Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Kebenaran yang Terungkap


__ADS_3

Nathar begitu terkejut saat mendengar berita dari Nadhira, sekretarisnya.


"Apa? Coba Aku lihat." Nathar meraih ponsel milik Nadhira.


"Sejak kapan? Kenapa Kamu baru memberitahu ku sekarang?"


"Maaf Tuan, Saya baru membuka website perusahaan karena sibuk dengan..."


"Mulai saat ini, Kamu harus sering mengeceknya dan laporkan kepada ku."


Nadhira tampak bingung.


"Apa ini alasan Flo menghindari ku?" Batin Nathar bergumam.


"Aku akan memberi pelajaran kepada Kalian yang telah menyebarkan berita tidak benar ini." Batin Nathar masih bergumam, dia mengepalkan tangannya dengan penuh emosi.


"Cari tahu siapa pemilik akun yang menyebarkan berita tidak benar ini."


"Tapi Tuan, Mereka mengira ini memang benar terjadi. Nona Flo tidak memberikan kalrifikasi apapun."


"Aku bilang ini berita tidak benar." Nathar menggebrak meja yang ada di depannya.


Sontak saja itu membuat Nadhira ketakutan.


"Aku tunggu siang ini, Kamu harus segera menemukan pemilik Aku tersebut."


"Baik Tuan." Nadhira hanya menganggukkan kepalanya.


Awalnya dia ingin melaporkan berita kenaikan jabatan karyawan yang telah di upload. Nathar memang memerintahkan Nadhira untuk menguploadnya di website perusahaan. Namun Nadhira cukup terkejut saat berita palsu mengenai Flo menduduki peringkat terpopuler kedua, di bawah berita kenaikan jabatan karyawan perusahaan L.


"Satu lagi." Nathar menghentikan langkah Nadhira.


"Berita itu tidak benar. Pria yang ada di gambar itu adalah Aku. Apa Kamu benar-benar tidak mengenali ku?"


Nadhira menutup mulutnya tidak percaya, kembali dia membuka gambar tersebut dan benar pria itu mirip sekali dengan Nathar. Walaupun hanya tampak dari belakang, tapi Nadhira sangat yakin kalau itu adalah Nathar.


"Ma...Maaf Tuan."


Setelah Nadhira keluar dari ruangan, Nathar segera menghubungi Flo.


Namun hingga beberapa panggilan, Flo masih tidak menjawab panggilan Nathar.


"Apa Kamu benar-benar ketakutan? Maafkan Aku karena tidak mengerti keadaan mu."


Nathar berjalan menuju ruangan Flo.


Flo tampak sangat terkejut saat melihat Nathar berada tepat di hadapannya dengan keadaan sangat marah.


"Tu...Tuan, Anda..."


Nathar bergegas menghampirinya dan memeluknya dengan sangat erat.

__ADS_1


Ruangan Flo yang dikelilingi dinding kaca sontak membuat seluruh bawahannya membelalakkan matanya karena melihat adegan tersebut.


Flo berusaha melepaskan pelukan Nathar, dia hendak mengambil remote tirai, namun Nathar mencegahnya.


"Maafkan Aku, Honey."


Flo mengetahui arah pembicaraan, Nathar pasti sudah mengetahui berita yang dibuat beberapa bulan yang lalu.


"Ta...Tapi, Kita sedang di dalam kantor. Kita bisa membicarakan ini setelah selesai dari kantor."


"Biarkan Mereka melihatnya, biarkan dunia tahu kalau Kamu adalah milikku."


Flo membelalakkan matanya tidak percaya.


Nathar meraih tangan Flo dan mengajaknya keluar.


Seluruh bawahan Flo langsung mencari kesibukkan. Mereka pura-pura tidak melihat apapun.


Nathar tampak sangat marah, "Apa seperti ini ketika Kalian melihat berita tidak benar mengenai atasan Kalian? Pura-pura tidak melihat? Atau mungkin Kalian diam-diam ikut membicarakannya?"


Aktifitas yang semula dibuat-buat langsung terhenti. Mereka menundukkan kepalanya.


"Mereka... Mereka tidak terlibat dalam penyebaran berita tersebut. Kami bagaikan keluarga, tidak mungkin Mereka melakukan hal seperti itu." Flo mencoba menenangkan Nathar.


"Kalian lihat? Kalian lihat bagaimana dia membela Kalian? Itulah yang terjadi setiap kali Kalian melakukan kesalahan. Nona Flo selalu membela Kalian." Nathar masih tampak emosi.


Seluruh karyawan tampak menundukkan kepalanya.


Nathar pergi meninggalkan ruangan Flo. Flo masih mematung di hadapan semuanya.


Bagian personalia sudah memecat orang yang menyebar berita palsu tersebut. Tentu saja Nathar bekerja secara profesional, berita tidak benar itu akan memberikan gambaran buruk mengenai perusahaan, apalagi yang menjadi korban disini adalah Flo, pujaan hatinya.


"Masih baik Tuan Nathar tidak menggugat Kalian, Kalian akan terkenal pasal undang-undang ITE. Berita yang Kalian sebarkan adalah berita hoax."


Hampir tiga puluh orang diberikan surat peringatan, Mereka menyesal karena terpancing berita tidak benar tersebut, terlebih lagi Mereka tidak mengenali kalau pria dalam berita tersebut adalah Nathar, pimpinan Mereka.


Kini berita mengenai hubungan Flo dengan Nathar mulai tersebar hingga penjuru kantor.


Nathan menghampiri Nathar di ruangannya, "Akhirnya Kamu buka suara juga. Tahu seperti itu, Aku akan menyebarkan berita tersebut lebih dulu." Nathan tertawa.


"Awas saja kalau Kamu berani menyinggung Flo."


Bukannya takut, Nathan hanya tertawa. "Galak sekali sih. Jadi kapan akan membawa Flo menemui Mommy dan Daddy. Hubungan Kalian hampir satu tahun."


Nathar terdiam, "Bukannya Aku belum yakin, Aku tidak ingin terburu-buru. Aku ingin lebih mengenal Flo, dan Flo lebih mengenal ku."


Nathan tersenyum, "Kamu benar, Kamu selalu benar. Lebih baik jangan tergesa-gesa. Atau Kamu akan menyesal karena tidak mengenalnya dengan sungguh-sungguh."


Nathar tampak terkejut, "Apa hubungan Kalian baik-baik saja?"


"Siapa?"

__ADS_1


"Luna?"


Nathan tersenyum dan memeluk Nathar, "Kamu benar-benar kembaran ku. Aku tidak mengatakan apapun tapi Kamu paham maksud ku."


"Apa yang terjadi?"


"Semua yang Kamu katakan benar." Nathan menundukkan kepalanya, dia terlalu malu karena sempat berselisih dengan Nathar demi membela Luna.


"Tunggu, apa maksud mu?"


"Luna masih belum berubah."


"Apa?" Nathar tampak sangat marah.


"Pria itu bahkan sering datang ke apartemen tanpa sepengetahuan ku."


"Br*ngsek. Berani-beraninya Mereka melakukan itu? Dan Kamu diam saja?" Nathar tampak geram.


"Aku akan memberikan pelajaran kepada Mereka."


"Ayolah tunggu apa lagi? Aku benar-benar tidak sabar untuk menghajar pria br*ngsek itu."


"Tidak semudah itu, Aku tidak ingin Mommy dan Daddy mengetahui ini lebih dulu. Mommy bahkan memafkan pria yang menyakitinya. Aku tidak ingin mengingatkan Mommy pada kejadian itu lagi."


"Serahkan padaku. Aku akan menghajarnya sampai dia tidak berani muncul di dunia ini lagi."


Nathan tersenyum, "Seharunya Aku mempercayai mu waktu itu. Maafkan Aku."


Nathar memeluk Nathan, "Semua sudah berlalu, jangan berikan ampun kepada Mereka. Aku tidak akan pernah mengampuni Mereka."


"Seharusnya Aku yang melindungi mu, Aku adalah Kakak mu." Nathan tertawa dan membalas pelukan Nathar.


"Sekarang Kamu masih tinggal dengan Luna?"


"Tidak, Aku tinggal bersama Kak Cla."


"Jadi Kak Cla sudah tahu? Bagus, Aku akan segera menemui Kalian sepulang dari kantor."


Nathan kini tengah sibuk di ruangannya.


Pintu terbuka, tampak Luna di balik pintu.


"Aku mengkhawatirkan mu Sayang." Luna berjalan mendekati Nathan dan memeluknya dengan sangat erat.


...----------------...


Sedikit demi sedikit masalah mulai terungkap.


Jangan lupa selalu dukung karya ku yaa zheyeeenk.


Terima kasih buat Kalian yang setia dengan karya-karya ku 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2