
Arya masih memperhatikan siluet gadisnya yang sedaritadi seperti menghindarinya dengan kegiatan yang entah sedang apa ia lakukan. jika tidak cinta mungkin saja ia sudah marah marah pada Manda.
" ekhem" itulah ucapan pembukaan Arya setelah masuk ke kost Manda
sejujurnya Arya sangat menyayangkan gadisnya hanya tinggal di kost sempit dan hanya ada beberapa barang apa adanya. sengaja ia mencari kost yang sudah ada kasur dan lemari agar ia tak perlu membeli banyak barang.
" kenapa mas?? kamu lapar?? aku gada alat masak ataupun stok bahan karna aku l lebih memilih beli karna lebih murah dan efisien" ucap Manda panjang lebar agar ia tak bertanya absurd.
" kenapa kamu memilih pergi meninggalkan aku?? Kamu tahu betapa hancurnya aku kehilanganmu bisa gila kalo aku ga ketemu kamu sampe sekarang" ucap unek unek Arya yang selama ini ia pendam
" maaf" ucap Manda lirih
" harusnya kamu tuh bicarain dulu baik baik bukannya malah ninggalin aku Manda. kamu tahu kan aku ga pernah main main sama hubungan kita. dan lagi satu harusnya kita sudah menikah dua bulan lalu Manda dua bulan lalu" ucapan Arya dengan emosi namun diucap secara lirih.
" aku ga mau di cap perebut hati orang mas. aku hidup disana gada siapa siapa selain Cahyo dan akupun juga disana hanya ingin hidup tenang. jika ada hati yang aku sakiti maka hidup aku bakalan ngga tenang. tolong mengertilah aku mas" ucap Manda sambil terisak
" itulah gunanya bicara Manda (ucap Arya sambil memegang kedua tangan Manda agar meyakinkan) aku udah gada apa apa sama Nazwa. dia yang memilih meninggalkan aku jika memang dia mau kembali padaku aku gak akan ngajakin kamu nikah Manda. aku udah putuskan untuk pergi dari hidup Nazwa dia hanya masa lalu aku aja ga lebih" ucapan Arya benar benar membuat Manda sedikit berfikir jujur ada rasa senang ia sudah bertemu dengan Arya yang telah menyembuhkan rasa sakit akibat ulah Steve dulu namun ia juga pesimis dengan dirinya sendiri. jauh perbandingan antara dirinya dengan Nazwa.
" aku tidak secantik dan sekaya Nazwa mas"
" aku ga peduli walaupun Nazwa lebih dari segalanya dari kamu tapi kamu nggak pernah ninggalin aku ketika sedang terpuruk tidak seperti Nazwa" ucapan Arya membuat Manda terkejut apakah Arya sedang memujinya??? oh tuhan jantung Manda berdetak berkali kali lipat dari biasanya.
" jadi bagaimana maunya mas??" tanya Manda
" kembali ke Jakarta kita menikah kamu harus dirumah karna posisi kamu udah aku kasih ke Maya"
__ADS_1
" menikah?? secepat itu mas??" tanya Manda dan dibalas dengan anggukan Arya
" aku terpaksa isi posisi kamu sama yang lain"
" aku harus selesaikan dulu kontrak aku disini"
" berapa lama lagi memang?"
" sekitar tiga bulan lagi abis itu aku baru bisa keluar dari perusahaan itu"
" memang ada penalti kontrak jika kau langgar??"
" hmm.. mengganti 10 kali lipat gaji aku".
" akan kutemui atasanmu itu biar kamu cepet kembali ke Jakarta" ucap Arya dan langsung di tepis Manda
" kenapa??"
" bos aku kayaknya nggak suka sama aku" ucap Manda
" kenapa?? apa yang dia perbuat sama kamu??" intonasi Arya sedikit meninggi
" aku cerita nggak ya?? soal bos rese itu??" Manda bergumam dalam hati jujur ia juga risih dengan sikap bosnya namun ia mengenal Arya jika sudah seperti ini sepertinya ia sembunyikan saja dahulu
" pokoknya jangan ya kita tunda sampai kontrak aku selesai"
__ADS_1
" terlalu lama sayang (sambil mengelus kepala Manda dengan lembut) aku pengen nyusul Kevin yang sudah progress on baby sayang"
" hah?? maksudnya" ucap Manda
" istri Kevin sudah hamil dua bulan dan Kiya akan menikah bulan depan"
" sama David??"
" no mereka putus karna David gak kuat dipaksa menikah dengan Kiya
" tapi mereka kan sudah..." ucapan manda menggantung
" udah apa??" menaikkan alis Arya satu dengan tatapan bertanya
" ah nggak hehe ("aduh mana mungkin aku ceritain aib temen aku sendiri" gumam Manda dalam hati) dia menikah dengan siapa memang??"
" sama Andreas temen Kevin kalo ga salah Kiya hamil anaknya Andreas karna yang aku denger begitu"
" apa??? nggak mungkin"
" ntah lah kamu bisa bertanya langsung sama Kiya" ucap Arya dan dianggukan oleh Manda
.
.
__ADS_1
tbc