Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Penculikan


__ADS_3

Cla dan Nathar melihat adegan panas antara Luna dan Andra. Mereka bahkan tampak sedang berpesta dengan berbagai minuman di atas meja.


"Br*ngsek, Mereka berpesta atas kejahatan yang Mereka lakukan terhadap Nathan. Aku tidak akan pernah memaafkan Mereka."


Cla tampak tidak kalah emosi, "Rasanya ingin menjambak perempuan j*lang tidak tahu malu itu. Beraninya dia mengkhianati saudara ku. Kurang apa Kami kepada mu sampai-sampai Kamu berani mengkhianati Kami."


Kevin menghampiri Cla dan Nathar, "Bagaimana? Apa ada petunjuk lain?"


"Tidak ada, Mereka sedang berpesta atas keberhasilan kejahatan Mereka." Cla masih tampak emosi.


"Aku sudah menghubungi orang kepercayaan ku, Nathan dibawa ke Kota Z. Mereka membawanya ke villa kosong di atas bukit."


"Kita harus segera menemukan Nathan." Nathar tampak bersiap untuk berangkat.


"Benar, Kita harus memastikan kalau Nathan ada disana kemudian Kita akan menghubungi pihak polisi."


Nathar dan Kevin segera pergi dengan menggunakan mobil Kevin.


Cla tampak panik, dia mencoba menghubungi Kendra.


"Kenapa princess? Ada apa menelpon tengah malam seperti ini?"


"Emm Daddy, apa Mommy sudah tidur?" Cla tampak ragu.


"Tentu, sepertinya Mommy mu kelelahan setelah menyiapkan makanan seharian. Ada apa?" Kendra tampak curiga.


Dengan perlahan Cla menjelaskan keadaan Nathan saat ini.


"Apa? Pria br*ngsek itu menculik Nathan?"


"Iya Daddy, dan sepertinya dia mengira kalau orang yang dia culik adalah Nathar."


"Daddy sudah tidak bisa memaafkan Mereka. Daddy akan segera membuat perhitungan dengan Mereka." Kendra tampak sangat emosi.


"Tunggu, apa maksud Daddy? Daddy mengetahui semuanya?" Cla tampak bingung.


"Daddy tahu semuanya, beberapa kali Daddy menemui pria br*ngsek itu untuk tidak mengganggu Nathan."


Flash back...


Saat pesta pernikahan Nathan dan Luna, Kendra mencurigai pria yang tiba-tiba datang dan membuat kegaduhan itu.


Kendra mengikuti pria tersebut dan kemudian melihat Nathar yang tengah mengejarnya.


Kendra akhirnya menghubungi salah satu orang kepercayaannya. Sejak saat itu Kendra mengawasi setiap gerak-gerik Andra.


Setelah mengetahui siapa Andra dan apa yang dilakukannya, Kendra tidak hanya diam. Kendra menemuinya dan memberinya pelajaran, Kendra meminta Andra untuk menjauhi keluarganya. Kendra tahu apa yang diinginkan Andra, uang. Kendra memberi cukup banyak uang, namun ternyata itu tidak membuat Andra pergi begitu saja.

__ADS_1


Saat ini Kendra tengah menuju lokasi, Kendra menghubungi orang kepercayaannya.


Kendra benar-benar geram dengan sikap Andra, "Kalau sampai Kamu berani menyentuh putra ku, Aku tidak akan ragu untuk menghabisi mu dengan tangan ku sendiri."


Kendra menghubungi Nathar, "Daddy..."


"Tunggu Daddy, jangan gegabah. Daddy tahu seperti apa pria br*ngsek itu."


"Tapi..."


"Daddy ada di belakang Kalian."


Nathar melihat ke arah belakang, ternyata benar mobil Kendra tengah berada di belakang mobil Mereka.


Mereka kini berada di lokasi. Nathan tengah ditahan dan masih belum sadarkan diri. Sebuah tali terikat di tubuhnya.


Luna tengah duduk di sebuah kursi bersama Andra.


Seseorang menyiram tubuh Nathan dengan air dingin hingga Nathan sadar dari pingsannya.


"Wah wah sepertinya Anda sudah bangun dari mimpi indah ya Tuan Nathar." Luna tampak tertawa, dia belum sadar seratus persen akibat minuman yang dia konsumsi bersama Andra.


Luna menghampiri Nathan dan menyentuh dagunya, "Aku kira Kamu pria yang hebat, coba lihat. Kamu bahkan pingsan selama lebih dari dua jam. Tapi sayangnya, mimpi indah Anda akan segera berakhir."


"Baby, biar Aku yang membereskannya. Kamu duduk saja dan nikmati pertunjukan ku." Andra mendekati Luna.


Nathan membelalakkan matanya, dia tampak sangat kesal.


"Lihatlah dia, dia tampak terkejut melihat Kamu mencium ku Baby." Andra tampak tertawa.


"Kamu pikir Kamu bisa melaporkan ini kepada saudara kembar mu? Tentu saja tidak. Kamu tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini." Andra mendaratkan sebuah pukulan tepat di pipi Nathan.


Di saat yang bersamaan, Kendra, Kevin dan Nathar tiba di ruangan tersebut.


Kendra dan Nathar hampir hilang kendali, Mereka tampak begitu emosi melihat Nathan diperlakukan seperti itu.


"Tenang dulu, jangan gegabah. Kita akan segera membebaskan Nathan." Kevin mencoba menenangkan.


Di luar sana, orang suruhan Kendra dan Kevin tengah mengamankan orang-orang suruhan Andra dan Luna.


Tidak membutuhkan waktu lama, keadaan di luar sudah selesai diatasi.


"Lihat, bibirnya berdarah. Oh no, apa yang akan terjadi jika Daddy mu tahu? Hahaha" Luna mengusap bibir Nathan dan tertawa.


"Jika Daddy nya tahu, maka dia tidak akan pernah memaafkan mu." Kendra kini berada tepat di belakang Luna.


Luna membelalakkan matanya tidak percaya, namun berbeda dengan Andra.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Kendra, sepertinya Anda berniat menjadi pahlawan bagi putra bungsu mu ini."


Kendra menghampiri Andra dan memukul tepat di wajahnya, "Ini balasan karena Kamu berani menyentuh putra ku."


Andra hanya tertawa, "Hanya ini?"


Luna terdiam, Kendra menghampiri Luna.


"Harus Kamu ketahui, orang yang ada di hadapan mu adalah suami mu, Nathan."


Luna membelalakkan matanya namun kemudian tertawa, "Hahaha, Anda mencoba membodohi Kami? Aku tahu betul yang mana Nathan dan yang mana Nathar? Aku adalah istrinya."


"Istri? Istri macam apa Kamu? Perempuan j*lang." Nathar menghampiri Luna.


Luna semakin membelalakkan matanya, "Tunggu, apa maksud mu? Bagaimana mungkin?" Luna menatap Nathan. "Benar, Kamu Nathan. Kenapa Kamu bisa ada di dalam mobil Nathar?"


Kevin menghampiri Mereka, "Terima kasih atas kerja samanya Nona Luna, Tuan Andra. Kami mendapat cukup bukti untuk menangkap Kalian." Kevin memperlihatkan sebuah flashdisk yang berisi sebuah rekaman dari kejahatan Andra dan Luna.


"Apa? Bagaimana mungkin Kalian bisa melakukan ini kepada ku?"


Kendra menghampiri Andra, "Aku sudah memperingatkan mu untuk menjauh dari keluarga ku, atau Aku akan membuat mu menyesal."


Kevin dan Nathar menangkap Andra dan Luna, "Lepaskan, lepaskan Aku. Dimana Kalian? Kenapa bisa ada penyusup masuk kemari?" Andra berteriak.


"Hanya Mereka anak buah mu? Sayang sekali, Mereka habis dalam hitungan detik."


Kendra melepaskan Nathan dari ikatan tali tersebut.


Nathan menghampiri Andra, dia memukul Andra lagi dan lagi.


"Beraninya Kamu bermain di belakang ku. Kamu pikir Aku sebodoh perempuan j*lang itu?"


Luna tampak menangis, "Sayang, maafkan Aku sayang. Aku diancam oleh dia. Aku mohon maafkan Aku, Aku mencintai mu."


Nathan menghampiri Luna, "Berhenti berbuat bodoh seperti ini. Mulai saat ini, Kamu bukanlah istri ku. Aku menceraikan mu saat ini juga."


Luna membelalakkan matanya, "Tidak... Kamu bercanda kan? Sayang... Sayang..."


...----------------...


Pengen berkata kasar, tapi gabakal lulus review 😂


Kita tunggu hukuman yang setimpal dari Daddy Ken yaa.


Seneng deh kalo nulis part Keluarga Leonard yang kompak ini.


Makasih yaa buat Kalian yang selalu dukung karya ku 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2