Kisah Amanda Putri .

Kisah Amanda Putri .
bonchap 7


__ADS_3

" selamat ya bapak dan ibu, istri Anda tengah mengandung dan usianya menginjak umur 4 Minggu. saya sarankan untuk tidak terlalu lelah dalam melakukan aktivitas apapun terlebih di usia trimester pertama tersebut janin masih sangat rentan sehingga harus diperbanyak bedrest. ini ada vitamin dan kalsium harap diminum secara rutin dan jika sudah habis bisa ditebus kembali selamat sekali lagi ya pak, Bu" ucap dokter Ranti yang menangani Amanda.


Arya terus saja mencium kening sang istri secara bertubi-tubi tanpa malu di depannya masih ada sosok dokter Ranti.


iya sangat bahagia akan menjadi seorang ayah.


bahkan sesampainya di rumah pun, Aries sangat over protektif sekali terhadap istrinya tersebut yang mudah mual karena morning sick. seperti suami siaga pada umumnya, ia selalu saja membuntuti sang istri kemanapun.


" udah dong Mas jangan diikutin terus akunya, aku kan jadi risih" ucap Amanda yang mulai risih dengan kehadiran Ariel yang terus saja mengikutinya


" aku takut kamu kenapa-napa, ingat kamu nggak boleh capek sama sekali karena masih hamil muda, aku udah ngabarin Mama papa dan mereka turut senang mungkin beberapa minggu lagi mereka akan mampir ke Indonesia untuk melihat mu" ucap Arya dengan senyum lebar namun tidak dengan Amanda


" mas kenapa nelpon mereka sih.?? aku kan nggak enak jadinya" ucap Manda


" ya nggak apa apa dong, mereka itu udah kepingin banget punya cucu makanya mereka excited banget denger kamu hamil sayang"


Amanda mendengarnya pun senang setidaknya dirinya bisa memberikan orang tua suaminya apa yang dia inginkan namun disisi lain ia mulai sendu, ia ingat tak ada kedua orang tuanya ketika hidupnya mulai membaik. ia merindukan bahkan langsung menangis. dan sebab Arya langsung meminta maaf kepada sang istri


" ya ampun sayang kamu kenapa menangis??"


" mas aku rindu ibu"


" tapi kamu harus bedrest sayang"


" aku mohon mas. aku pengen banget ketemu sama ibu sama bapak kita pulang ya ke Semarang"

__ADS_1


Arya termenung sejujurnya ia kasian pada sang istri namun ia juga memikirkan kandungan sang istri yang masih sangat muda.


" oke aku bakal kordinasi dulu sama Cahyo kapan dia senggangnya nanti kita kesana seminggu right. tapi tak lama lagi Cahyo akan magang dikantor. jadi kamu sabar dulu biar aku atur" ucapan Arya membuat Amanda tersenyum, ia yakin sang suami tidak akan mengecewakannya.


.


.


dua hari berlalu saat ini Arya sedang menjemput sang Daddy dan mommy ya tanpa sepengetahuan Amanda. karna sedari subuh Amanda morning sick membuat Arya iba terakhir dia lihat jam tujuh pagi tadi Amanda tertidur karna lelah muntah terus.


" aku mau jemput mom and dad dulu honey istirahatlah aku sungguh tidak tega melihatmu begitu pucat" ucapannya diakhiri dengan kecupan di dahi namun Amanda yang sedang tertidur tak terusik saat ini


" mom, dad" ucap Arya saat melihat orang tuanya tiba dari Rusia melepas rindu dengan pelukan


" congrats boy you will soon be a father" ucap daddynya dengan senyum mengembang


" aku akan menjadi seorang grandma sayangnya" ucap mama Arya dengan penuh bahagia


" thank you mom"


" dimana menantuku??" ucapan Daddy membuat Arya sendu


" istriku morning sick dad. sedari pukul lima dia tak henti memuntahkan isi perutnya tadi ketika kutinggal jemput sedang tertidur mukanya sangat pucat"


" sudah hubungi dokter??"

__ADS_1


" belum dad"..


" segera hubungi secepatnya"


" oke dad"


.


tbc


mbak Amanda lagi mabok berat gays kita doakan semoga sehat sehat bumilnya ya.


.


beberapa part lagi ending ya. aku ga mau buat konflik terlalu wah wah karna ini hanya ekstra part aja. so jadi jangan dihujat ya.


mampir ke cerita baruku judulnya Gendis, cerita itu bergenre romantis komedi ya. jadi jangan lupa mampir



dan ini salah satu isi part-nya



so ditunggu ya para readers untuk mampir ke lapak si nona krab yang ada sebelah hahaha.

__ADS_1


30 September 2021


__ADS_2