
Nathan terdiam sejenak, dia menarik nafas panjang.
"Bagiku pernikahan bukan perkara selaput dara. Pernikahan itu bukan hanya menyatukan dua tubuh, tapi juga dua hati. Kak Cla pernah berkata kalau Kita tidak boleh mempermasalahkan selaput dara. Selaput dara itu sangat sensitif, dapat robek kapanpun dan dimana pun. Ada beberapa faktor kerobekan selaput dara, dintaranya ketidak sengajaan, kecelakaan atau bahkan pergaulan bebas."
Luna tampak sedikit terkejut. Nathan benar-benar laki-laki yang sangat baik, tidak seharusnya Luna melakukan kesalahan itu di masa lalu.
"Maafkan Aku..." air mata mengalir di pipi Luna.
Nathan meraih wajah Luna dan menghapus air matanya.
"Jangan khawatir, ini adalah kali pertama bagiku. Aku bahkan tidak akan tahu jika Kamu tidak memberi tahu ku." Nathan tersenyum.
Luna memeluk Nathan, "Aku sangat beruntung karena memiliki mu."
Di tempat lain Nathar kehilangan jejak Andra, "Sial. Kenapa pria itu datang kemari? Tidak mungkin Nona Luna mengundangnya kemari."
"Melihat Nona Luna yang tidak sadarkan diri, sepertinya benar kalau pria itu pasti memberikan penekanan terhadap Nona Luna."
Malam itu Nathan menghabiskan waktunya bersama Luna. Namun pagi hari dia membangunkan Luna dari tidurnya.
"Sayaaang, bangun." Nathar mengecup kening Luna.
"Hmm... Ini kan masih pagi." Luna menggeliatkan tubuhnya.
"Kita akan pergi ke rumah Mommy."
"Hmm hari ini?"
"Iya, Kita akan pergi sarapan di rumah Mommy."
__ADS_1
"Baiklah, Aku mandi dulu."
"Oke." Nathan menuju meja rias dan merapihkan pakaiannya.
Nathan memang mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi. Nathan menyadari kalau keluarganya belum menerima Luna seutuhnya, maka dari itu dia akan mendekatkan Luna dengan anggota keluarganya.
Luna bangun dari tidurnya, dia menggulung tubuhnya dengan selimut kemudian menghampiri Nathan.
"Kenapa?" Nathan tersenyum saat Luna mencium pipi Nathan.
"Kenapa Kamu tampan sekali?"
"Tentu saja suami mu ini sangat tampan." Nathan mengacak rambut Luna.
"Emm rasanya Aku tidak ingin pergi mandi." Luna memeluk tubuh Nathan, selimut di tubuhnya jatuh begitu saja.
Nathan berbisik, "Aku tidak mengira malam ini Aku kalah dari mu. Aku kira Aku kuat, ternyata Kamu lebih hebat."
"Sangat puas." Nathan ******* bibir Luna dan mengangkat tubuhnya yang polos.
Luna membalas ******* Nathan, dia melingkarkan tangannya di leher Nathan. Namun dia begitu terkejut begitu sadar kalau Nathan mbawanya ke kamar mandi.
"Mau Aku mandikan atau mandi sendiri?"
"Sayaaaaaang...."
Nathan tertawa dan meninggalkan Luna sendirian di dalam kamar mandi.
Selesai mandi Nathan membawa Luna ke kediaman Leonard.
__ADS_1
"Aku takut Sayang." Sepanjang perjalanan Luna menggenggam tangan Nathan.
"Takut kenapa?"
"Ini pertama kali Aku berkumpul langsung dengan keluarga mu, persiapan pernikahan Kita begitu singkat sehingga Aku belum sempat berkenalan dengan benar."
"Keluarga ku adalah keluarga mu Sayang. Mereka sangat baik, walaupun Kami dikenal dengan sikap yang begitu dingin, namum hubungan Kami begitu harmonis. Apalagi Mommy, Mommy orangnya penyayang."
"Tetap saja Aku deg-degan Sayang. Apalagi Aku mempunyai image yang..."
"Ssstt jangan memikirkan apapun. Semua akan baik-baik saja. Kamu adalah istri ku, dan Kami adalah keluarga. Tidak akan ada image negatif dalam hubungan Kita. Kita akan saling menjaga dan menyayangi."
"Baiklah Sayang, Aku percaya kepada mu." Luna menarik nafasnya.
"Oh ya, rumah yang akan Kita tinggali sedang dalam proses pembangunan. Mungkin akan selesai dua bulan lagi. Jadi Kita akan tinggal bersama keluarga ku sebelum rumah itu selesai."
"Apa? Di rumah mu? Apa tidak ada pilihan lain?"
Nathan menatap Luna dengan penuh tanda tanya, "Kenapa? Apa Kamu tidak nyaman berada dengan Mereka?"
...----------------...
Aduuuh agak-agak panas gimana yaa zheyeenk. Luna agresif sama Babang Nathan. Aku skip soalnya males aja jelasin hubungan Nathan sama Luna 🤭🤭
Luna masuk sarang harimau nih, Nathar akan lebih mudah menyelidiki Luna.
Tapi Luna beneran tobat gitu ya?
Jangan lupa dukung karya ku Zheyeenk.
__ADS_1
Like, komentar dan Vote... Masih ada kan vote nya? Kirim buat karya ku 🥰
Kalo udah nggak ada, kirim kopi atau bunga aja deh ya 🤭🤭