
Nathar dan Nathan pergi menuju ruang meeting.
Nathar hendak menghampiri Flo untuk menunjukkan foto Luna dan Andra kepadanya. Namun Flo tengah berbincang bersama Shenna.
Seperti biasa Shenna tengah memakan beberapa cemilan yang dibawanya.
"Ish siapa perempuan itu?" Nathar menghentikan langkahnya.
"Kenapa?" Nathan melihat Nathar yang sedikit mengerutkan dahinya.
"Tidak... Tidak apa-apa." Nathan tersenyum.
Nathan dan Nathar pun memasuki ruangan meeting, semua orang diam seketika. Nathan dan Nathar memberikan salam kepada Mereka.
Tampak Tuan Jordan sebagai salah satu investor hadir di ruangan.
Nathan dan Nathar duduk berdampingan.
Acara dimulai, Nathan memaparkan materi hari ini. Kini giliran Nathar yang memaparkan. Nathar membuka berkas yang sudah dibawanya.
Nathar memaparkan beberapa materi, semua orang tampak antusias mendengar pemaparan dari Nathar. Pemaparan Nathar mengakhiri meeting hari ini.
Nathan dan Nathar kembali ke ruangan Mereka. Nathan meraih berkas yang dibawa Nathar. "Ada yang harus lebih diperhatikan, bagian..." Nathan mendapati gambar Luna di salah satu halamannya.
"Lu...Luna? Apa ini foto Luna?"
Nathar tampak terkejut, dia segera meraihnya dan memasukkan foto itu ke dalam jas miliknya.
"Nathar?"
"Ini tidak seperti yang Kamu pikirkan."
"Lalu? Jelaskan padaku."
"Luna tidak sebaik perkiraan mu Than."
"Cukup. Kamu berkata seperti itu supaya Aku menjauh darinya dan Kamu mendekatinya begitu? Kamu tahu apa yang Kamu lakukan? Kamu bisa dilaporkan sebagai penguntit. Tega Kamu Thar." Nathan pergi meninggalkan ruangan.
Nathar mengacak rambutnya, "Kenapa seperti ini? Padahal Aku baru saja menemukan titik terang mengenai Luna."
Nathar pergi meninggalkan ruangan, dia mencoba menghubungi Flo.
"Hallo..."
"Flo, Kamu dimana? Ada yang ingin Aku bicarakan dengan mu."
"Ada apa? Aku sedang bersama Shenna."
__ADS_1
"Shenna? Siapa dia?"
"Sahabat ku."
"Maksud mu perempuan yang tadi bersama mu? Yang sedang makan itu?"
Flo membelalakkan matanya, "Bagaimana Kamu tahu?"
"Aku... Aku tidak sengaja melihat Kalian tadi."
"Tuan Nathar, sepertinya Anda mulai membuntuti ku."
"What? Untuk apa?"
"Temui Aku di Restoran Q."
"Oke Aku akan segera kesana."
Nathar melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Beberapa waktu kemudian Nathar tiba di lokasi yang telah ditentukan oleh Flo.
"Nathar? Cepat sekali Kamu datang."
"Kamu masih bersamanya?"
"I...Iya, Aku kira Kamu tidak akan sampai secepat ini."
"Tapi..."
Flo mengajak Nathar duduk di meja yang lainnya.
"Biarkan dia makan, dia memang seperti itu. Bahkan dia tidak menyadari kalau atasannya berada tepat di hadapannya."
"Tapi, maksud ku. Makanan sebanyak itu."
"Dia sedang patah hati. Kekasihnya yang telah bersamanya selama bertahun-tahun berselingkuh. Dan yang lebih parahnya, si br*ngs*k itu lebih memilih selingkuhannya dari pada dia."
"What? Dia punya pacar? Aku penasaran siapa pacarnya."
"Beberapa jam yang lalu dia punya pacar, tapi sekarang tidak. Mantan kekasihnya itu adalah wakil direktur perusahaan K."
"Benarkah? Wajar saja dia selingkuh."
Flo menginjak kaki Nathar, "Jaga bicara mu, tidak ada kata wajar dalam selingkuh."
"Awww, kenapa Kamu menginjak kaki ku?"
__ADS_1
"Lalu? Apa Aku harus menyumpal mulut mu?"
"What?"
"Maaf ya, saat di kantor Kamu adalah atasan ku. Tapi tidak di sini."
Nathar berbisik, "Kamu bisa menutup mulut ku dengan bibir mu."
Flo membelalakkan matanya, "Dasar mesum, awas ya. Aku laporkan kepada Tuan Kendra baru tau rasa."
Nathar tertawa dan mengacak rambut Flo.
"Rambutkuu..."
Nathar masih tertawa dan merapikan bagian rambut Flo. "Aku tidak menyangka bisa dekat dengan mu."
Flo masih mendumel kesal.
"Jadi, Aku kemari karena ini." Nathar memberikan dua buah foto.
"Siapa? Siapa pria ini."
"Apa pria ini yang Kamu lihat saat itu?"
"Maksud mu bersama Nona Luna?"
"Iya."
Flo menggelengkan kepalanya, "Sepertinya bukan."
"Bukan?"
...----------------...
Wah Luna sama siapa lagi itu?
Salah faham kan yaa Nathan sama Nathar.
Semoga tidak lama 🥺
Selamat menikmati karya ku, semoga Kalian tetap dukung karya kuuuu 🥰🥰
👍🏻 Like
📝 Komentar
❤ Favorite
__ADS_1
dan Vote yaa 😁😁
Terima kasiiih 🥰🥰