Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Hanya Pura-Pura


__ADS_3

"Flo?" Nathar tampak terkejut.


Flo masuk bersama Shenna dan seorang pria yang merupakan karyawan perusahaan L.


"Maaf Tuan, Nona mengganggu waktunya. Kami mendengar kabar kalau Nyonya Amanda berada di rumah sakit. Jadi, Saya dan teman-teman perwakilan dari karyawan perusahaan L turut mendoakan untuk kesembuhan Nyonya Amanda."


"Terima kasih, Nona..." Kendra menerima bunga yang dibawa oleh Flo.


"Saya Floella, Shenna dan Jack." Flo menundukkan kepalanya. Jantungnya berdegub kencang, bagaimana tidak? Mereka merasa datang di saat yang tidak tepat. Seluruh anggota keluarga Leonard tengah berkumpul.


"Sekali lagi, terima kasih."


"Iya Tuan, kalau begitu Kami permisi." Mereka pergi meninggalkan ruangan. Di luar ruangan Mereka tampak sangat lega.


"Kenapa Kamu mengajak di saat seperti ini?"


"Aku tidak tahu kalau keluarga Leonard tengah berkumpul di sana. Tapi Kamu hebat Flo, Kamu berhasil menghadapi Mereka."


"Menghadapi? Kamu pikir Kita sudah berperang?"


Di dalam ruangan Nathar berpikir untuk melakukan rencana yang telah dirancangnya.


Batinnya bergumam, "Semoga ini berhasil dan Mommy bisa kembali sadar."


Nathar pergi meninggalkan ruangan, dia berlari mencari keberadaan Flo.


Tampak Flo dan kedua temannya tengah berjalan menuju lift.


"Tunggu... Tunggu..."


Mereka menghentikan langkahnya kemudian mengalihkan pandangannya ke pusat suara.


Benar saja, Nathar tengah berlari menuju Mereka.


"Flo, bagaimana ini?" Shenna tampak ketakutan.


"Tidak apa-apa. Tenanglah."


"Emm Nona Flo, ikut dengan Saya. Ada yang ingin Saya bicarakan dengan Anda." Nathar melihat Shenna dan Jack secara bergantian, "Berdua."


Jack dan Shenna menganggukkan kepalanya, "Maaf Tuan. Flo, Kita duluan ya."

__ADS_1


"Iya. Jangan tunggu Aku pulanglah langsung ke kantor."


Mereka memasuki lift dan meninggalkan Flo bersama Nathar.


"Ada apa?"


"Ada sesuatu, ikut Aku." Nathar menarik lengan Flo.


Flo mengikuti langkah Nathar, "Kemana? Ada apa ini? Dan apa perlu Kamu menarik tangan ku?"


"Ya, perlu."


Flo tampak kebingungan.


Nathar membawa Flo ke dalam ruang rawat Amanda.


Ada Nathan dan Kendra di sana.


Flo masih tampak kebingungan, namun Flo masih tidak berani memberontak.


"Mommy, lihatlah. Ini Flo. Mommy ingat kan Aku pernah menceritakannya kepada Mommy?"


Flo masih tampak kebingungan, batinnya bergumam. "Nathar menceritakan Aku kepada Nyonya Amanda? Tapi kenapa?"


"What? Nathar menceritakan hal seperti itu kepada Nyonya Amanda? Dan di depan Tuan Nathan dan Tuan Besar?" Batinnya masih bergumam, namun mulutnya tampak rapat.


"Selama di Kota X, hubungan Kami membaik. Bahkan saat kembali, hububgan Kami semakin dekat. Aku mencintai nya Mommy, Mommy harus lihat, apakah Mommy menyetujuinya untuk menjadi menantu Mommy?"


Nathan dan Kendra tampak terkejut, namun Flo lah yang paling terkejut. Mereka membelalakkan matanya dan menatap Nathar.


Nathar masih menggenggam tangan Flo.


"Mommy, Aku mohon. Bukalah mata mu, ini adala pertemuan pertama Mommy bertemu dengan calon menantu Mommy ini."


Nathan menghampiri Nathar dan hendak meminta penjelasan, namun tiba-tiba tangan Amanda bergerak. Matanya tampak mengedip beberapa kali.


"Mommy?" Nathan menggenggam tangan Amanda.


Nathar tersenyum dan memencet bel untuk memanggil dokter.


Kendra tidak kalah bahagia, dia langsung berada di samping Amanda.

__ADS_1


Hanya Flo yang mematung. Flo masih bingung dengan keadaan ini.


Dokter tiba dan meminta semua orang untuk meninggalkan ruangan.


Flo keluar ruangan, namun dia masih belum bisa mencerna keadaan.


"Tu...Tuan Nathar."


"Oh Flo... Aku akan mengantar mu kembali ke kantor."


Flo berpamitan kepada Nathan dan Kendra.


"Permisi Tuan."


Kendra dan Nathan hanya menganggukkan kepalanya.


"Apa yang dikatakan Nathar itu benar?"


"Entah, tapi itu berhasil membuat Mommy sadar."


"Benar, itu yang terpenting saat ini. Kita tunggu klarifikasi dari Nathar nanti."


Di dalam mobil, Flo masih terdiam. Jantungnya berdegub sangat kencang.


"Jantung ku, Kamu kenapa? Jangan terlalu ribut di dalam sana." Batin Flo bergumam.


"Emm Flo."


"Ya?" Flo menggenggam kedua tangannya. Dia benar-benar tampak tegang. Batinnya kembali bergumam, "Bagaimana kalau Nathar menyatakan cintanya kepada ku? Aku harus bilang apa?"


"Maaf ya melibatkan mu dalam keadaan ini. Kami sudah mencoba berbagai cara untuk membuat Mommy sadar. Tapi tidak berhasil. Aku benar-benar tidak menyangka kalau Aku berpura-pura menjadikan mu kekasih ku, Mommy akan sadar." Nathar tersenyum senang.


"A...Apa?"


...----------------...


Kopi mana kopi? Kayanya Flo butuh secangkir kopi ☕😠


Aduuuh kasian Flo udah baper, eh ternyata hanya prank.


Ayolah Daddy Kendra sama Mommy Amanda, bagaimana ini? Anak-anak mu kenapa tidak peka?

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar dan vote yaa zheyenk-zheyenk kuuu.


Dukungan Kalian sangat berarti untuk ku 🥰🥰


__ADS_2