
"Kami satu tujuan, lebih baik Kamu antar Arabella." Nathar menatap Dareen dengan tatapan sengit.
"Oke oke Tuan Muda." Dareen melepaskan tangan Flo. "Aku akan menghubungi mu nanti Flo. Akhir pekan Aku akan mengajak mu ke tempat favorit Kita, hanya berdua." Dareen menekan kata-kata terakhirnya.
"Baiklah Dareen. Sampai jumpa nanti." Flo masih tersenyum senang melihat sahabat lamanya itu.
"Sayangnya Kamu harus lembur pekan ini Flo." Nathar menarik tubuh Flo mendekat kepadanya.
"Ada dendam apa Kamu kepada ku?" Flo berbisik dan menatap Nathar tajam. Flo melepaskan tangan Nathar, "Aku akan pulang sendiri menggunakan taxi. Sampai jumpa di kantor Tuan Nathar." Flo berjalan meninggalkan Mereka bertiga.
Nathar berlari mengejar Flo kemudian menggenggam tangannya.
"Ikut dengan ku." Nathar menarik tubuh Flo masuk ke dalam mobilnya.
"Apa yang Kamu lakukan?"
"Seharusnya Aku yang bertanya seperti itu kepada mu. Apa Kamu tidak mau pergi dengan ku?" Nathar masih tampak kesal.
"Atas hak apa Anda memaksa ku pergi dengan mu?" Flo menatap Nathar dengan tatapan yang sama.
"Karena Kamu kemari bersama ku."
"Urusan Kita sudah selesai, Aku bisa pulang sendiri. Kamu ajak saja Arabella bersama mu."
"Kenapa Arabella?"
"Kenapa dia? Kamu terlihat senang saat makan bersama dengannya. Kamu juga terlihat senang saat dia memeluk mu, orang-orang yang melihat Kalian tampak kagum. Kalian begitu cocok." Flo tampak begitu kesal.
"Apa? Aku tidak seperti itu."
"Tidak seperti itu? Untung saja ada Dareen, kalau tidak maka orang akan mengira kalau Aku pengganggu di antara Kalian." Flo masih terus mengoceh.
"Cemburu? Kenapa Aku harus cemburu?"
"Karena Aku cemburu melihat Kamu dekat dengan laki-laki itu."
Flo membelalakkan matanya tidak percaya.
Nathar menggenggam tangan Flo, "Aku sadar. Aku menyadari semuanya Flo."
"A...Apa?" Flo tampak salah tingkah.
"Aku tidak bisa kehilangan mu. Aku... Aku mencintai mu Flo."
Flo menutup mulutnya tidak percaya, laki-laki dingin ini mencair karena perasaan kepadanya.
"Maafkan Aku karena begitu egois menutup perasaan ini. Aku begitu terlambat menyadari perasaan ini."
Flo memeluk tubuh Nathar, Nathar tampak terkejut apalagi tubuh Flo tampak bergetar.
"Flo... Kamu kenapa? Kenapa Kamu menangis? Kamu tidak suka Aku mengatakan ini?"
Flo mendorong tubuh Nathar dengan air mata membasahi pipinya.
"Kenapa Kamu begitu bodoh? Kenapa Kamu begitu sulit memahami perasaan ku? Apa sulit membedakan perasaan sedih dan bahagia?"
"Ta...Tapi Kamu menangis."
"Aku benci Kamu." Flo memukul tubuh Nathar.
Nathar tersenyum dan memeluk Flo. "Aku mencintai mu Flo. Maafkan Aku karena Aku tidak bisa membalas perasaan benci mu."
Flo membelalakkan matanya, "Kamu...." Flo memukuli punggung Nathar.
Nathar tertawa melihat Flo kesal seperti itu. "Sudah jangan menangis. Orang lain mungkin melihat Aku memaksa mu memasuki mobil, dan sekarang Kamu menangis. Apa yang akan orang pikirkan?"
"Biarkan saja, biar orang lain tahu kalau Kamu pria yang tidak peka perasaan kekasihnya."
__ADS_1
"Kekasih? Jadi Kamu menerima cinta ku? Aku kira Kamu benar-benar mencintai ku."
"Nathaaaaarrrr..." Flo mendorong tubuh Nathar.
Nathar tertawa dan meraih wajah Flo yang memerah.
"Sudah jangan menangis, ini adalah kali pertama Aku menyatakan perasaan ku kepada seorang wanita. Tapi lihat, wanita itu malah menangis."
Flo menghapus air matanya dan tersenyum, bagaikan seorang anak yang mendapatkan balon setelah menangis.
"Kalau begitu jangan buat Aku menangis lagi."
"Aku janji." Nathar mengecup pucuk kepala Flo.
Flo membelalakkan matanya, "Kenapa Kamu mencium ku tanpa permisi?"
"Lalu? Apa Aku harus meminta ijin orang tua mu terlebih dahulu? Ayo Kita lakukan sekarang."
"A...Apa? Bukan begitu maksud ku..."
Nathar kembali tertawa, "Kenapa ekspressi wajah mu selalu membuat ku tertawa. Kamu lucu banget."
Pipi Flo langsung memerah.
"Oke sekarang Kita akan pergi menemui orang tua ku."
"A...Apa? Untuk apa?"
"Tentu saja untuk memberi tahu Mereka kalau Kamu adalah kekasih ku."
"Ta...Tapi..."
Nathar tertawa, "Ke kantor."
Flo kembali membelalakkan matanya, "Nathaaarrrr..."
"Lalu?"
"Sayang ku, cinta ku, honey, babby, darl..."
Flo menutup mulut Nathar.
"Kenapa?"
"Tapi Kita baru saja..."
"Cobalah, ini permintaan pertama ku. Akan banyak permintaan yang lainnya nanti." Nathar mendekatkan tubuhnya pada Flo.
"Banyak permintaan?"
"Iya." Nathar semakin mendekatkan tubuhnya. "Seperti meminta mu untuk menjadi istri ku."
Pipi Flo seketika memerah, Flo memalingkan wajahnya.
"Ayo katakan..."
"I...Iya Sayang." Flo tampak sangat malu.
"Sayang saja? Semua."
"Semua?"
"Sayang ku, cinta ku, honey, babby, darl."
"Nggak mauu..." Flo mendorong tubuh Nathar.
"Kalai begitu biar Aku yang mengatakannya. Aku mencintai mu Sayang ku, cinta ku, Honey ku, Babby ku."
__ADS_1
Pipi Flo semakin memerah, Nathar tertawa melihat Flo.
"Rasanya Aku tidak mau kembali ke kantor."
"Kenapa? Sudah hampir satu jam Kita di sini." Flo melihat jam tangan miliknya.
"Kita tidak biaa seperti ini di kantor. Aku ingin terus berada di samping mu, melihat wajah mu."
"Kita harus kembali, nanti Tuan Nathan akan mencari mu."
"Biarkan saja, dulu dia sering menghilang saat jatuh cinta kepada Luna." Nathar menyandarkan tubuhnya.
"Aku tidak mau Kita disamakan dengan hubungan cinta Mereka."
Nathar tersenyum, "Kamu benar, Kita berbeda dengan Mereka. Ayo Kita bekerja kembali." Nathar meregangkan tubuhnya dan melajukan mobilnya kembali.
Sepanjang perjalanan Nathar menggenggam tangan Flo.
"Terima kasih ya Flo."
"Untuk?"
"Perasaan mu. Kamu tahu? Aku sangat senang hari ini. Rasanya Aku ingin seluruh orang yang Aku temui tahu kalau Aku sedang bahagia."
Flo tertawa, "Kamu seperti anak SMA yang sedang jatuh cinta."
"Aku tidak tahu rasanya anak SMA jatuh cinta. Karena saat inilah Aku jatuh cinta."
Flo tersenyum, "Aku tidak menyangka Kamu akan jatuh cinta kepada ku. Aku ingat bagaimana Kamu menyebut ku gadis kaca mata."
Nathar membelalakkan matanya, "A...Apa? Kenapa Kamu masih mengingatnya?"
Flo tertawa, "Seperti yang Kamu tahu, orang-orang selalu mengagumi ku, tapi Kamu meledekku hanya karena kaca mata."
"Bu...Bukan begitu. Dari pertama Aku melihat mu, Kamu sudah mengalihkan dunia ku. Tanpa Aku sadari Aku begitu tertarik kepada mu, dan bodohnya Aku, Aku tidak menyadari itu."
"Tetap saja, Kamu mencibirku."
Nathar tertawa, "Tapi Aku mencintai mu."
"Aku juga." Flo menundukka kepalanya.
Nathar menepikan mobilnya, "Katakan sekali lagi."
"Apa?"
"Yang tadi."
"Yang mana?"
Nathar menarik nafas panjang, "Lupakan."
Flo menggenggam tangan Nathar, "Aku mencintai mu Tuan Nathar."
Nathar tampak terkejut, dia meraih tubuh Flo dan ******* bibirnya.
...----------------...
Akhirnya kapal FloThar berlayar 🚢🚢
Oh ya makasih doanya yaa Zheyenk ku semuanya. Alhamdulillah Aku udah membaik.
Big hug buat Kalian semuanya 🤗🤗
Jangan lupa dukung terus karya ku yaa 🥰
Like, komen dan vote jugaa 🥰🥰
__ADS_1