
Hari sudah semakin larut, Flo pun berpamitan kepada seluruh anggota keluarga Leonard.
"Hati-hati nak Flo, jangan kapok untuk main kemari." Amanda memeluk Flo.
Flo membalas pelukan Amanda, "Tentu, Aku tidak mungkin kapok berada di tengah keluarga yang harmonis seperti ini."
"Kasian Mommy mu, dia sering kesepian. Maka dari itu, Daddy tidak bisa kemana-mana. Mommy selalu menempel kepada Daddy." Kendra terkekeh geli dengan kata-katanya.
Amanda membelalakkan matanya, "Apa? Bagaimana mungkin? Kamu bahkan tidak mengijinkan ku pergi ke pasar, Kamu rela kelaparan dari pada jauh dari ku."
"Sayang, jangan katakan itu di depan anak-anak Kita."
Cla tertawa melihat kedua orangtua nya, "Lihatlah Hon, Mommy dan Daddy begitu romantis. Kenapa Kamu bisa kalah dari Daddy?"
"Baiklah Honey, Aku akan belajar kepada Daddy Ken supaya bisa romantis seperti itu." Kevin tertawa.
Nathar menarik nafas panjang, "Ayolah, apa Kalian tidak kasihan melihat ku? Kami belum bisa melakukan itu."
Semua tertawa melihat Nathar yang merajuk.
Nathan dan Flo pun berpamitan. Begitupun dengan Cla dan Kevin.
Nathan kini berada di dalam kamarnya di rumah utama. Nathan membuka rekaman cctv yang sempat tersimpan beberapa hari.
Nathan penasaran apakah setelah Luna menemuinya di kantor langsung pulang atau malah pergi menemui pria itu.
Nathan begitu terkejut saat melihat adegan panas antara Luna dan Andra. Mereka bahkan melakukannya di berbagai tempat.
Nathan memperhatikan waktu dari video tersebut, tepat setelah Luna pulang dari kantornya.
"Br*ngsek. Mereka melakukannya di tempat ku, dan tepat setelah Aku mengusir Luna dari kantor?"
Nathan memundurkan sedikit waktunya, tampak Luna tengah menelpon seseorang.
"Sedang menelpon siapa wanita j*lang ini?" Nathan mengambil headset dan memasangnya.
Nathan membelalakkan matanya saat mendengar percakapan Mereka.
"Kenapa Aku harus bertemu dengan Nathar? Pria itu sangat berbahaya, Aku tidak akan bisa mendekati Nathan kalau Nathar selalu ada di sampingnya."
"....."
"Baiklah, Aku percayakan Nathar kepada mu. Buat dia lenyap dan tidak bisa berada di samping Nathan lagi."
"....."
"Aku akan membayar mu berapa pun itu."
"....."
"Tentu saja, akan sangat rugi bagiku meninggalkan pria seperti mu."
"....."
"Kemarilah Baby, Aku juga sangat merindukan mu. Nathan benar-benar tidak bisa memuaskan ku."
Nathan mengepalkan tangannya dengan penuh amarah.
"Br*ngsek, berani Kamu menyentuh adikku, Aku tidak akan pernah memaafkan Kalian."
Nathan mencoba menghubungi Nathar, namun Nathar tidak menjawab panggilan Nathan.
Nathan meraih kunci mobil dan pergi segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Nathan mencoba menghubungi Nathar, namun lagi-lagi panggilannya tidak dijawab.
Nathan melajukan mobilnya semakin cepat, jalanan tampak sepi.
Nathan kini berada di apartemen Flo, dia mencari keberadaan mobil Nathar. Namun nihil.
Nathan tampak sangat panik, dia kembali menaiki mobil miliknya. Namun Nathan tampak begitu lega saat melihat mobil Nathar memasuki area parkir.
"Nathar? Apa yang Kamu lakukan?"
"Syukurlah."
"Ada apa?" Nathar dan Flo tampak bingung.
Melihat keadaan Nathan, Flo pun segera berpamitan kepada Mereka berdua, Flo tahu ada sesuatu yang sangat penting yang perlu Mereka berdua bicarakan.
"Mau masuk dulu?"
"Tidak, tidak usah. Hati-hati ya, maaf Aku hanya bisa mengantarkan sampai sini."
"Tidak apa-apa, Kalian hati-hati ya." Flo pun menaiki lift.
Nathar menatap Nathan dengan penuh tanya, "Ada apa?"
"Ada yang harus Kita bicarakan."
"Ya." Nathar hendak menaiki mobil miliknya, namun Nathan mencegahnya.
"Pakai mobil milikku."
"Tapi..."
"Aku pakai mobil mu."
"Kemana Kita?"
"Rumah Kak Cla."
Mereka pun melajukan mobil masing-masing. Jalanan cukup sepi, Nathan melajukan mobil di belakang Nathar.
Lampu lalu lintas berubah menjadi merah, Nathan dan Nathar pun berpisah. Mobil Nathar yang ditumpangi Nathan tertahan oleh lampu merah.
Tidak lama kemudian, lampu berubah menjadi berwarna hijau. Seseorang menghadang mobil yang dikendarai Nathan.
"Sial, rupanya Mereka melakukan aksinya malam ini." Nathan meraih ponselnya dan mengirim video rencana penculikan yang telah dia siapkan sebagai bukti.
Nathar sudah tiba di kediaman Kevin dan Cla.
"Dimana Nathan? Aku kira dia bisa mengejar ku." Nathar pun memasuki rumah yang berukuran sangat besar itu.
Cla dan Kevin menemui Nathar, "Ada apa?"
"Nathan ingin membicarakan sesuatu, sepertinya mengenai Luna."
"Lalu dimana Nathan?" Cla mencari keberadaan Nathan.
"Tadi dia berada di belakang ku, padahal Kami hanya terpisah oleh lampu merah. Tadi Nathan tampak sangat panik, sepertinya ada hal yang sangat penting."
Satu jam berlalu, Nathan masih tak kunjung datang.
"Nomor Nathan tidak aktif." Cla tampak panik.
"Apa? Bagaimana mungkin? Aku coba hubungi Nathan." Nathar meraih ponsel miliknya.
__ADS_1
"Pesan? Nathan mengirim pesan kepada ku." Nathar membuka video kiriman dari Nathan.
Nathar tampak sangat terkejut, "Apa? Jadi... Ini alasan dia bertukar mobil dengan ku?"
"Ada apa?" Cla meraih ponsel yang di genggam Nathar.
Kevin dan Cla melihat video tersebut, Mereka tampak sangat terkejut.
"Jadi, Mereka mengira kalau Nathan adalah Nathar?" Cla menutup mulutnya tidak percaya.
Tanpa fikir panjang, Nathar berlari menuju mobil dan hendak melajukan mobilnya.
"Tunggu, Nathar... Kita harus membuat strategi, Kita tidak bisa menemui Mereka begitu saja." Kevin mencoba menghentikan Nathar.
"Aku harus memberi pelajaran kepada perempuan j*lang itu, berani-beraninya dia menyakiti saudara ku."
"Ini menyangkut keselamatan Nathan, Kita tidak bisa melakukan perlawanan tanpa ada persiapan matang. Aku yakin Nathan sudah punya rencana, jadi jangan rusak rencananya dengan tindakan Kita yang gegabah."
Nathar akhirnya mendengarkan perkataan Kevin, dia keluar dari dalam mobil.
"Tenanglah, Kita harus menyelamatkan Nathan dan mendapatkan bukti yang kuat. Jangan sampai tindakan Kita menjadi keuntungan bagi Mereka." Cla mencoba menenangkan Nathar.
"Langkah pertama, Kita harus mengecek kamera cctv yang disimpan oleh Nathan. Kita bisa mengetahui gerak-gerik Luna melalui rekaman tersebut. Aku akan menghubungi seseorang untuk melacak keberadaan Nathan." Kevin meninggalkan Cla dan Nathar kemudian menghubungi seseorang.
"Dimana laptop Nathan? Cctv itu terhubung dengan aplikasi di laptop Nathan."
Cla menganggukkan kepalanya, "Ada di kamarnya, ayo Kita segera periksa."
Cla mengambil laptop tersebut dan Mereka mencoba mengaksesnya.
"Terkunci."
"Kamu tahu password nya?"
"Tidak, tapi Aku akan mencobanya." Nathar mencoba beberapa kode yang dia curigai sebagai password yang digunakan Nathan. Mulai dari tanggal lahir, tanggal Nathan menikah, bahkan tanggal Mereka wisuda. Namun semuanya gagal.
"Bagaimana ini?" Cla tampak bingung.
"Tunggu dulu, face unlock? Aku akan mencobanya." Nathar mencoba mengklik tombol tersebut.
"Wajah Kalian sama, ini pasti akan berhasil."
Hanya dengan satu kali mencoba, Nathar berhasil mengakses laptop tersebut.
"Kenapa Kamu tidak mencobanya dari tadi?"
"Aku tidak tahu tujuan Nathan menggunakan face unlock, apa dia lupa kalau wajahnya mirip dengan ku."
Mereka pun segera mengakses aplikasi yang dimaksud, "Kosong."
"Luna sudah tidak ada ditempat. Coba lihat satu sampai dua jam yang lalu."
Nathar mengatur waktu yang dimaksud, dan Mereka benar-benar terkejut dengan apa yang Mereka lihat.
...----------------...
Siap-siap Nona Luna, umur mu tidak akan lama lagi di karya ku ini 😁😁
Akupun sudah geram dengan sikap Luna dan Andra.
Jangan lupa selalu dukung karya ku yaa, dan tolong buat sayang-sayangku yang komentar "Lupa lagi alur/cerita." yuuuk coba baca dari novel "Istri Ceo" 🤭🤭🤭
Peluk sayang buat Kalian 🤗🤗
__ADS_1