
hallo genks apa kabar para pembaca kisah Amanda Putri?? aku harap kalian selalu stay to health ya. part sebelumnya kan aku bilang nggak ada extra part, tapi karna antusias pembaca nya bikin aku seneng banget (maklum cerita pertama kali dibuat langsung se expert itu) maka dengan ini aku akan kasih kalian hadiah extra part selamat membaca :
-----------------------------------------
Dua jam setelah resepsi pernikahan, Arya dan Amanda melakukan ritual bersih bersih lantaran badan keduanya dirasa sangat lelah dan membutuhkan sentuhan air hangat dikulit mereka,
Amanda bingung ketika ingin membuka gaun panjang putih menjuntai ya tsb. bukan apa karna jika tadi siang yang melakukannya adalah make up artist, tapi tidak sekarang karna semua sudah selesai dengan pekerjaannya masing masing.
" ehem" suara deheman Arya membuyarkan pikiran Amanda mengenai bagaimana ia membuka gaun ini dengan rasa gugup tidak semoga saja Arya mengerti dirinya lelah
" a.. ada yang bisa dibantu mas" tanya Amanda dengan terbata bata
" emm. sepertinya pertanyaan itu harusnya aku yang bilang," ucap Arya dengan suara lembut menghampiri Amanda dibelakangnya. Amanda risih atas perlakuan Arya biar bagaimanapun Arya adalah pria normal sedangkan dirinya hanya adiknya yang pernah dekat dengannya tidak dengan yang lain
" emmm apa make up artisnya sudah kembali semua" ucap Manda dengan gemetar
__ADS_1
Arya tertawa namun ditahan bagaimana bisa Amanda bertanya hal konyol seperti itu
" kau tahu ini sudah jam berapa?? jam 11 malam mereka tentu sudah di rumah masing masing
Amanda menggigit bibir bawahnya, konyol bagaimana ia bertanya dengan pertanyaan absurd tersebut?? kemana lulusan cumlaude kebanggaan nya??
" kau kenapa sayang hmmm??" Arya memeluk pinggang ramping wanita yang sedang gugup yang sudah sah menjadi istrinya tsb.
" a..aku ma...u ma...nndii.. tapi emmmm"
" aku belum terbiasa mas maaf" Amanda menundukan pandangannya merasa bersalah
" yasudah tidak apa, aku akan membantumu" Arya perlahan membuka kaitan gaun Amanda satu persatu, ia melihat kulit jenjang putih sang istri yang tidak pernah terekspos oleh siapapun sebelumnya termasuk dirinya, ada rasa bangga karna Amanda adalah sosok pemalu namun biar bagaimanapun akan sulit bagi Arya mengajarkan istrinya menjadi sosok istri yang siap di ranjang, jika urusan keperluan sehari-hari mungkin akan mudah dialihkan oleh Amanda, tapi untuk urusan intim sepertinya agak sedikit sulit.
" sudah" gaun sudah terlepas dari kaitannya secara keseluruhan, hanya saja Amanda masih diam mematung tanpa beranjak oh ayolah kadang Arya merasa geram atas tingkah laku istri barunya tersebut yang terlewat malu. ia hanya ingin membuat istrinya nyaman tanpa merasa terkekang tetapi melihat tengkuk leher jenjang istrinya ditambah kulit putih mulus belakang istrinya saja sepertinya ada yang terusik dibawah sana
__ADS_1
" shitt." Arya mengumpat sang junior tidak bisa diajak kompromi jika dulu sebelum bertemu Amanda ia akan biasa saja melihat semua aset milik wanita ons, tapi tidak dengan istrinya tsb.
" mas ngapain disini?? aku kan mau ganti baju dan mandi" ucapan Amanda membuat Arya geram
" jika kau lupa aku ini suamimu sayang" Arya menjauh menuju kasur king size hotel, berdekatan dengan Amanda tidak baik untuk tubuhnya saat ini. padahal rasa lelah sudah menyelimuti keduanya namun mengapa juniornya ini tidak mau mengerti posisi dirinya
" o..oke" Amanda buru buru masuk ke kamar mandi, sedang Arya menahan diri agar dirinya terkontrol
" sepertinya kau harus berpuasa dahulu junior" Arya melihat arah bawah yang sudah tegak berdiri ia butuh air dingin sesegera mungkin
.
.
tbc
__ADS_1