
beberapa hari dilalui setelah acara Kiya dan David. Amanda masih sibuk mencari kerja sebenarnya Kiya dan Kevin sudah bersikeras menawarkan pekerjaan pada ya namun selalu saja ditolak.
Manda terlebih dahulu membersihkan apartemen setelah itu ia mandi karna untuk urusan masak sudah ia lakukan sedari pagi sedangkan sang adik ia setelah sarapan lebih memilih masuk ke kamar ntah apa ntah apa yang dikerjakan
tidak lama bunyi bel menandakan adanya tamu. ia segera membuka pintu dan betapa terkejutnya Arya datang dengan sebuket bunga Lily dan sebuket coklat Paracel. tersenyum dengan indah sampai sampai Amanda menautkan alisnya seolah bertanya
" boleh aku masuk sayang"
" oh silakan masuk"
" kamu mau minum apa??"
" apapun yang kamu buat aku minum kok" ucapan Arya dengan tersenyum
mendengar suara orang lain dari kamar membuat Cahyo membuka pintu kamarnya. ia sedang mengerjakan tugas dari dosen karna memang di semester yang ia geluti sekarang sedang masa masanya tugas menumpuk
" mas Arya"
" hai Cahyo kebetulan bisa kamu duduk sebentar disini??"
" ada apa mas??" tanya Cahyo dengan canggung
" tunggu kakakmu sebentar oiya kamu ga keluar atau ke kampus weekend ini??"
" nggak mas aku lagi kerjain tugas"
" mau aku bantu??"
__ADS_1
" mas paham soal teknik??"
" ya nggak sih tapi mungkin temen aku bisa dia lulusan teknik terbaik di Bandung"
" ga perlu aku bisa kok mas"
" great man"
tak lama Amanda datang membawa sebuah nampan berisi minuman dan camilan kecil.
" silakan dinikmati"
" thanks honey"
" mas ini" pipi Amanda bersemu dengan ucapan manis Arya
" apa ga terlalu terburu buru mas??"
" no. aku ga mau terulang lagi masalah kemaren. jika kakakmu tidak segera diikat bisa diambil orang nanti"
" sebucin itu seorang mas Arya dengan kakak" ucapan Cahyo namun dalam hati mana berani ia mengatakan sesuatu yang frontal.
" maaf aku lamarannya nggak ngajak Daddy mommy dan keluarga seperti kemarin karna aku hanya meluruskan sekaligus memberi tahu. jika yes kita fitting baju besok di butik milik rekanan aku" penjelasan Arya.
" mas apa ini ga berlebihan terus aku urus apa??"
" kamu cukup persiapkan diri kamu menjadi nyonya Arya sayang"
__ADS_1
" aku manut aja mas baiknya gimana toh yang mau jalanin itu kalian kan??"
" oke kalo gitu Jumat aku bawa kalian ke mansion dan Sabtu kita akan menikah"
" apa pernikahan kita akan mewah??" ucap Manda sejujurnya ia tidak ingin acara mewah, keinginannya hanya satu sederhana namun elegan hanya saja apa mungkin Arya mau menurutinya??
" lebih mewah dari apapun girl"
" boleh aku meminta sesuatu??" tanya Manda
" apapun asal jangan minta batal nikah"
" jangan mewah apalagi mengundang banyak orang kamu tahu kan kami hanya tinggal berdua saja. aku mohon aku ga siap ketemu banyak orang".
Arya menghela nafas. ia lupa latar belakang gadisnya pasti semua relasi dan saudara Arya akan menggunjingnya. ia tidak mau menyakiti hati pujaan nya lagi.
" oke aku akan undang beberapa kolega dan staff kantor saja kita lakukan private wedding tanpa sorot kamera see..??"
"makasih pengertiannya mas maaf"
" no harusnya aku yang minta maaf udah buat kamu sedih dan juga ga bertanya dulu sama kamu maunya gimana"
.
.
.
__ADS_1
tbc