
hancur sudah harapan Arya menginginkan kehidupan bahagia pada Manda yang ia impikan selama ini. syok, itulah yang ia rasakan sekarang setelah membaca surat dari Amanda bahwa ia memilih mundur.
Arya merutuki dirinya sendiri kenapa ia sangat bodoh dalam hal percintaan.
" kamu tahu kakak kamu pergi kemana??" tanya Arya to the point pada Cahyo
" kakak ga bilang apapun hanya saja biasanya kalo ada masalah, ia akan ke makam ibu bapak dikampung" ucap Cahyo.
" aku minta alamatnya kalo gitu"
setelah mendapatkan alamat, ia langsung ke Semarang untuk menemui Amanda tak tidur lagi ia sudah mati rasa akan lelah yang ia rasakan karna baru tiba dari Bali.
enam jam perjalanan, ia sampai di Semarang tepatnya pukul dua dini hari. ia langsung mencari hotel dekat dengan rumah Manda agar ia tak buang waktu banyak.
keesokan harinya Arya langsung bergegas menuju kerumah Manda yang berada di Semarang sialnya rumah tsb ternyata masih dalam proses pembangunan. ia bertanya kepada salah satu tukang bangunan
__ADS_1
" permisi pak saya mau nanya boleh??"
" ia masnya ada yang saya bisa bantu??" ucap salah satu tukang
" begini saya mau tanya apa sang pemilik rumah ada jumpa kesini beberapa hari yang lalu atau apa dia ada disini??"
" oh non Amanda dan den Cahyo tinggal di Jakarta sekarang masnya."
" oh begitu tapi apa dia ga pernah berkunjung sekali pun pak??"
" oh saya ingat (kata tukang salah satunya) dua hari yang lalu mba amanda pulang buat nengok makam ayah ibunya tapi cuma sehari di sini trus katanya sih mau balik ke Jakarta mas"
" nggak masnya"
" hmm yaudah makasih ya saya pamit kalo gitu"
__ADS_1
" sami sami mas"
Arya langsung pergi dengan gontai ia tak menemukan apa yang dicari
" kemana lagi aku harus mencarimu dek"
tiga bulan kemudian
" Manda tolong revisian untuk proses pembuatan iklan produknya diliat dulu anggaran budgetnya ya soalnya pake artis papan atas kita kamu tanya ke bagian marketing dulu udah klop belum sama bintangnya" ucap mba Reni salah satu bagian humas marketing yang menangani project pembuatan iklan.
Amanda sejak hampir tiga bulan lalu ia memutuskan melupakan semua kisah cintanya mungkin dianggap berlebihan harusnya ia mendengar perkataan Arya dulu namun disini Amanda memang orangnya lebih banyak mengalah entah untuk siapapun itu. ia lebih baik mundur daripada ada hati yang tersakiti walau pun begitu ia masih meyakini jika memang ia berjodoh suatu saat nanti sejauh apapun itu mereka pasti akan bertemu.
Manda memutuskan untuk pergi ke Surabaya menyendiri selama beberapa hari dan mencari pekerjaan ia lebih memilih pergi karna sejujur nya rasa insecure pada dirinya sendiri sangat tinggi ia merasa anak yatim piatu model dia tak pantas bersanding dengan seorang pria mapan semacam Arya.
surat pengunduran diri ia kirim langsung ke surel Arya tepat sehari setelah ia pergi. semua akses baik nomor telpon, surel dan akses apapun ia tutup. sedari dulu ia tak pernah membuat sosial media hanya aplikasi pesan hijau satu satunya yang ia miliki baginya itu semua tidak penting karna hanya akan membuat ia menjadi tidak fokus oleh pekerjaannya. anggap lah ia seorang working holic dan dia tidak menampiknya.
__ADS_1
urusan dengan Cahyo baik baik saja ia berpesan pada adik laki-lakinya itu agar tidak memberitahu dimana dia juga jangan menyimpan nomornya di ponsel menghindari apapun yang tidak ia inginkan. sadar kakaknya patah hati teramat dalam sejujurnya ia ingin datang ke tempat kakaknya memeluknya dan men-support tapi apalah daya kakaknya memang keras kepala ia hanya menganggukkan dan semua keputusan ada di kakaknya.
tbc