
"Arabella? Apa yang Kamu lakukan di sini?"
"Aku tidak sengaja melihat Kak Nathar keluar dari taman. Makanya Aku mengikuti sampai sini, ternyata benar." Arabella memeluk Nathar kembali.
Flo yang menyadari itu hanya mendelik, dia berdiri menunggu taxi.
"Flo?"
Flo menoleh ke arah Nathar.
Seorang pria melewati Nathar begitu saja dan menghampiri Flo.
"Benar, Kamu Flo kan?"
"Dareen? Iya Kamu Dareen." Flo tampak terkejut.
Mereka berjabatan tangan, "Sedang apa Kamu di sini?"
"Aku yang harusnya bertanya kepada mu, bukankah Kamu..."
"Ehm..." Nathar dan Bella menghampiri Flo.
Flo diam sejenak kemudian mengalihkan pandangannya.
"Dareen, siapa perempuan ini?" Bella tampak bingung.
"Dia Floella, teman SMA ku dulu. Kami cukup dekat, namun karena Aku kuliah di USA makanya Kami jadi jarang bertemu."
"Cukup dekat?" Nathar tampak dingin.
Arabella tampak tersenyum, "Kalau begitu ayo Kita makan bersama, sepertinya akan ada kisah menarik. Aku mengenal Kak Nathar dan Dareen, Nona Floella pun sama. Sepertinya ini momen yang baik."
"Ini jam kerja, Aku harus kembali." Nathar hendak meninggalkan Mereka, namun Bella menahannya.
"Sebentar lagi jam makan siang. Ayo Kak." Bella menggelayut di lengan Nathar.
Flo tampak kesal melihat Mereka berdua.
Nathar menyadari itu, kemudian dia merencanakan sesuatu.
"Ayo. Ikut ke mobil ku."
"Kalau begitu, Aku akan kembali ke kantor sekarang. Kalau Aku tidak kembali sekarang, Aku bisa terlambat." Flo melihat jam tangan di lengannya.
"Ikutlah dengan Kami, anggap saja ini sabagai perkenalan dari ku. Lagian Tuan mu juga ikut bersama Kami." Bella masih enggan melepaskan Nathar.
Flo terdiam sejenak, namun Dareen meraih tangannya. "Ayo Aku akan mengantar mu ke kantor nanti, Kamu tidak akan terlambat."
Nathar membelalakkan matanya saat Flo mengikuti Dareen masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
"Ayo Kak." Bella menyadarkan Nathar dari lamunannya.
Mereka kini berada di sebuah restoran, Bella duduk di samping Nathar dan Flo berada tepat di depannya bersama Dareen.
"Jadi bagaimana Kalian bisa kenal?" Bella membuka pembicaraan.
"Seperti yang dikatakan Dareen tadi, Kami satu almamater saat sedang SMA."
"Menarik, Dareen bilang Kalian cukup dekat. Apa Kalian berpacaran waktu itu?"
Nathar membelalakkan matanya, dia menantikan jawaban Flo.
"Tidak. Kami tidak..." Flo hendak menjawab. Namun Dareen memotongnya.
"Hampir. Waktu itu Flo adalah perempuan paling populer di sekolah. Banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya. Walaupun Aku tidak berhasil menjadi kekasihnya, tapi Aku adalah laki-laki beruntung yang bisa dekat dengannya. Flo biasanya menolak begitu saja saat orang lain mendekatinya." Dareen tertawa.
"Tidak seperti itu, itu karena Kamu teman masa kecil ku. Kita pernah bertetangga saat Kita masih kecil." Flo mencoba meluruskan.
"Wah kisah yang menarik." Bella tampak kagum. "Tapi Flo, tidak ada hubungan yang tidak ada apa-apa antara perempuan dan laki-laki yang sudah dewasa."
"Tapi Kami memang tidak ada apa-apa." Flo menjelaskan.
"Tapi Dareen menganggap Kalian hampir pacaran." Bella tertawa.
"Oh ya, Kamu harus tahu Flo. Dareen menjadi pria populer saat Kami satu kampus di USA. Hampir semua wanita tergila-gila olehnya, kecuali Aku." Bella tertawa.
"Iya itu benar, tapi Kak Nathar tidak pernah peka. Dia selalu menganggap ku adik sepupu kecilnya. Padahal Kami sudah sama-sama dewasa."
Nathar hanya menarik nafas panjang, "Kamu memang sepupu ku."
"Orang tua Kita yang sepupuan. Kita tidak." Bella menolak.
"Tetap saja."
"Aku tidak mau." Bella memeluk tubuh Nathar.
"Lepaskan."
"Tidak, biarkan orang-orang melihatnya."
Flo membelalakkan matanya, namun Dareen tertawa, "Orang akan semakin mengira kalau Kalian memang sepupu jika sikap mu seperti itu."
Makanan pun tiba, Mereka makan bersama.
Flo melihat Bella yang sesekali mencoba makanan dari piring Nathar. Nathar tampak tidak keberatan, Flo menarik nafas panjang, batinnya bergumam, "Sepertinya hanya Nona Arabella yang berani melakukan itu kepadanya, dan lihatlah. Tuan Nathar tampak tidak keberatan sama sekali."
"Kak, mau coba makanan ku?"
"Tidak."
__ADS_1
"Kenapa? Ini enak." Bella memaksa Nathar memakan makanan dari tangannya.
Nathar lagi-lagi tidak menolak dan itu membuat Flo terlihat semakin kesal.
"Kenapa? Kenapa dia mencium bibirku waktu itu? Dia bahkan berani memakan makanan dari tangan Nona Arabella di hadapan ku?" Batin Flo kembali bergumam.
"Flo, kapan-kapan Kita harus bertemu lagi. Sebelum Aku kembali ke USA."
"Oh ya, tentu saja. Kamu seharusnya mengabari ku saat akan ke tanah air. Jadi Aku bisa mengambil cuti ku dan menemani mu untuk berlibur." Flo tersenyum dengan sudut mata melihat ke arah Nathar.
"Benarkah? Kamu bisa mengambil cuti nya sekarang." Dareen tampak senang.
"Tidak! Kamu tidak bisa mengambil cuti, pekerjaan di perusahaan Kita sedang menumpuk. Seenaknya saja Kamu akan pergi berlibur saat Kita sedang sibuk." Nathar tampak keberatan.
"Wah sayang sekali, kalau begitu Aku yang akan memperpanjang masa liburan ku, Aku akan menunggu pekerjaan mu selesai." Dareen masih tampak tersenyum.
"Ide bagus..." Flo mengiyakan.
"Pekerjaan ini akan selesai satu sampai dua tahun lagi." Nathar memotong kembali pembicaraan Mereka.
"Selama itu? Memang apa yang sedang Kalian kerjakan?" Bella tampak bingung.
"Perusahaan yang Aku pegang adalah perusahaan besar. Tentu saja banyak sekali yang harus Kami kerjakan."
"Betul, perusahaan Kak Nathar adalah perusahaan terbesar di negeri ini." Bella menganggukkan kepalanya.
"Tidak apa Flo, saat Kamu mempunyai waktu luang, Kita bisa makan bersama lagi." Dareen menatap Flo.
Nathar bangun dari duduknya, "Ayo Kita kembali ke kantor."
"Aku akan mengantar mu." Dareen meraih tangan Flo.
Namun tidak disangka, Nathar meraih tangan yang lainnya. "Flo akan kembali bersama ku."
Flo tampak begitu terkejut.
Tiba-tiba Bella bangun dari duduknya, "Lalu Aku?"
...----------------...
Maaf banget baru Up.
Qodarulloh Aku sakit hampir seminggu dan jangankan untuk mengetik, untuk bangun pun badan ini sakit semua.
Semoga Kalian juga sehat selalu yaa Zheyeenk.
Jangan lupa berikan dukungan buat karya ku, like, komen dan vote jugaaa 🥰🥰
Makasiih buat Kalian yang selalu setia dengan karya-karya receh ku. Tanpa Kalian apalah arti karya ku ini. Sayaaang Kalian 🥰🥰
__ADS_1