karyawannya mungkin sangat iri jika mendengarnya bagaimana tidak seorang CEO yang muda dan tampan bahkan idaman setiap wanita menyatakan cinta padanya . ah sudahlah tak perlu Manda memikirkan gadis lain harusnya ia memikirkan apa jawaban atas pertanyaan Arya
" pak .. bapak ga salah suka sama saya?" Manda tanya
" pak?? saya bukan bapak kamu Manda" Arya protes
" ma.. maksudnya mas .. mas ga salah suka sama aku? Manda
" no " Arya
" tapi kenapa kamu suka sama aku?? tanya Manda untuk meyakinkan dirinya
" there's no reason to love you" Arya jawab dengan mantap
" tapi aku bawahan kamu dan kamu atasan aku!!" Manda dengan tegas
" dikantor aku atasanmu tapi diluar kantor aku pasanganmu" jawab Arya dengan mantap
Manda hanya menatap wajah Arya untuk mencari titik kebohongannya dari manik matanya sial ... tak ada manik bohong dan isinya hanya keseriusan dan kejujuran " aku harus jawab apa" batinnya
setelah beberapa waktu Manda memutus kontak pandangan dengan Arya . ia tak mau terbuai lagi . lalu Manda pun menjawab .
" oke . aku mau jadi pasanganmu dengan syarat . sembunyikan hubungan kita dari kantor . biar kan mereka mengetahuinya dengan sendiri . aku gamau publish dan ketika aku dikantor perlakukan aku seperti karyawan pada umumnya . hubungan kita akan terjalin seperti umumnya diluar kantor " Manda
" oke aku setuju . tapi aku ga mau lama lama pacaran mungkin paling lama setahun aku akan menikahimu" Arya dengan tegas
sedih mungkin karna ini karirnya Manda sedang bagus bagusnya " apakah aku harus keluar dari pekerjaanku jika kau menikahiku?" ucapan itu langsung keluar dari mulut Manda
" aku mengijinkan kamu berkerja hingga kau memberiku keturunan . saat hamil pun aku ijinkan tapi jika setelah melahirkan aku takkan mengijinkan . biar kau fokus dengan anak kita" ucap Arya
Manda sebenarnya masih tak percaya dengan apa yang ia lakukan hari ini . baru saja menerima perasaan lelaki yang belakangan mengisi hari harinya dan sekarang sedang membicarakan seorang keturunan omaigat hanya gelengan kepala yang dapat Manda lakukan .
" kenapa" tanya Arya
" baru jadian udah ngomongin anak kejauhan" Manda
" itu masa depan sayang oiya satu lagi jangan panggil aku tuan atau pak ataupun bapak apalagi om dikantor aku benci dengarnya kalo kau yang bilang?" Arya
" masa aku panggil kamu mas, apa terlihat tidak sopan nanti didepan karyawan??" Manda
" ga masalah" Arya
mereka saling bertatapan muka entah yang sudah keberapa kalinya namun kali ini tak ada rasa canggung . saling mengagumi itu yang terucap lalu mereka berciuman . bukan ciuman hot hanya ciuman penghangat karna suasana dingin sehingga keduanya membutuhkannya . tak lama mereka berpelukan . sungguh hari yang sangat menyenangkan bagi keduanya.
__ADS_1
keesokan harinya Manda terbangun dari tidur. Manda yang mendengar suara bel berbunyi langsung membuka pintu dan betapa terkejutnya Arya sudah datang sepagi ini bagi Manda. niatnya mau bermalas malasan karna lelah malah terpaksa bangun pagi. Cahyo sudah berangkat ke kampus jam 7.45 pagi sedangkan ini sudah jam 8.45 pagi . untung saja adik kesayangannya tsb sudah berangkat. jika tidak akan ada serangkaian pertanyaan yang harus Manda siapkan pertanyaannya.
Arya hanya tertawa terpingkal bagaimana tidak, bos keuangan diperusahaan ya tidur dengan piama kartun spons kuning kesukaannya sejak SMP dan dengan rambut acak acakan ala bangun tidur dan juga mengucek mata seolah benar benar bangun tidur
" kamu baru bangun sayang??" tanya Arya dengan sedikit meledek
" gausah pura pura tanya ini hari libur bagi perusahaan tempatku bekerja,masuk lah" Manda
" makasih sayang" Arya dengan mengacak acak puncak kepala Manda seolah gemas dengan penampilan Manda yang lebih mirip dengan anak SMA.
bagaimana tidak tubuh nya yang tidak terlalu tinggi hanya mempunyai 165 cm dan BB 48 kg masih sangat cocok disebut anak sekolah
" aku gemas banget sama kamu sayang" Arya berbisik seolah menggoda Manda
" kenapa kamu pagi pagi kesini??" Manda bertanya dengan nada ketus
" kangen" sambil menatap Manda
" gombal" Manda
" yaudah kalo ga percaya" Arya.
" aku mau mandi sebentar jadi tunggulah" Manda langsung beranjak ke kamar untuk mandi. Arya menunggu dikursi yang terdapat didepan dapur lalu melihat lihat sedikit apartemen kekasihnya tsb. 20 menit berlalu Manda siap dengan celana bahan selutut dan kaos oblong warna abu abu dan rambut dikuncir menggulung keatas dengan terlihat leher putih mulusnya seolah Arya tak percaya ternyata kekasihnya tsb bener bener wanita cantik idaman tidak hanya pintar namun juga sexy oh tidak pikiran mesum Arya mulai nakal lagi .
" be... belum" Arya dengan gugup
" kenapa gugup??" Manda
" dikantor atau diluar jangan pernah dikuncir seperti itu ya terlalu menggoda iman " Arya dengan nada meledek
mendengar kata kata tsb pipinya bersemu seperti tomat merah sungguh malu rasanya .
" kamu masih cocok jadi anak SMA atau kuliah semester awal sayang" Arya
" kenapa?" Manda
" siapa yang tau dengan penampilanmu seperti ini ternyata jabatanmu tinggi diperusahaanku" Arya dengan tegas
" dikantor aku harus perfect tapi kalo diluar senyamannya aja . " Manda dengan santai
" kamu mau sarapan??" Manda sambungnya lagi
" boleh" Arya
__ADS_1
" aku buat nasi goreng tunggu ya" Manda lalu menyiapkan semua bahan dan memasak setelah selesai mereka berdua sarapan sambil berbicara ringan.
" mau jalan ga??" Arya bertanya
" nanti siangan deh jujur aku lagi males kemana mana" Manda
" gimana kalo ke apartemen aku??" Arya usul
" disini dulu aja gapapa kan. next baru ditempat kamu" Manda usul dan langsung disetujui Arya.
Manda lalu duduk dimeja belajar yang dulu semasa kuliah di gunakan ya dan sekarang cahyolah yang menggunakannya. tidak ada perubahan karna Cahyo sangat menjaga barang barang milik kakaknya tsb . katakanlah Cahyo belum mampu membelinya sehingga ia hanya bisa menggunakan dan merawatnya .
dibuka laptop miliknya diruang tamu sedang Arya hanya melihat Chanel di televisi milik Manda . sesekali menatap gadisnya tsb yang telah sibuk dengan laptop miliknya.
" kamu lagi liat apa sih sayang??" Arya bertanya
" nonton drakor" Manda dengan santai sambil meminum susu yang dibuatnya tadi
" yaampun bos kecil kelakuannya gemesin banget sih" Arya sambil mengacak rambut Manda
" mas .... udah jangan acak acak rambut aku dong . biasanya aku nonton di tv tapi karna ada kamu jadi aku nonton di laptop . kasian kamu kalo ga suka genrenya pasti bakal bosen " Manda
" emang kelakuan kamu dari kuliah kaya gitu ya sayang sampe belum bisa berhenti??" Arya tanya
" aku dari awal kuliah cuma tau belajar dan bekerja paruh waktu aja mas. aku ga sempet lihat kaya gini gini paling pas jatah libur kerja di Senin sore tapi bisa kehitung banget soalnya abis kuliah Senin aku pulang langsung tidur cape bgt soalnya beda kalo pas kuliah libur di Sabtu dan Minggu kesempatan buat bangun siang. untung ada adek aku kadang dia yang masak pengertian banget deh kalo kakaknya capek aku cuma siapin bahan aja dikulkas ." panjang Manda
" wah masa muda kamu penuh perjuangan banget ya" kagum Arya
" iya aku terlalu fokus belajar sama kerja sampe si kiya protes sama aku gada waktu buat dia . sampe kadang David sama satria juga Kiya nyulik aku biar bisa jalan sama mereka . bukan aku gamau tapi aku udah capek banget kalo di kostan pengennya istirahat aja" Manda
" makanya sekarang dendam?? Arya selidik tanya
" anggap aja begitu ." Manda
" sayang apa aku boleh tau sedikit tentang cinta pertamamu?" tanya Arya dengan hati hati
" mungkin cinta pertama aku bukan kamu tapi first kiss dan pacar pertama aku itu ya kamu " Manda
" teman kamu yang waktu itu kita ketemu di mall sama wanita hamil??" Arya
" cinta pertama aku . jangan dibahas ya ntar mood aku ga enak" sambung Manda
" oke sayang" Arya .
__ADS_1
tbc