
Pagi hari Nathan menemui Tuan Jordan, Ayah Luna.
"Ada apa Nak Nathan? Dimana Luna? Apa dia tidak ikut bersama mu? Apa dia membuat mu kesulitan?"
Nathan menarik nafan panjang, "Sebelumnya Aku minta maaf Ayah. Aku benar-benar minta maaf karena Aku gagal membimbing Luna."
"Apa maksud mu? Apa yang Luna lakukan? Katakan padaku? Biar Aku hukum dia dengan tangan Ayah sendiri." Tuan Jordan tampak kesal.
"Luna... Luna berselingkuh bersama Andra."
Tuan Jordan tampak sangat terkejut, "Apa? Berani-beraninya dia melakukan itu. Ayah benar-benar tidak bisa memaafkan Mereka. Dimana Mereka?"
"Mungkin ini bukan kesalahan Luna sepenuhnya, Akupun bersalah. Seharusnya Aku bisa membimbing Luna dengan baik."
"Tidak... Ayah sudah berulang kali memperingatkan Luna untuk menjauhi pria br*ngsek itu. Kenapa Luna melakukan itu kepada mu? Ayah benar-benar malu, maafkan Ayah karena tidak bisa membimbing Luna menjadi anak yang baik. Maafkan Ayah nak Nathan."
Nathan menceritakan semuanya, mulai dari kebohongan Luna mengenai masa lalunya. Luna juga bersikap tidak baik kepada keluarganya. Bahkan Luna melakukan hubungan terlarang bersama Andra di apartemen miliknya. Nathan juga menceritakan penculikan semalam. Tidak lupa, Nathan juga memperlihatkan rekaman cctv yang dia simpan sebagai bukti.
Tuan Jordan tampak menangis, "Maafkan Ayah. Tidak, Aku tidak pantas menjadi Ayah mu. Maafkan Aku Tuan Nathan, Aku benar-benar malu. Aku tidak tahu kalau Luna bersikap seperti itu. Maafkan Aku Tuan Nathan. Untuk hukuman Luna, Aku menyerahkannya kepada mu." Tuna Jordan bersimpuh di hadapan Nathan.
"Tidak, ini bukan salah mu Ayah. Aku sudah menentukan hukuman yang tepat bagi Luna dan Andra. Hukum tidak akan membuat Mereka jera. Maka dari itu, Aku mengabulkan keinginan Luna. Bersama Andra di pulau terpencil, bahkan disana tidak ada kehidupan manusia. Biarkan Mereka jera dengan hukuman itu."
Tuan Jordan masih bersimpuh, "Lakukan jika itu adalah hukuman yang tepat bagi Luna. Akupun sudah cukup geram mendengar cerita ini dari mu."
Nathan kini berada di rumah Kendra dan Amanda. Amanda masih tampak kesal karena Kendra pergi tanpa memberikan kabar apapun kepadanya.
__ADS_1
Nathan memeluk Amanda, Amanda tampak kebingungan. "Ada apa Sayang? Apa semua baik-baik saja?"
Nathan menggelengkan kepalanya, "No Mommy, semua tidak baik-baik saja."
"Ada apa? Coba ceritakan kepada Mommy." Amanda mengajak Nathan untuk duduk berdua dengannya.
Nathan perlahan menceritakan kejadian semalam, bahkan Nathan juga menceritakan bagaimana Luna berselingkuh darinya.
Amanda tampak sangat terkejut, Amanda tidak kuasa menahan air matanya.
"Kenapa ini terjadi kepada mu Sayang? Maafkan Mommy karena Mommy kurang perhatian kepada mu sehingga Mommy tidak menyadari kalau Kamu begitu menahan sakit." Amanda masih saja menangis.
Kendra menghampiri Amanda dan memeluknya, "Beruntung sekali Mereka memiliki Ibu seperti mu, lihatlah Nathan. Nathan tampak kuat seperti mu. Dia menyelesaikan semuanya dengan sangat baik. Nathan bahkan menemui Tuan Jordan untuk menceritakan semuanya."
"Mommy, berkat Daddy semuanya jadi membaik. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika Daddy tidak datang semalam." Nathan kembali memeluk Amanda.
"Maaf karena membuat Mommy khawatir."
"No, No sayang. Mommy yang bersalah karena tidak mengetahui bagaimana kondisi mu saat ini. Padahal Kamu sudah menunjukkan tanda-tanda dengan tidak membawa Luna di acara makan malam itu."
"Itu karena Kamu berhati baik, Kamu selalu berprasangka baik." Kendra mencoba menenangkan Amanda.
Hari berganti minggu, Nathan mulai bekerja seperti biasanya.
Sejak beberapa hari tinggal di rumah Cla, Arka kini semakin dekat dengan Nathan.
__ADS_1
Nathan bahkan membawa Arka ke kantor, Cla sudah melarangnya. Namun Arka tetap ingin bersama Nathan.
Hingga kini, Arka tinggal bersama Nathan di rumah Amanda. Awalnya Cla keberatan, namun akhirnya mengijinkannya karena bujukan Amanda.
"Jagoan, mau makan siang apa?"
"Aku mau buwgew Uncle." Arka masih anteng dengan mainan pesawatnya.
"Apa? Makanlah yang baik, kenapa Kamu hanya makan makanan seperti itu? Kamu harus tumbuh kuat dan hebat. Jadi pilihlah makanan-makanan sehat." Nathan duduk di hadapan Arka.
Arka tampak cemberut karena keinginannya tidak dipenuhi Nathan, "Baiklah, Aku makan makanan sehat saja."
Nathan tersenyum dan mengusap kepala Arka, "Anak baik, Uncle pesankan makanan untuk mu ya."
Arka menganggukkan kepalanya namun masih sedikit murung. Nathan pun mengangkat tubuh kecilnya dan menerebangkannya bak pesawat.
Arka tampak tertawa, "Uncle... Lagi Uncle..."
Nathan mengikuti keinginan Arka hingga Mereka tertawa bersama.
...----------------...
Maaf Up nya dikit dulu. Insya Allah next Aku up lagi yaa 🥰🥰🥰
Jangan lupa selalu dukung karya ku yaa zheyeeenk 🤗
__ADS_1