
"Kamu tidak usah memikirkan perkataan ku yang tadi. Sekali lagi terima kasih ya Flo."
Flo menarik nafas panjang, "Iya sama-sama. Aku juga senang karena Nyonya Amanda sudah sadarkan diri."
Nathar tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah mengantar Flo kembali ke kantor, Nathar kembali ke rumah sakit.
"Mommy..."
"Sayang. Kamu dari mana? Sepertinya Mommy tadi bermimpi."
"Mimpi apa Mommy?" Nathar tampak bingung.
"Kamu memperkenalkan seorang gadis kepada Mommy, tapi sepertinya itu benar-benar mimpi. Tidak ada yang lain di ruangan ini selain Kalian."
"Itu..." Nathan hendak angkat bicara, namun Nathar memotongnya.
"Iya, sepertinya Mommy bermimpi."
Nathan dan Kendra membelalakkan matanya dan menatap Nathar dengan penuh tanda tanya.
"Sayang sekali, Mommy kira itu sungguhan."
Cla datang dari balik pintu, "Mommy, Mommy bisa pulang hari ini juga. Tapi dengan syarat."
"Apa Sayang syaratnya?" Amanda menggenggam tangan Cla.
"Pria-pria ini harus bisa menjaga Mommy dan berjanji untuk tidak mengulangi hal seperti ini lagi. Kalau tidak, Mommy pulang ke rumah ku saja bersama Aurora."
Kendra, Nathan dan Nathar tampak keberatan.
"No. Aku janji akan selalu menjaga Mommy."
"Akupun, kejadian ini tidak akan pernah terulang lagi."
__ADS_1
"Daddy juga berjanji akan selalu menjaga Mommy. Lagian ini salah kedua adik mu."
Nathan dan Nathar membelalakkan matanya, "Daddy........"
Cla dan Amanda tertawa melihat laki-laki yang sangat Mereka cintai.
Amanda akhirnya kembali ke kediaman keluarga Leonard.
"Istirahat ya Mommy."
Beberapa hari kemudian, Nathan dan Nathar kembali ke perusahaan.
Nathar mencari keberadaan Flo, "Sudah beberapa hari Aku tidak melihatnya. Kemana dia?"
Saat jam istirhata Nathar pergi menuju kantin tempat para karyawan beristirahat dan makan siang.
Beberapa karyawan tampak berbisik, "Bukankah itu Tuan Muda? Kenapa ada di sini?"
"Benar, itu Tuan Muda."
"Entahlah, wajah Mereka sama persis."
Beberapa karyawan juga menyapa Nathar, namun Nathar mengabaikan Mereka. Nathar meninggalkan tempat itu saat meyakini kalau Flo tidak ada di sana.
Nathar kembali ke ruangannya.
"Apa lebih baik Aku meminta nya kemari? Tapi untuk apa?"
Nathar tampak bingung. Nathar memutuskan untuk menutup masalah Luna sehingga tidak ada alasan untuk menghubungi Flo.
Saat jam kerja, Nathar berjalan menuju tempat bekerja Flo. Ruang kerja Flo yang dikelilingi dinding kaca itu membuat Nathar melihat Flo dengan jelas.
"Itu dia."
Nathar berjalan di antara karyawan yang merupakan bawahan Flo.
__ADS_1
Nathar sengaja membuat keributan supaya Flo keluar dan menghampirinya.
"Tuan Muda?" Seluruh karyawan tampak tegang. Bukannya keributan yang terjadi, tetapi suasana begitu hening.
"Kenapa malah hening seperti ini?" Batin Nathar bergumam.
Nathar memeriksa beberapa karyawan, sesekali dia melihat ke arah Flo. Namun Flo masih fokus dengan pekerjaannya.
Seperti biasa, Flo menggunakan pakaian semi formal dengan kemeja berwarna cream. Saat ini dia melepas blazernya. Kemeja yang pas di badannya membuat dia tampak begitu sexy. Rambut yang dia cepol dan kacamata yang nangkring di hidungnya yang begitu sempurna.
"Kenapa dia terlihat begitu cantik hari ini?" Batin Nathar kembali bergumam. Namun dia menghentikannya, "Cantik? Cantik? Kenapa cantik? Ada apa ini? Lupakan Nathar, Kamu harus fokus." Nathar menggeleng-gelengkan kepalanya.
Nathar berjalan cepat meninggalkan ruangan tersebut. Flo yang menyadari itu hanya mengedikkan bahunya.
"Kenapa dia? Apa dia melakukan blusukkan? Tapi untuk apa? Bukankah kinerja tim ku baik-baik saja?"
Flo kembali fokus dengan pekerjaannya.
Saat di dalam lift, Nathar masih terbayang saat Flo berada di ruangannya.
"Kenapa hanya dengan seperti itu dia tampak cantik daaaaan... Sexy."
Nathar memegang bagian dadanya, "Kenapa jantung ku berdegub begitu kencang?"
...----------------...
Nathar tegang tuh, kasih secngkir kopi dong ☕🤭
Mulai baper nih Nathar, mulai merasa ada yang kurang saat tidak bertemu Flo.
Hayoo benih-benih bucin udah muncul nih.
Jangan lupa dukung terus karya ku yaa Zheyeenk. Like, komen dan vote 🥰🥰
Terima kasih buat dukungan Kalian selama ini 🥰🥰
__ADS_1