
waktu menunjukan pukul 08.00 artinya semua pegawai sudah masuk kerja dengan rutinitas seperti biasa. Manda masih berkutat dengan projek besar perusahaan dan sedang mengecek penggajian karna beberapa hari lagi gaji karyawan harus di bayar. segera ia selesaikan sebelum di serahkan ke bagian operasional keuangan untuk segera di bawa ke bank. ia harus meminta pengesahan dengan meminta tanda tangan bosnya Bu Merry Siahaan selaku manager keuangan dan pak Rajendra Gunawan Suryadinata selaku CEO dan petinggi di perusahaan ini. dulu ia tak segugup ini jika ingin menemui bosnya itu bahkan ia kadang suka menitipkan pada sekretarisnya Lisa karna big bos itu sedang tidak mau bertemu dengan siapapun ntah hanya alasan sibuk atau hanya Gimik saja namun semenjak kejadian ia mengucapkan ingin menikahinya semua terasa berbeda ditambah ada perasaan bersalah pada diri Manda karna telah membohongi bosnya dengan mengatakan sudah menikah.
bergegas ia menuju lantai teratas dikarenakan ia harus segera menyerahkan berkas itu sesegera mungkin. ia menemui Lisa
" mba lis selamat pagi bos ada??"
" eh Manda tunggu gw telpon dulu ya mau Nerima apa nggak" ucap Lisa dan dianggukan Manda
" Lo masuk aja dia tunggu Lo tuh" ucap Lisa namun Manda masih diam di tempat
" woh.. Meleng lagi udah Buru sana ditungguin"
" aku titip mbak aja gimana kaya biasa" ucap lirih Manda dan digelengkan Lisa
" No, dah sana masuk gih" ucap Lisa dan langkah gontai Manda menuju ke ruangan ceo-nya itu.
tokk. tok.. tok...
" masuk"
" permisi pak saya mau minta tanda tangan untuk pemberkasan penggajian" ucap Manda namun tidak digubris Rendra
__ADS_1
" pak .. bapak denger saya nggak" ucap Manda sambil memajukan badannya namun Rendra hanya berdehem saja
" kayanya bapak sibuk saya titip Mba Lisa aja biar nanti di cek bapak" Manda lekas berdiri namun di cekal Rendra
" siapa yang nyuruh kamu pergi" ucap ketus Rendra
" abis bapak diam aja saya udah lima belas menit disini mending saya lanjut kerja aja" ucapan Manda sukses memberhentikan gerakan tangan Rendra dan fokusnya teralih ke depan ya.
" siapa pria semalam" ucap Rendra
" maksudnya??" tanya Manda karna ia belum paham apa yang Rendra maksud
Rendra mendesah " saya lihat kalian pelukan di kostan ntah punya siapa"
" saya abis nemuin temen saya ia temen saya kebetulan tinggal dideket kost itu" ucap Rendra
" temen bapak ada yang dari kalangan biasa??" ucapan Manda membuat Rendra kalang kabut apa yang mesti dia jawab shitt sudah kejebak tertimpa tangga pula
" kamu tinggal jawab aja"
" dia calon suami saya" ucapan Manda sukses membuat Rendra meruntuhkan pertahanan ia jadi bener feeling-nya tsb.
__ADS_1
" kamu bilang kamu sudah menikah kenapa sekarang bilangnya calon suami??"
" karna saya ga mau terjebak dengan orang seperti bapak lagi" ucap Manda sukses membuat Rendra bertanya tanya orang seperti dia maksudnya apa??
" bapak gausah menerka nerka. ini masih jam kantor dan saya gada buka sesi curhat kehidupan saya ini berkas saya tinggal saya permisi" ucap Manda ketus dan meninggalkan Rendra sial siapa disini bosnya seenaknya saja ia berucap demikian.
Rendra langsung mencari tahu mengenai Manda dengan seorang bayaran " gadis itu yang difoto yang saya kirim ke kamu tolong cari tahu semuanya secara lengkap saya mau sedetile mungkin sampai kekasih atau suaminya berapa waktu yang kamu butuhkan??" ucap Rendra dan di jawab disebrang sana
" paling telat seminggu bos"
" oke" ditutup telpon tsb.
"aku harus jadiin kamu milik aku apapun itu" ucapan Rendra sambil menyeringai sinis
.
.
ternyata mencari informasi tentang Manda hanya membutuhkan waktu delapan jam bahkan sosok Arya Wijaya pun sudah dia dapatkan
" ternyata sainganku berat juga ya" gumam Rendra dalam hati mengetahui seorang Arya Wijaya adalah pengusaha real estate dan properti terbesar di negeri ini dan sudah mencangkup daerah Rusia dan Brunei dan mengejutkan lagi Manda adalah salah satu manager di tempat kerja Arya dulu namun ia masih belum tahu kenapa Manda bisa keluar dari perusahaan milik Arya.
__ADS_1
jika seperti ini otomatis ia harus merubah strategi mendekati seorang Amanda Putri.
tbc