
21++
Mohon bijak dalam membaca, sebaiknya baca episode ini setelah berbuka puasa ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Flo tampak sangat marah, namun amarahnya tidak akan menjafi solusi atas masalahnya saat ini.
"Apa ini? Siapa yang menyebarkan berita seperti ini. Ini tidak bisa dibiarkan." Flo hendak memberi komentar postingan yang sudah dikomentari oleh ratusan orang itu.
"Tidak, ini bukan solusi. Pertama Aku harus menyembunyikan ini dari Nathar, kalau sampai Nathar tahu, semua tidak akan baik-baik saja. Nathar pasti akan menemukan orang-orang ini satu persatu."
Flo kembali menghubungi Shenna, "Ini tidak benar Shen, Aku hanya mengalami dissminore. Aku pergi ke sana untuk memastikan keadaan ku baik-baik saja. Kamu tahu kan akhir-akhir ini Kita banyak sekali pekerjaan, Aku tidak bisa membiarkan dissminore ini mengganggu ku."
"Aku tentu saja percaya padamu Flo. Tapi apa yang akan Kita lakukan sekarang?"
"Aku tidak tahu, yang Aku khawatirkan adalah Nathar. Gosip kehamilan ku akan berlalu dengan seiringnya waktu. Tapi kalau Nathar mengetahuinya, ini tidak akan baik-baik saja."
"Iya benar, Tuan Nathar pasti akan sangat marah."
"Mereka bahkan tengah mencari tahu siapa pria yang ada dalam gambar tersebut."
Flo tampak sangat terkejut. "Jangan sampai Mereka mengetahui siapa pria itu sebenarnya."
Hari berganti hari, perusahaan yang dipimpin oleh Nathan dan Nathar tampak sangat sibuk. Mereka tengah menangani sebuah proyek besar.
Beberapa hari Nathar tidak dapat menemui Flo, Flo sangat memaklumi itu.
Kesibukkan itu membuat Nathar tidak sadar akan kondisi Flo di lapangan.
"Aku kira dia gadis lugu."
"Kamu tahu kan bagaimana kelakuan gadis lugu jika keluar dari kandangnya."
Tampak dua karyawan tengah membicarakan Flo.
"Aku yakin anak yang dikandungnya bukan anak dari pria yang ada di gambar itu."
"Iya, bisa jadi dia sedang mencari kambing hitam."
Nathar yang tepat berada di belakang Mereka menegur Mereka.
"Nona, bukankah Kita sedang menangani proyek besar? Mohon kerja samanya untuk menyimpan gosip selama di kantor. Kita harus fokus untuk menyelesaikan proyek ini secepatnya."
"Tu...Tuan. Maafkan Kami Tuan. Kami akan bekerja dengan sepenuh hati. Maafkan Kami."
Nathar mengangguk dan pergi meninggalkan Mereka yang masih menganga karena kaget.
"Aku tidak percaya Tuan Nathar menegur Kita."
"Iya, jantungku bahkan berdegub dengan sangat kencang. Padahal Tuan Nathar hanya menegur Kita. Apa kabar kalau Tuan Nathar menyapa Kita."
Mereka tampak cengengesan dan pergi menuju kantin.
"Sampai jumpa di ruang meeting Honey." Flo yang mendapat pesan dari Nathar tampak tersenyum.
Flo pergi ke toilet untuk merapihkan penampilannya.
"Nona Flo tersenyum sambil melihat ponsel. Sepertinya dia mendapatkan pesan dari pria itu."
"Iya Kamu benar, Nona Flo bahkan pergi ke toilet untuk merapihkan penampilannya."
Bahkan beberapa bawahan Flo tampak menggunjing di belakangnya.
Meeting berjalan lancar, Flo hendak keluar dari ruang meeting.
__ADS_1
"Emm Nona Flo, tunggu sebentar. Saya membutuhkan copy file yang Anda jelaskan tadi." Nathar menghentikan langkah Flo.
Beberapa karyawan tampak memperhatikan Flo dengan pandangan tidak suka.
"Emm maaf Tuan, Saya akan mengirimkannya lewat email."
"Tapi..."
Flo menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan ruangan.
Nathan melihat itu dan tertawa, "Apa yang terjadi? Sepertinya usaha mu kali ini gagal."
"Entahlah, Apa dia marah karena Aku terlalu lama mengacuhkannya?"
Nathan masih tertawa, "Selamat berjuang." Nathan menepuk pundak Nathar.
Nathar mendengus kesal. "Bahkan dia tidak membalas pesan ku tadi siang." Batin Nathar bergumam.
Tidak berapa lama tampak pesan singkat dari Flo, "Maaf Kita tidak bisa bertemu untuk beberapa waktu. Aku mencintai mu."
Nathar membelalakkan matanya, "Bagaimana mungkin?"
Nathan tampak terkejut dengan teriakan Nathar.
"Apa apa?"
"Flo meminta ku untuk tidak menemuinya beberapa waktu, padahal Aku sangat merindukannya. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan ini kepada ku?"
"Kamu membuatku kaget saja, Aku kira ada masalah dengan proyek perusahaan. Ternyata masalahnya ada pada proyek mu." Nathan tertawa, namun Nathar tampak sangat cemberut.
Sudah hampir dua bulan Nathan menyimpan kamera cctv di apartemen miliknya. Nathan belum memeriksanya sama sekali karena pekerjaannya di kantor.
"Luna sudah mulai membaik, dia bahkan tidak menangis tiba-tiba seperti waktu itu. Apa Aku harus memeriksa kamera cctv ini?" Nathan telah merekap tangkapan kamera tersebut pada laptop miliknya.
"Aku bahkan belum membicarakan keberadaan kamera tersebut. Aku takut Luna tersinggung karena mengira Aku tidak percaya kepadanya." Nathan mematikan kembali laptop miliknya.
Shenna tampak tergesa menemui Flo di apartemen miliknya.
"Apa apa Shen?"
Shenna menarik nafas, "Aku ingin minum Flo. Berikan Aku minum terlebih dahulu."
Flo menggelengkan kepalanya, dia membawakan Shenna jus dan beberapa makanan ringan.
"Ah terima kasih Flo, Kamu memang sahabatku." Shenna menghabiskan sebagian makanan yang diberikan Flo.
"Ada apa Shen? Bukankah Kamu tadi tampak sangat tergesa-gesa, dan lihatlah Kamu saat ini? Kamu tampak asik memakan makanan ini."
"Ya ampun Flo, Aku lupa. Lihatlah halaman website perusahaan." Shenna berbicara dengan mulut yang penuh makanan.
"Apa? Ada apa lagi?"
Flo mengakses halaman yang dimaksud, berita teratas saat ini adalah berita kenaikan jabatan beberapa karyawan perusahaan L.
"Tunggu, bukankah ini nama mu? Kamu naik jabatan Shenn?"
"Iya Kamu benar, Aku akan naik jabatan Flo." Mereka berteriak dan saling berpelukan.
"Selamat Baby gembul ku. Aku sangat bahagia." Flo mencubit pipi Shenna.
"Aww, sakit."
"Maaf maaf, Aku sangat bahagia"
__ADS_1
Mereka pun tertawa bersama. "Aku akan memesan pizza untuk pesta Kita malam ini."
"Emm tapi Flo..."
"Kenapa?"
"Aku... Aku naik jabatan dan Aku harus pindah ke perusahaan cabang di Kota M."
"Apa? Kenapa? Kenapa bisa?" Flo tampak terkejut.
"Mereka bilang, ini sebagai training sebelum Aku kembali ke perusahaan di Ibu Kota."
"Training? Sejak kapan naik jabatan ada masa training?"
"Tidak apa-apa Flo, Aku akan kembali ke Ibu Kota dengan sangat cepat."
"Ta...Tapi... Aku harus menanyakannya kepada Nathar." Flo meraih ponselnya.
"Tidak, jangan. Kalau Kamu melakukan itu, Aku akan merasa ini semua bukan hasil usaha ku."
Flo mengurungkan niatnya kemudian memelum Shenna, "Baiklah, Aku akan menunggu mu di perusahaan pusat."
"Satu lagi..." Shenna melepaskan pelukannya.
"Apa?"
"Aku akan kembali dengan tubuh seperti mu."
Flo tertawa, "Kamu sudah sangat sering mengatakan itu. Jangan terlalu memaksakan. Kamu terlihat sanagt cantik."
"No. Aku akan melakukannya. Maka dari itu, Aku akan makan pizza sepuasnya malam ini."
Flo kembali tertawa, "Baiklah, ayo Kita pesan pizza yang banyak."
Di tempat lain, Nathan tengah mencumbu Luna di atas ranjang.
"Aku sangat merindukan mu."
"Aku juga Sayang."
Nathan melepas satu persatu pakaian Luna, kini tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh Mereka.
Nathan mengecupi setiap inci tubuh Luna. Luna tampak mengerang saat Nathan memainkan dua gundukan miliknya.
"Sayaaangh..."
Nathan semakin memainkan dua benda tersebut.
Saat hendak melahapnya, Nathan tampak terkejut melihat kulit yang memerah di bagian tubuh mulus Luna. Sepertinya bagian merah itu hampir memudar, namun Nathan tidak pulang selama seminggu ke belakang. Tentu saja untuk menyelesaikan proyek kantornya.
"Sayang, bekas apa ini?"
Luna segera membuka matanya, "A..Apa?"
"Ini..."
Luna membelalakkan matanya, batinnya bergumam. "Bagaimana mungkin bekasnya masih ada? Aku melakukannya tiga hari yang lalu bersama Andra."
...----------------...
Sebelumnya Aku minta maaf karena sempat mengabaikan karya ini.
Tadinya Aku enggan untuk melanjutkan, tapi Aku ingat Kalian yang setia dengan karya ku 🥰🥰
__ADS_1
Semoga kedepannya bisa rutin Up.
Jangan lupa selalu dukung karya ku 🥰