Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Bucin


__ADS_3

Saat ini Andra baru saja keluar dari apartemen milik Nathan yang ditempati oleh Luna.


Andra tampak sangat kesal.


Luna kini berada di dalam kamar dan tampak sedang menangis.


Luna mengingat beberapa waktu lalu saat Andra tiba-tiba muncul di hadapannya.


Seperti biasa Andra memberikan begitu banyak ancaman.


Saat dirasa Luna tidak bisa melawan, Andra menghampirinya dan membawanya ke tempat tidur.


Luna tampak berontak namun Andra tidak membiarkannya begitu saja.


"Lepaskan Aku Andra, Aku sudah menikah. Aku tidak akan memaafkan mu kalau Kamu sampai berani menyentuh ku."


"Suami mu tidak akan tahu kalau Kamu tutup mulut. Sekarang mari Kita nikmati waktu Kita berdua. Aku yakin Kamu juga merindukan ku. Lihatlah tubuh mu ini, Mereka berkata ya Babby." Andra meremas dua benda milik Luna.


Luna terus memberontak namun Andra lagi-lagi menguasai tubuhnya. Andra kini tengah menikmati tubuh Luna yang tampak menggeliat.


"Aku suka ini. Ternyata menikmati tubuh istri dari pemilik perusahaan L sangat menantang."


"Andra, Aku mohon. Lepaskan Aku." Luna tampak menangis.


"Nikmati saja Babby, Aku akan membantu mu menikmati permainan Kita."


Tidak berapa lama, Luna mengerang dan mencapai puncak kenikmatan.


"Lihatlah. Kamu menikmatinya Babby. Aku yakin Kamu tidak mendapatkan kenikmatan ini dari suami mu."


Luna tampak menangis namun juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lengannya kini tengah diikat.


Andra melepas seluruh pakaiannya dan juga pakaian Luna.


Namun dia begitu kecewa saat melihat bercak merah di pakaian dalam milik Luna.


"Sial..." Andra tampak mengumpat, dia meraih pakaiannya dan memakainya kembali.


"Jangan kecewa ya Babby, Aku akan datang lagi saat datang bulan mu selesai." Andra membuka ikat tali di lengan Luna.


Tanpa diduga, Luna menampar wajah Andra dan meludahinya, "Aku sudah memberikan peringatan kepada mu untuk tidak menyentuh ku, tapi Apa yang Kamu lakukan? Aku tidak akan memaafkan mu."


Andra tampak geram, dia mengepalkan tangannya.


"Beraninya Kamu..." Andra menatap Luna dengan penuh amarah.


Luna kini tengah menangis meratapi nasibnya.


"Kenapa Aku harus seperti ini? Maafkan Aku Nathan."


Malam hari tiba, Luna tengah menyiapkan makan malam untuk Nathan.


Tidak berapa lama kemudian, Nathan tiba.


"Sayang? Kamu dimana?"


"Aku di sini." Luna menghampiri Nathan dan mengambil tas di lengannya.


"Bagaimana hari ini? Kamu pasti kesepian di rumah sendiri? Aku pikir Kamu akan menemui ku di kantor." Nathan duduk di atas sofa dan Luna membantunya melepaskan dasi serta jas miliknya.


"Hari ini cukup membosankan, tapi Aku terlalu sibuk membereskan beberapa barang milik ku."


"Jangan terlalu capek Sayang. Apa perlu Kita memanggil asisten rumah tangga?"

__ADS_1


"Tidak usah, Aku di rumah hanya diam saja." Luna duduk di samping Nathan.


"Kamu memasak apa? Baunya harum."


"Aku hanya menggoreng ayam dan sayur. Aku belum tahu makanan kesukaan mu dan Aku juga belum sempat belanja."


"Aku suka semua yang Kamu siapkan. Aku mandi dulu ya Sayang." Nathan mencium pipi Luna, namun matanya tertuju mata tanda berwarna merah di belakang telinganya.


"Sayang, kenapa ini?" Nathan menyentuh tanda merah tersebut.


"A...Apa?" Luna menutupinya dengan rambutnya, wajahnya tampak begitu was-was.


"Tanda merah ini? Apa Aku yang melakukannya?"


"I...Iya tentu, Kamu pikir Aku menandai diriku sendiri?" Luna tertawa.


"Aku tidak ingat. Mungkin Aku begitu menikmati permainan Kita hingga Aku tidak mengingatnya. Maukah Kamu mengingatkan ku sekali lagi?" Nathan berbisik.


"Emm sebenarnya, Aku sedang datang bulan."


"Begitu ya, kalau begitu akan lama lagi Aku mengingatnya." Nathan tertawa.


Luna menarik nafas panjang, "Mandi saja dulu, Kita akan makan malam bersama."


"Siap Sayang." Nathan pergi meninggalkan Luna.


Luna tampak menangis saat Nathan pergi meninggalkannya, "Maafkan Aku..."


Pagi hari tiba, Luna tampak murung.


"Kenapa Sayang? Mau ikut ke kantor bersama ku?" Nathan menyadarkan Luna dari lamunannya.


"Tidak, Aku tidak apa-apa."


"Kamu terlihat kurang sehat." Nathan menyentuh kening Luna.


"Baiklah, Aku pergi dulu. Hati-hati yaa Sayang." Nathan mengecup kening Luna.


Luna tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Di tempat lain Nathar tampak sedang menunggu kedatangan Flo.


"Apa dia lupa untuk menemui ku? Aku akan menemuinya."


Nathar berjalan menuju ruangan Flo.


"Tuan..."


"Floella sudah datang?"


"Sudah, sejak satu jam yang lalu."


"Satu jam? Dan dia tidak menemui ku?" Nathar berjalan cepat.


Bagian resepsionis di bawah pimpinan Flo tampak ketakutan.


"Gawat, pasti akan ada masalah besar."


Flo tampak terkejut saat Nathar memasuki ruangan begitu saja.


"Tu...Tuan Nathar."


"Kenapa Kamu tidak menemui ku?" Nathar tampak merajuk.

__ADS_1


Flo semakin terkejut saat melihat ekspressi Nathar, dengan cepat Flo menutup tirai di ruangannya.


"Aku akan menemui mu, tapi nanti."


"Kapan?" Nathar duduk di atas sofa dan diikuti oleh Flo.


"Mungkin setelah pekerjaan ku selesai."


"Jadi Kamu lebih mementingkan pekerjaan dari pada Aku?"


Flo membelalakkan matanya, antara terkejut dan ingin tertawa. "Kamu kenapa? Kamu baik-baik saja kan?"


"Tidak, Kamu tahu semalaman Aku benar-benar merasa terganggu dengan pikiran ku." Nathar memijat kepalanya.


"Apa yang membuat mu kesal seperti ini? Ceritakan kepada ku." Flo menggenggam tangan Nathar.


Nathar langsung memeluk Flo tanpa aba-aba. "Aku takut laki-laki itu benar-benar menghubungi mu."


"Laki-laki itu? Maksud mu Dareen?"


"Jangan sebut namanya, Aku kesal." Nathar masih merajuk, dia memeluk Flo dengan tubuhnya yang lemas.


Flo akhirnya tertawa, "Dareen... Maksud ku laki-laki itu tidak ada menghubungi ku. Kamu tenang saja, Aku tidak akan mengecewakan mu."


"Benarkah? Kamu janji?"


Flo tersenyum, "Janji." Mereka pun melakukan janji jari kelingking.


"Baiklah kalau begitu, Aku tunggu jam istirahat di ruangan ku." Nathar hendak bangun dari duduknya.


Flo menahannya, "Tapi... Tolong jangan beri tahu hubungan Kita kepada siapa pun. Ini untuk kebaikan Kita. Kamu adalah pemimpin perusahaan ini, tidak baik jika..."


"Terima kasih sudah sangat memahami ku Honey." Nathar mengecup pucuk kepala Flo.


"Satu lagi, biarkan Aku yang menemui mu di ruangan mu. Jangan Kamu yang kesini."


"Baik, lain kali Aku akan menelpon mu." Nathar tersenyum manis, bagaikan seekor kucing yang berada dalam pangkuan majikannya.


Nathar hendak pergi namun dia kembali lagi, "Aku lupa."


"Apa?"


"Berikan ciuman mu di pipi ku."


Flo menarik nafas panjang melihat kelakuan Nathar, tidak mau berdebat lagi karena akan menjadi sangat panjang, Flo pun mengecup pipi Nathar.


Nathar tersenyum dan pergi meninggalkan Flo.


Di luar ruangan tampak karyawan di bawah pimpinan Flo tengah tegang menatap Nathar keluar dari ruangan Flo.


"Sepertinya Nona Flo kena tegur." Mereka tengah berbisik.


"Nona Flo akan segera memarahi Kita, ayo kerja."


Resepsionis yang menyambut kedatangan Nathar tampak sangat ketakutan, namun dia begitu terkejut saat tidak sengaja melihat senyum di wajah Nathar.


"Tuan Nathar tersenyum? Ada apa? Bukankah dia tadi datang dengan keadaan marah?" Batinnya bergumam.


...----------------...


Ada yang bucin, akhirnya seekor harimau dapat ditaklukan menjadi seekor kucing lucu 😂


Maafkan Aku Nathar karena Aku membuat mu seperti itu, Aku cuma ikutin permintaan reader buat bikin Kamu bucin 🤭🤭 Semoga Tuan Kendra memaafkan ku 😂

__ADS_1


Sebenernya udah mulai tidak nyaman dengan apk NT ini, tapi demi Kalian zheyenk-zheyenk ku. Aku tetep lanjutkan berkarya.


Jangan lupa tetap dukung karya ku yaa 🥰🥰


__ADS_2