Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Mengenal Lebih Dekat


__ADS_3

Nathar menemui Flo di tempat yang sudah dijanjikan.


"Dimana dia?"


"Aku melihatnya pergi ke arah sana." Flo menunjuk sebuah restoran.


"Lalu kenapa Kamu di sini? Kenapa tidak masuk?"


"A-Aku menunggu mu. Lagi pula Aku tidak mau makan."


Nathar menggelengkan kepalanya. "Ya ampun Flo, bagaimana kalau Kita kehilangan jejak Mereka."


"Hanya ada satu pintu menuju restoran itu. Mereka tidak akan pergi tanpa sepengetahuan ku."


"Ayo masuk." Nathar mengajak Flo untuk masuk.


Benar saja, di sana ada Luna tengah duduk makan malam. Tapi sendirian.


"Dia sendirian?"


"Kemana pria itu? Aku yakin dia bersama Nona Luna."


"Apa? Kita kehilangan jejaknya. Apa Kamu memotret Mereka?"


Flo menggelengkan kepalanya, "Aku bisa dikatakan menguntit jika Aku mengambil gambar begitu saja."


"Kenapa bisa seperti ini?" Nathar mengacak rambutnya. Mereka kini tengah duduk dengan jarak yang cukup jauh dengan tempat Luna.


"Apa Nona Luna menyadarinya?"


"Tidak mungkin, Nona Luna tidak mengenal ku. Bagaimana mungkin dia menyadarinya?"


Di tempat lain Luna tersenyum senang, "Kalian fikir Aku bodoh? Tidak salah Aku menargetkan Nathan."


Luna bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan restoran itu.


Nathar dan Flo mencoba mengikutinya, tidak ada hal aneh selama Mereka mengikuti Flo.

__ADS_1


Nathar menarik nafas panjang "Mungkin Kamu salah lihat?"


"What? Tidak mungkin, Aku melihatnya dengan mata ku sendiri."


Setelah dirasa tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, Nathar memutuskan untuk kembali.


Di tempat lain Luna kembali memasuki sebuah restoran mewah. Tampak Nathan sudah menunggunya di sana.


"Maaf Tuan Nathan, Aku sedikit terlambat. Jalanan cukup padat dan..."


"Tidak Nona Luna, Aku yang terlalu bersemangat datang kemari." Nathan tersenyum senang.


Nathan memberikan buku menu kepada Luna.


"Ah Aku hanya pesan minum saja."


"Minum saja? Apa Kamu sudah makan?"


"Tidak, bukan begitu. Aku hanya sedang menjaga berat badan ku."


Luna membelalakkan matanya.


"Ma-maaf, bukan begitu maksud ku Nona. A-Aku..."


"Tidak apa-apa Tuan Nathan, itu merupakan pujian bagiku."


Nathan tersenyum lega. "Sebenarnya ada yang ingin Aku katakan kepada mu."


"Ya? Apa itu?"


Nathan meraih tangan Luna, dia menggenggam tangannya dan menatapnya dengan penuh keyakinan.


"Mungkin ini terlalu cepat, bahkan terlalu terburu-buru. Tapi Aku tidak ingin ada penyesalan. Aku... Aku menyukai mu Nona Luna. Aku menyukai mu sejak pertama Kita bertemu, dan rasa suka itu perlahan berubah menjadi cinta."


Luna membelalakkan matanya tidak percaya, "Maksud Anda Tuan?"


Nathan sedikit tertawa dan masih menggenggam tangan Luna "Aku memang bukan pria yang romantis. Tapi Aku benar-benar mencintai mu Nona Luna. Aku yakin kalau perasaan ini adalah perasaan cinta."

__ADS_1


Luna menutup mulutnya tidak percaya, "Ta-tapi ini terlalu... Ini terlalu mengejutkan."


"Aku tahu, ini akan membuat mu begitu terkejut. Bahkan Aku tidak tahu apa Kamu mempunyai kekasih atau tidak."


Luna segera menggelengkan kepalanya, "Tidak. Aku tidak punya."


Nathan menarik nafas panjang, "Syukurlah. Aku lega mendengarnya."


Mereka saling diam, Nathan maupun Luna tampak bingung.


"Nona Luna, apa Aku boleh mengenal mu lebih dekat? Aku... Aku tidak ingin mengajak mu untuk berpacaran. Tapi boleh Aku mengenal mu lebih dekat hingga Aku yakin untuk menikahi mu?"


Luna semakin terkejut, "Tuan Nathan, Anda benar-benar membuat ku sangat terkejut."


"Jadi?"


Luna menganggukkan kepalanya, "Anda boleh mengenal Saya lebih dekat dan ijinkan Saya untuk mengenal Anda lebih dekat juga."


Nathan menganggukkan kepalanya, "Tentu. Tentu saja."


...----------------...


Nathaaan, aduuuhhh...


Silahkan Kak, kolom komentar dipersilahkan. Jangan hujat Aku πŸ₯ΊπŸ˜„


Selamat menikmati karya ku, semoga Kalian tetap dukung karya kuuuu πŸ₯°πŸ₯°


πŸ‘πŸ» Like


πŸ“ Komentar


❀ Favorite


dan Vote yaa 😁😁


Terima kasiiih πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2