
Amanda yang melihat kebersamaan Kiya dan juga David tersenyum akhirnya setelah apa yang ia lalui untuk mempersatukan keduanya bisa terpenuhi. ada rasa bangga pada dirinya ini
Arya melihat Amanda tengah diluar duduk sendiri, apa iya lupa jika kekasihnya tsb juga di undang?? padahal sudah beberapa hari tidak melihat kenapa cueknya menjadi saja??
tak lama Arya melihat seseorang menghampiri Manda ia agak asing dengan wajah pria tsb. Amanda tiba tiba dipeluk oleh pria tsb. tangan Arya terkepal ia marah siapa yang berani beraninya memeluk miliknya??
Amanda yang sedang duduk termenung dengan kisah nostalgia jaman sekolah sampai kuliah seolah terbawa suasana. ditambah dengan angin sepoy sepoy di taman juga suasana yang hening membuatnya terbuai.
" Amanda" suara panggilan itu sangat familiar ia belum sadar di depan nya sudah ada seseorang yaitu masa lalunya
" Satria"
Satria sontak langsung memeluk tak memperdulikan tatapan mereka biar saja toh ia sudah lama tak bertemu kembali bagaimana tidak setelah lulus Satria memutuskan untuk kembali ke Semarang mengurus perusahaan pribadi milik keluarganya yang memang sudah dipersiapkan oleh sang ayah untuk anak tunggal nya.
" Lo apa kabar?? gw seneng banget ketemu sama Lo??" ucapan itu lolos dari bibir Satria tanpa melepas pelukan nya
" sat jangan gini gaenak diliat orang??" Manda masih diam mematung tanpa membalas pelukan
" gw kangen temen kecil gw salah??"
" sat"
" oh oke oke" Satria melepas pelukannya. ia membalas tatapan tak suka Manda dengan senyum kudanya
" refleks Manda"
__ADS_1
" kebiasaan"
" Lo sendiri?? Cahyo mana??
" ga ikut ada tugas kuliah"
" hmhmhm Oia gw denger lu juga mau nikah?? Ama siapa??"
" sama...." belum sempat Manda menjawab Arya datang dari arah lain sambil mencekal tangan Manda membuat sang empunya refleks melihat siapa yang menyentuhnya
" Arya"
" oh jadi gini ya kamu aku nunggu kabar lama kamu malah asik peluk pelukan sama cowo lain hum?? apa ini sifat yang aku ga tau s.a.y.a.n.g?? Arya sengaja menekan kata tsb seolah menekan bahwa Manda ini miliknya
" salah paham dimananya?? mata aku liat loh dan itu nyata banget"
" Manda siapa nih orang??" ucapan Satria membuat Arya emosi diubun ubun tak tahukah ia kalau Manda ini miliknya namun ia masih diam ingin tahu bagaimana Manda memperkenalkan dirinya kepada orang lain apa ia menganggapnya atau
" Satria ia calon suamiku" Manda berucap dengan lirih namun masih didengar keduanya tentu Arya sangat senang dan membuat dirinya mau tak mau tersenyum
" dan mas Arya ini Satria teman sekolahku juga teman kampus seperti David"
" oh jadi ini laki laki yang menggeser aku di hati kamu Manda?? pria arogan seperti ini yang kamu suka??" Satria tidak terima jika ia dikalahkan oleh orang yang tak pernah ia kenal. semudah itu ia memperkenalkan pacarnya itu padanya padahal hatinya sakit mendengar itu
" aku akan segera menikah tunggu saja undangannya" ucapan Arya membuat Satria mengepalkan tangannya"
__ADS_1
" kamu ga salah pilih calon suami arogan ini Manda?? aku kenal kamu loh dari kecil malah" Satria masih terus menyudutkan Arya melalui Manda, Manda masih tenang ia tahu bahwa Satria tengah cemburu terutama ketika Manda menolak ajakan untuk menjadi kekasihnya.
" soal hati ini sat ga bisa dipaksain" ucap Manda membuat Arya berada diatas angin ternyata kekasihnya secuek apapun ia tetap merasa dianggap olehnya
" aku denger kamu juga dijodohin sama orang tuamu dengan anak kepala desa??" skat matt ucapan Manda membuatnya kicep tak tahu harus mengelak atau mengakuinya sejujurnya Satria enggan untuk dijodohkan hanya saja kehendak itu seperti angan angan rasanya ayahnya terus saja memaksa untuk menjodohkannya dengan gadis tsb.
" Lo tau dari siapa??"
" dari David dia yang cerita"
" udah mau nikah pake nyosor cewek orang gak etis bro" Arya meledek sedikit ia puas melihat Satria yang tak dapat menjawab
merasa semakin panas Manda pamit namun tak disadari kedua ya akhirnya ia menghilang tanpa jejak ntah apa yang dibicarakan hingga Arya mengajak bicara namun sialnya yang diajak bicara tidak ada lagi
" loh Manda kemana??" beonya Arya langsung ditertawakan Satria
" hahaha makan tuh eek meong" Satria pergi berlalu membuat Arya marah dan mengepalkan tangannya kuat
" aku harus segera nikahin kamu"
.
.
tbc
__ADS_1