Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Perasaan


__ADS_3

"Emm Tuan Nathar..." Flo tampak salah tingkah.


"Aku mengerti kenapa Aku begitu kehilangan mu saat Kamu menjauh dari ku. Aku benar-benar tidak bisa jauh dari mu."


"Ki...Kita sedang berada di tempat umum." Wajah Flo memerah saat beberapa orang melirik ke arahnya.


"Memangnya kenapa? Aku masih mau memeluk mu seperti ini." Nathar mengeratkan pelukannya.


"Le...Lepaskan Aku, orang-orang melihat ke arah Kita."


"Biatkan saja, siapa tahu di antara Mereka akan menangkap Kita dan menikahkan Kita." Nathar tertawa.


"Kamu... Dasar laki-laki mesum." wajah Flo tampak sangat memerah.


Nathar melepaskan Flo dan menatap wajahnya, "Kenapa wajah mu begitu merah?"


"Kenapa Kamu tidak tahu malu? Lihatlah banyak anak kecil yang melewati Kita. Mereka melihat Kita. Kamu pikir anak-anak balita bisa menikahkan Kita?" Flo tampak mengomel.


Nathar melihat sekitar, ada lima orang anak tengah berada di hadapannya dan melihat Mereka berdua.


"Apa yang sedang Mereka lakukan?" Nathar berbisik.


"Entahlah, tanyakan saja oleh mu."


"Paman menangis? Kenapa?" Seorang anak perempuan angkat bicara.


"Tidak, Paman tidak menangis."


"Paman pasti sedang bersedih. Aku juga jadi ikut sedih." Anak yang lain menambahkan.


Nathar tampak bingung, tiba-tiba anak itu menangis. Beberapa anak mengikutinya dengan menangis.


"A...Apa-apaan ini? Kenapa Mereka jadi menangis?"


"Aku bingung kenapa Kamu mengajak Ku ke taman bermain seperti ini." Flo pun ikut panik.


"Cup cup anak manis, jangan menangis. Paman tidak sedih ko." Nathar mencoba menenangkan.


"Bagaimana kalau orang tua Mereka melihat ini? Ayo buat Mereka berhenti menangis."


Nathar melihat sekitar kemudian memanggil seorang penjual balon.

__ADS_1


"Paman punya balon, siapa yang mau balon?"


Anak-anak itu saling pandang kemudian semuanya mengacungkan tangannya.


Nathar memberikan banyak balon kepada Mereka.


Mereka kembali tertawa dan memainkan balon tersebut.


"Huft... Berhasil, kenapa harus ada anak-anak seperti itu?"


Flo tertawa terbahak-bahak melihat Nathar yang kebingungan menenangkan banyak anak.


"Kamu sepertinya bahagia melihat ku kesusahan." Nathar mulai merajuk.


"Sudah jangan seperti itu, atau Aku akan memanggil Mereka kembali."


Tampak anak-anak tengah bermain balon di tengah taman.


"Ayo Kita pergi, sebelum masalah yang lainnya timbul."


Flo masih tertawa, "Paman takut anak-anak?"


"Berhenti mengejek ku Flo."


Kini Mereka berada di dalam mobil. Nathar meraih botol minuman dan meminumnya.


Flo melihat leher Nathar yang begitu menggoda saat Nathar meneguk air minum.


Flo segera mengalihkan pandangannya saat Nathar menyadari tengah diperhatikan.


"Kenapa?"


"Tidak." Flo menggelengkan kepalanya dan masih mengalihkan pandangannya. Flo sangat benci dengan segala sesuatu yang ada dalam pikirannya.


"Kamu mau minum?"


"Tidak."


"Lalu kenapa seperti itu? Lihat Aku?"


Flo menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Nathar memeluk Flo dari arah belakang. "Jangan menghindari ku lagi."


"Kenapa Kamu selalu saja tidak peka?"


"Tidak peka? Memang apa yang salah? Apa karena Aku tidak berbagi minuman dengan mu?"


"Kamu selalu saja mempermainkan perasaan ku." Flo menundukkan kepalanya.


Nathar tampak terkejut, "Lihat Aku Flo." Nathar meraih wajah Flo.


"Aku bukan orang yang pandai dalam memahami perasaan. Maka dari itu, bantu Aku untuk bagaimana memahami perasaan itu. Jangankan perasaan mu, Aku bahkan tidak mengerti dengan perasaan ku sendiri."


Flo menarik nafas panjang, "Jadi apa yang harus Aku lakukan untuk membantu mu?"


"Tetaplah di samping ku, jangan pernah menghindari ku lagi. Aku benar-benar tidak bisa jauh dari mu Flo. Aku tidak bisa menahan rasa rindu ku yang teramat saat Kamu mejauh dariku."


Flo mulai tersentuh, perasaannya mulai melunak.


"Tapi... Aku juga tidak bisa terburu-buru menyimpulkan perasaan ku, Aku tidak bisa menyimpulkan kalau perasaan ini adalah cinta." Nathar menambahkan.


"Aku takut kalau perasaan ini hanyalah sebuah ketergantungan atau kebiasaan."


Flo membelalakkan matanya, "Kamu jahat. Kamu terlalu egois, Kamu hanya memikirkan perasaan mu tanpa memikirkan perasaan ku. Aku harus berada di samping mu tapi Kamu sendiri tidak mengerti bagaimana perasaan ku? Aku tidak bisa menjadi seperti yang Kamu inginkan. Aku tidak bisa berada di samping mu hanya untuk memecahkan teka-teki kembali."


Flo membuka pintu mobil dan meninggalkan Nathar sendirian.


Nathar tampak sangat frustasi, "Bagaimana Aku begitu bodoh dalam memahami perasaan?"


Nathar hendak menyusul Flo namun seseorang memeluk Nathar dari arah belakang, "Kak Nathar? Aku melihat mu dari kejauhan, Aku yakin Kamu adalah Kak Nathar. Tidak ku duga bisa kembali bertemu dengan mu di sini."


"Arabella?"


...----------------...


Kenapa kedua anak bujangnya Kendra dan Amana begitu tidak peka?


Gemes deh kan yaa.


Jangan lupa selalu dukung karya ku yaa.


Siapa yang setuju tambahkan tokoh pria yang membuat Nathar jungkir balik mengejar Flo? 😂

__ADS_1


Jangan lupa dukung selalu karya ku yaa zheyeeenk 🥰🥰


__ADS_2