
POV Satria
Satria Nugraha itu namaku sejak kecil memang aku bergelut dengan pendidikan memiliki otak yang cerdas tampan dan juga bergelimang harta sempurna bukan tapi kalian salah. aku tidak sesempurna yang kalian kira.
mencintai tanpa dicintai sangat amat menyakitkan sejujurnya sebuah nama terus saja bersarang dihatinya
Amanda Putri
hanya saja awalnya ia terlalu takut untuk mengatakan sebuah kejujuran karna ia ingat umurnya masih kelas enam SD.
ia selalu melindungi Amanda. ia kerap di bully oleh teman sekolahnya karena sedari kecil hidup Manda sulit paling tidak semenjak ayah nya meninggal.
__ADS_1
ia harus mencari tambahan uang dengan berjualan dan juga apapun ia kerjakan asal dapat uang untuk membeli bahan makanan pokok. akulah saksi bisu perjalanan sulit hidupnya.
aku selalu membantu dari belakang dengan menyuruh seseorang mengabiskan dagangannya menggunakan uang pribadi. bukan mengungkit hanya supaya kalian tahu saja.
ketika lulus SMA berapa bangganya aku padanya sehingga menambah daya tarik ku pada ya. yang ia tahu aku menyukainya sebagai sahabatnya namun aku pria normal siapa yang tidak suka pada Amanda dengan kesederhanaan nya memiliki daya pikat tersendiri. jujur saja Satria pun kadang dikejar fans maupun yang menyukainya bahkan ketika SMP dan SMA ia selalu saja mendapat coklat, sapu tangan, ataupun barang barang cowok siapa lagi kalo bukan pengikutnya hanya saja aku terlalu menutup diri karena Amanda Putri.
ketika kuliah memasuki beberapa semester aku dikejutkan dengan lontaran kata ayah dan ibu
" kamu kami jodohkan dengan anak kepala desa"
ingin menolak tapi aku tidak bisa. mengecewakan orang tua pantang bagiku. biar bagaimanapun sejatinya seorang anak adalah berbakti pada orang tuanya. jadi mau tidak mau ia mengiyakan saja toh masih ada waktu merubah segalanya setidaknya sampai ia lulus kuliah.
__ADS_1
aku dengan ia sefalkutas hanya saja berbeda kelas. aku tahu ia memiliki dua teman baru. jarang sekali ia mau berinteraksi dengannya. oiya jangan lupakan aku dan David adalah rival sejak sejak SMP. ia juga menyukai Amanda namun ketika kuliah ia lebih memilih mengalah dan memilih membuka hati pada yang lain. dan yang aku tahu ia salah satu teman dekat Amanda alasannya klasik
" gw gak mau terjebak di dunia friendzone terlalu lama yang ada sampe lebaran monyet dia tetap nganggap kita sahabat. terus gw juga mau ngerasain kawin apalagi di perhatiin seseorang" kadang ada benarnya anak monyet itu kalo ngomong.
aku memutuskan untuk membuka diri dan menerima perjodohan juga komunikasi sama calon istri hanya saja selalu gagal. rasa peduli dan cinta terhadap Manda tidak bisa ia hilangkan begitu saja seperti David. aku iri pada ya untuk pertama kalinya. aku kira dengan aku satu jurusan sama dia membuat semakin dekat dengannya namun aku salah. semakin lama semakin menjauh. aku pasrah saja mengikuti alur yang ada namun semakin lama semakin jauh.
aku lupa pernah suatu hari aku bertekad mengeluarkan perasaanku padanya di sebuah mall. ya aku nekad menyatakan cinta dan berkata jujur pada Manda walaupun kemungkinannya kecil ia mau menerimaku dan see kejadian itu nyata ia menolaknya mungkin ini adalah rasa sakit yang teramat dalam buatku bagaimana tidak walaupun aku dengan suka rela membantu dan menjaganya namun dihari kecilku juga ingin teriak bisakah menghargai usahaku dulu dengan menerimanya?? tapi aku tak sanggup karna pasti Manda akan membebani pikirannya dan aku tak mau lihat itu. baiklah aku mengalah.
tepat setelah kelulusan Amanda, gadis yang aku cintai itu diterima kerja menjadi staff keuangan sesuai kemampuannya sedangkan aku, aku ditarik ayah untuk meneruskan pekerjaan di Semarang. jujur berat namun mau tidak mau aku terima dan David, dia lah jadi jembatan ku bertanya mengenai Manda. awalnya aku kaget mendengar David bilang seorang pria yang notabennya atasan Manda mendekatinya dan feeling aku akan sia sia namun miris ternyata jenjang mereka semakin serius. dan dengan syoknya setelah beberapa lama untuk pertama kalinya dipernikahan David ia melihat Manda berbincang dengan seorang pria yang ku tak salah dengar bernama Arya. aku terus saja membuntuti interaksi keduanya namun ketika Manda sedang sendiri, ntah dorongan dari mana aku langsung saja memeluknya menyalurkan kerinduan biarkan aku lupakan bahwa aku sudah punya tunangan di semarang. ya tidak ada yang tahu beberapa Minggu lalu aku resmi bertunangan dengan anak pak lurah tsb. hanya saja aku tak memberitahu siapapun bahkan David tak aku beritahu karna aku dengar dia sedang dimasa sulit.
.
__ADS_1
.
tbc lanjut part 2