
disebuah kamar mewah terdapat seorang gadis sedang menghias dirinya.
dengan penampilan sempurnanya membuat semua orang iri padanya.
Nazwa Azzalea Anderson atau biasa dipanggil Nana.
cinta pertama tuan muda Arya ini menitihkan karir di negeri ginseng. setelah ia meluluskan kuliah sebagai consultants ia memutuskan untuk bekerja disana selama dua tahun.
ia awalnya putus dengan Arya karna Arya selalu saja melarangnya melanjutkan pendidikan dan cita citanya. namun ia kekeh untuk melanjutkan studinya
namun selama lima tahun setelah putus ia merasakan kehampaan dan sangat kesepian. walaupun karirnya bagus di negeri orang namun ia tetap memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah mengetahui bahwa Arya tlah kembali ke tanah air beberapa waktu lalu.
bagi Nana, ia harus menebus kesalahannya pada Arya, mungkin saja ini sebagai hukuman atas apa yang ia perbuat pada Arya. setiap ia mempunyai hubungan dengan pria, ia selalu saja ditinggalkan menyedihkan bukan anggap saja karma baginya.
tubuh langsing, kulit putih pucat pasi khas gadis Korea dan mata bulat kecil sedang hidung mancung nan bibir ranum seksi siapa yang tak tergoda dengan penampilan perfect nya ini ah sial namun tetap saja lagi lagi ia ditinggalkan.
berangkat dari bandara internasional Incheon menuju bandara Soekarno Hatta membutuhkan waktu perjalanan selama enam jam. ia sudah tak sabar ingin bertemu Arya dan meminta maaf padanya dan meminta kesempatan kedua agar ia mau menjalin hubungan kembali
tak peduli lagi dengan rasa malu yang akan ia perbuat. toh dulu Arya amat sangat mencintainya bukan.
setelah enam jam perjalanan sampailah ia di negeri tercintanya. ia langsung menuju apartemen untuk meletakkan barang miliknya dan kembali pergi ke perusahaan yang Arya pimpin.
Arya sedang mengadakan rapat tahunan dengan para karyawan. Manda pun turut andil menjelaskan semua detile keuangan perusahaan yang dipimpin Arya bahwa selama beberapa bulan terakhir keadaannya mulai stabil dan mengalami surplus yang sangat menggembirakan.
senyum Arya tak pernah hilang menampilkan sosok yang dicintainya sedang menyampaikan argumen dan laporan dengan bukti kongkrit.
rapat selesai semua karyawan kembali ke bagian masing masing. Manda menuju keluar ruang rapat namun ditahan oleh Arya.
" tunggu sayang"
__ADS_1
" pak Arya" ucap Manda dengan kaget tangannya dicekal oleh Arya
" pak???" Arya bertanya
" ini masih dikantor" ucap Amanda
" oke baik tuan putri" Arya menghela nafas berat dan pergi keluar ruangan bersama dengan Manda.
sampai dilantai tiga ada seorang wanita cantik sedang menunggu seseorang di bangku tunggu. lalu Arya menegaskan sepertinya ia mengenal sosok tsb. Amanda yang tak merasa mengenal seolah cuek saja.
karna terdengar suara, perempuan itu menoleh kebelakang dan memberikan tatapan senyuman kepada Arya
" hai Arya sayang" ucap Nana
" sayang??" gumam Amanda dalam hati
" Nana" Arya yang kaget
Manda pun sontak kaget melihat pemandangan tsb. ia tak kuasa melihat pemandangan ini. Azka yang masuk ke ruangan sontak kaget melihat tuan mudanya dengan perempuan lain dan kondisi Amanda yang mematung membuat Azka sigap menghampiri Amanda dan membawanya pergi dan kebetulan jam makan siang sebentar lagi
" Bu mari ikut saya" Azka membawa Manda dan ia menurut saja seolah tatapannya kosong
sesampai di lantai bawah, Azka langsung membawa keluar kantor dan mencari tempat yang tepat.
" kau baik baik saja Manda??" Azka bertanya karna Amanda hanya diam saja
" siapa dia ka??" Manda membuka suaranya
" dia Nazwa Azzalea Anderson mantan tuan Arya"
__ADS_1
" oh apa mereka masih berhubungan hingga sekarang??"
" setahuku lima tahun lalu mereka putus karna Nana memutuskan untuk pergi ke Korea menjadi consultants dan ia juga sekolah disana" ucap Azka
tak lama telpon Manda berdering menandakan panggilan masuk dan pesan secara terus menerus berdatangan, namun ia tak peduli hatinya kacau dan sakit untuk kedua kalinya.
" Manda telponmu berdering terus"
" biarkan jangan bilang kita lagi bersama atau kita sedang disini"
" baik"
tak lama telpon Azka berdering menandakan bosnya menelpon
" kau dengan Amanda tidak??"
Manda mengisyaratkan Azka dengan gelengan kepala
" tidak tuan"
" kau tak bohong kan??"
" tidak tuan sepertinya nona sedang menenangkan diri"
" baiklah kabari aku cari tahu Manda dimana segera"
" baik tuan" Tut.
tbc
__ADS_1
POV Author : maaf ane salah ketik nama jadi di revisi udah gitu aja makasih hehehe