
Nathar tampak salah tingkah saat Flo memilih untuk banyak diam.
"Ehm... Apa Kamu masih marah?"
Flo menarik nafas panjang, "Kenapa Aku harus marah?"
"I-iya karena kejadian waktu itu."
"Tuan Nathar, atas dasar apa Saya harus marah kepada Anda? Anda bebas melakukan apapun sesuka Anda tanpa harus melibatkan perasaan Saya."
"Bu-bukan begitu, maksud ku... Aku tidak mau Kamu menganggap ku sebagai laki-laki mesum. Aku tidak seperti itu."
"Tapi kenapa Kamu harus menjelaskannya kepada ku? Apa manfaat untuk mu jika Aku tidak menganggap mu bukan laki-laki mesum?"
Nathar terdiam, baru kali ini dia merasa bingung harus berkata apa.
"Emm bagini Flo, entah kenapa Aku merasa ingin menjelaskan semuanya kepada mu. Aku tidak ingin ada kesalah pahaman antara Kamu dan Aku. Ini bukan untuk reputasi ku, Kamu tau sendiri bagaimana orang memandang ku dan orang tidak akan mempercayai mu kalaupun Kamu menjelaskan sesuatu yang Kamu lihat waktu itu. Aku hanya mengikuti naluri ku, perasaan ku..."
"Lalu?"
Nathar menarik nafas panjang, "Aku ingin meminta pendapat mu mengenai masalah ku saat ini, Aku tidak tahu harus menceritakan hal ini kepada siapa. Seperti yang Kamu tahu, Aku tidak mempunyai banyak teman."
Flo membelalakkan matanya untuk kesekian kalinya, batinnya kembali bergumam, "Aku kira Kamu akan menyatakan perasaan mu kepada ku. Ayolah Flo jangan terlalu tinggi berekspetasi."
"Jadi apa Kamu mau membantu ku?"
"Ehm... Memangnya apa yang harus Aku lakukan?"
"Nathan... Nathan menyukai Nona Luna dan seperti yang Kamu ketahui, Nona Luna tidak sebaik itu, maksud ku Nathan tidak mengetahui Nona Luna yang sesungguhnya. Aku ingin Nathan tahu bagaimana Nona Luna dan selanjutnya biarkan perasaan Nathan yang menentukan."
"Kenapa tidak Kamu katakan yang sesungguhnya?"
"Nathan mengira Aku menyukai Nona Luna juga, padahal tidak seperti itu."
"Kalau begitu biarkan dia mengetahui dengan sendirinya."
Nathar tampak menolak "Tidak mungkin Aku membiarkannya begitu saja, bantu Aku melakukan sesuatu."
Flo menarik nafas panjang "Apa yang harus Aku lakukan?"
"Tidak tahu."
__ADS_1
"What? Tidak tahu? Aku kira Kamu sudah mempunyai rencana dan meminta ku untuk andil dalam rencana mu."
"Ini masalah perasaan, Aku benar-benar sangat payah dalam hal ini."
Batin Flo kembali bergumam, "Aku tahu Tuan Nathar, Kamu sangat payah dalam masalah perasaan."
"Kamu yakin Nona Luna melakukan itu?"
"Ya, Kamu lihat sendiri kan?"
"Lihat sendiri bagaimana? Aku melihat mu keluar dari dalam kamar Nona Luna dengan keadaan yang sangat tidak baik. Kamu yang memasuki kamar Nona Luna."
"Ya ampun Flo, Aku kan sudah jelaskan bagaimana kejadiannya."
Mereka terdiam, Nathar tampak sedang merencanakan sesuatu.
"Bagaimana kalau Kita membuat pertemuan palsu antara Nona Luna dan pria itu, lalu..."
"No. Big no. Itu artinya Kamu menjebak Nona Luna. Bagaimana kalau Tuan Nathan mengetahui rencana mu? Semua akan semakin rumit. Kesalah pahaman akan semakin tampak dan Nona Luna akan sangat mudah untuk mengelak."
"Benar. Lalu Aku harus bagaimana?"
"Cari bukti nyata, misal secara natural Nathan melihat Nona Luna dengan sikap aslinya."
"Kurang lebih seperti itu. Lagi pula Kamu belum yakin dengan opini mu. Bisa saja Nona Luna memang dijebak atau itu adalah sebuah kecelakaan."
"Tapi saat Aku menghubungi Nona Luna untuk mendengar kabarnya, Aku mendengar suara seorang pria."
"Tapi itu bukan bukti kuat. Bisa saja Mereka memang sedang reuni?"
"Iya Kamu benar, Aku tidak boleh mengambil keputusan begitu saja. Aku harus mengetahui semuanya sebelum terlambat."
Makanan tiba, Mereka makan malam bersama.
Setelah selesai, Nathar mengantar Flo menuju mobilnya.
"Benar tidak akan Aku antar?"
"Tapi Aku membawa mobil, Aku tidak bisa meninggalkan mobil hasil kerja keras ku begitu saja."
"Kalau begitu Kita naik mobil mu."
__ADS_1
"Lalu Kamu? Bagaimana Kamu akan pulang?"
Nathar terdiam sejenak, "Kamu mengantar ku dengan mobil mu."
"Ya ampun Tuan Nathar, itu namanya Aku yang mengantar mu. Bukan Kamu yang mengantar ku."
Nathar tertawa, "Baiklah Nona Flo, hati-hati di jalan."
"Iya." Flo masuk ke dalam mobil.
"Oh ya Nona Flo."
"Ada apa?" Flo membuka kaca jendelanya.
"Kamu cantik malam ini."
Seketika pipi Flo memerah, Flo menarik nafas panjang "Aku pergi."
"Bye Nona Flo."
Di dalam mobil Flo berbicara sendirian, "Aku benar-benar tidak menyangka, putra dari pasangan paling romantis di perusahaan L begitu cuek dan tidak peka seperti itu."
Nathar duduk di balik kemudinya kemudian mengedipkan matanya, "Jangan lupa like, komen dan vote yaa sayaaang!"
...----------------...
Hayoo udah diminta sama Nathar loh, masa nggak mau. Hihihi
Gimana kalau Kalian di posisi Flo?
Ganteng sih, tajir, idaman semua wanita. Tapi nggak peka 😄😄
Selamat menikmati karya ku zheyeenk, semoga Kalian tetap dukung karya kuuuu 🥰🥰
👍🏻 Like
📝 Komentar
❤ Favorite
dan Vote yaa 😁😁
__ADS_1
Terima kasiiih 🥰🥰