Kisah Amanda Putri .

Kisah Amanda Putri .
Pertemuan Kiya dan David


__ADS_3

Selepas Manda menasehati Kiya, Manda langsung menghubungi David tanpa sepengetahuan Kiya tujuannya agar masalah mereka cepat terselesaikan.


tak akan ia beritahu keadaan Kiya yang sebenarnya biarkan mereka yang menyelesaikannya


" David, Kiya ada di Jalan XX no.01 kawasan Malioboro Yogyakarta aku udah ketemu dia selesaikan masalah kalian secepatnya sebelum pernikahan Kiya dan Andre berlangsung ini kesempatan terakhir" ucap Manda di aplikasi hijaunya.


ia hanya berharap masalah secepatnya selesai. setelah itu ia melihat banyak panggilan tak terjawab juga puluhan pesan dari Arya menandakan kekasihnya itu khawatir


**Arya


Miss u 😘😘


Arya


I just wanna say i love you more and more


Arya


apa aku mengganggumu


Arya


kenapa pesanku belum dibalas??


Arya


Aku sudah di lobby apartemen mu


Arya


kenapa kamu ga bilang ketemu Kevin?? apa kamu masih menyimpan rasa pada seorang pria bersuami?? jawab aku

__ADS_1


Arya


aku tahu aku memang salah tapi apa kamu seharusnya melakukan itu padaku??


aku harap kau balas pesanku


57 **missed call from Arya


Amanda menghela nafas dengan kasar jika tidak salah ia tak melihat pesan di ponselnya sehari terakhir sejak bertemu Arya berarti lebih dari 24 jam. ia harus meluruskan permasalahan ini jika tidak pasti Arya akan mencarinya


from Arya


Aku baik baik saja maafkan aku telah mengabaikanmu jangan khawatirkan aku. aku hanya ingin mempersatukan temanku dan ku harap kau mengerti. jaga dirimu baik baik. jika sudah selesai dengan masalah ini aku akan kabari.


setidaknya ia membalasnya. bukan tak mencintainya hanya saja entah rasa ragu sejak kehadiran Nazwa sang mantan membuatnya enggan untuk terlalu terbuka.


disinilah Manda masih menata hati sahabatnya. ia juga merasa sendu melihat betapa terpuruknya dia. jujur ia kehilangan sahabatnya yang ceria, cerewet, bawel bahkan jokes. ia mengetahui perjalanan kisah kedua temannya. tekad untuk mempersatukan keduanya begitu kuat.


.


.


jauh di Jakarta Arya masih memikirkan sang gadisnya. ntah semenjak kejadian kehadiran Nazwa ia kini berubah menjadi lebih tertutup. Manda memang bukan orang yang suka menye menye ataupun bermanja ria hanya saja ia selalu terbuka dan bertanya ketika sedang menghadapi masalah dan bertukar pendapat. kini ia kehilangan sosok tsb


" segitu terpukulkah kamu atas masalah kemarin sehingga kamu enggan untuk sekedar bertanya ataupun bertukar pikiran seperti dulu??" itulah pertanyaan terbesar setelah mendapat pesan dari manda.


frustasi tentu saja namun ia tak bisa mengalahkan egonya mungkin benar apa kata Kevin biarkan ketiga sahabat ini menyelesaikan masalahnya dahulu. padahal rencananya yang ingin ia lakukan membicarakan pernikahan yang gagal dilakukan dua bulan lalu. namun apa daya ada rasa sedikit keraguan di diri Arya namun buru buru ia menepisnya tak ingin berlarut ia langsung mengerjakan pekerjaan kantor yang belum selesai. biarkan ia beri sedikit ruang dan kepercayaan pada gadisnya tsb.


.


.

__ADS_1


keesokan harinya, David tiba dari Surabaya pukul sebelas siang, perjalanan dari Surabaya ke Malioboro memakan waktu lima jam dengan istirahat. ia berangkat dari Surabaya pukul enam pagi dan meminta ijin untuk tidak mengikuti koas selama satu Minggu untuk menyelesaikan masalahnya. ia sudah tiba di alamat yang diberikan Manda. dengan jantung berdebar dan hati gusar dan gelisah ia memberanikan diri masuk ke pekarangan rumah asri dan indah di pandang. terdapat sesosok pria parubaya yang sepertinya penjaga rumah tsb.


" nuwun sewu pak. apa ini benar rumah Kiya??" tanya David pada pria parubaya tsb.


jika ditanya David anak asal Semarang namun tidak bisa berbahasa Jawa karna keseharian bapak ibunya dirumah selalu menggunakan bahasa baku Indonesia namun ia paham jika ada yang mengajak bicara bahasa Jawa.


" maaf mas'e sopo??" tanya pria parubaya tsb


" saya mau bertemu Kiya ada pak??"


" adek namanya siapa??"


" ah saya David pak"


" tunggu sebentar ya mas saya tanya dulu ke dalam" pria tsb langsung memasuki pekarangan dan tak lama Amanda datang menghampiri nya


" aku kira kamu ga Dateng??" ucap Manda dengan tersenyum


" maaf telah ngelibatin Lo"


" nggak apa yukk masuk" ucapan Manda dan langsung dianggukan David


sesampai di sebuah taman yang terdapat ayunan besi duduk seorang wanita dengan rambut sebahu dengan menatap ke arah taman pribadi dengan tatapan kosong. untuk memecahkan keheningan Manda membisikkan sesuatu sebelum pergi "pastikan semuanya selesai hari ini waktu kalian nggak banyak aku tinggal" dan Manda pergi meninggalkan mereka.


David langsung menghampiri wanita tsb. ada rasa kangen dan rindu padanya ia ingin memeluknya namun urung ia lakukan dan demi memecahkan kesunyian ia bersuara " Kiya"


Kiya menoleh dan refleks menghampiri lelakinya tsb. air mata yang tak mampu terbendung kini ia keluarkan pelukan hangatnya kini ia rasakan. tak jauh berbeda David pun langsung membalas pelukannya. kali ini saja ia akan mengesampingkan egonya. satu kata terucap si bibir David "maaf" itu yang terdengar.


setelah selesai melepas rindu. disinilah mereka di pinggir kolam renang dengan pelukan mesra antar keduanya. pertemuan terakhir yang menjadikan keduanya melepas satu sama lain. bisakah mereka melupakan pertemuan terakhir dan menganggap tidak pernah terjadi?? ntahlah


tbc

__ADS_1


__ADS_2