
seminggu setelah acara Arya datang ke Rusia dikarenakan Arya ingin membicarakan hal serius kepada mom and dadnya.
" mom dad aku datang menemuimu" ucap Arya
" kau nih boy kenapa baru mengunjungi kami padahal kami sedang menikmati masa tua" ucap Wijaya sang ayah
" kau tak merindukanku ayah?? jahat sekali" Arya
" seolah kau masih kecil saja bicara seperti itu boy malu lah" ucap Alisa sang bunda
" Elaine tidak ada??" Arya
" dia tidak ada soalnya lagi summer bersama teman sekampusnya" Alisa
" ah anak itu selalu berfikir childis" Arya
" jadi apa yang membawamu mendatangi kami??bkarna jika tidak penting mana mau kau datang jauh kemari menemui nenek kakek ini??" Wijaya
" ah ayah ini seolah aku sudah tidak peduli dengan orang tuaku aku ini disana sedang memenuhi tanggung jawab yang kau berikan padaku ayah . omong omong aku ingin kau melamar seorang gadis yang merupakan karyawanku sendiri"
__ADS_1
" bukannya kau bisa melamar sendiri boy?? kenapa mesti kami??" Wijaya
" biar kau mengenal calon menantumu lah dad" Arya
" ajak makan malam kalo begitu biar kami bisa berkenalan jika kami kesana nanti atau kau bisa ajak ia kemari bukan??" Alisa
" masalahnya ia mana mau menemui mu disini jauh hari dan lagipula ia sudah tak ada ayah dan ibunya dan juga dia hanya punya adik lelaki saja" ucap Arya
" sudah tau bibit bebet bobot nya??" Wijaya
" aku sudah tau cerita kehidupan dia. dia gadis perantauan ketika lulus SMA dapat beasiswa dan hanya kuliah 3.5 tahun mendapat gelar sarjana di universitas negeri dan juga ia sudah lama bekerja di kantorku dia tadinya staff keuangan trus karna kejujuran dan kegigihannya ia naik jabatan jadi manager keuangan dan kau tau dad orang yang mengungkap korupsi tempo hari juga dia"
" Amanda Putri dad"
" kamu mencintainya??"
" sangat"
" kasih Daddy alasan kenapa aku harus melamar dia untukmu"
__ADS_1
" dad aku sudah berubah be better dari sebelumnya aku bahkan semenjak kenal dengannya tak pernah bermain club' ataupun bermain dengan jalang manapun"
setelah berfikir panjang
" baiklah Daddy dan mommy mu akan menemui adiknya untuk memintanya menjadi istrimu Lusa kita berangkat ke Indonesia puas kau boy" sambil menepuk pundak Arya
"***'shoye spasibo, papa, ty luchshiy" Arya sambil memeluk daddy-nya dan Arya langsung pergi kekamar mengistirahatkan badannya
" honey apakah ini benar tindakanku??" Wijaya bertanya pada istrinya Alisa
" aku rasa ia sangat bahagia dengan wanita pilihan nya ini biarlah jodoh dia yang menentukan aku tahu pilihannya dia tidak sembarangan meski latar belakangnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan paling tidak anak kita banyak berubah kau tahu itu kan sayang dia selalu tersenyum tidak seperti dulu selalu dingin dengan kita"
" ia benar "
dikamar Arya terus saja memandang foto Manda yang ia miliki di ponselnya. Arya memang bilang pada Manda kalau ia akan mengunjungi orang tuanya namun ia tidak bilang kalo ia akan mendatangkan orang tua Arya untuk melamarnya.
" Manda apa kau tahu aku sangat bahagia melihat orang tuaku menyetujui hubungan kita ini. aku selalu ingin didekatmu. bahkan saat seperti ini aku selalu ingin ada didekatmu walau itu tidak mungkin. jangan sakiti aku sayang. aku menyayangimu" mencium ponselnya dan memeluk nya seolah ia adalah Manda.
tbc
__ADS_1