Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Dijodohkan?


__ADS_3

Luna menjawab panggilan Andra, "Ada apa?"


"Ayolah Babby, apa Kamu tidak kangen kepada ku?"


"Hentikan omong kosong itu." Luna tampak kesal.


"Apa suami mu sudah berangkat?"


"Apa urusan mu?"


"Kabari Aku kalau dia sudah pergi. Bye Babby." Andra mengakhiri panggilannya.


"Gila! Mau apa lagi dia?"


Nathan selesai membersihkan dirinya, kemudian berpamitan kepada Luna.


"Kalau Kamu bosan, Kamu bisa mendatangi ku di kantor."


"Iya Sayang." Luna tersenyum dan memeluk Nathan.


Nathan pun pergi meninggalkan Luna sendirian.


Luna mengambil handuk dan hendak menuju kamar mandi, namun tiba-tiba bel berbunyi.


"Siapa? Apa Nathan kembali?"


Luna menghampiri pintu, "Tapi mana mungkin dia membunyikan bel?"


Luna mengintip siapa yang berada di balik pintu.


Tampak wajah Andra memenuhi layar.


"Andra?"


"Babby? Buka pintunya."


"Apa yang Kamu lakukan? Pergi! Atau Aku akan memanggil bagian keamanan."


"Buka dulu pintu nya. Suami mu mungkin masih ada di lobby, apa Aku perlu memanggil suami mu untuk membukakan pintu?"


"Gila Kamu." Luna mematikan layar.


Bel kembali berbunyi.

__ADS_1


Di tempat lain, Nathar tampak mencari keberadaan Flo.


"Kemana dia? Setelah pesta pernikahan Nathan, Aku tidak pernah menemukannya."


Nathar akhirnya memutuskan untuk menemui Flo di ruangannya karena nomor ponsel Flo selalu saja tidak aktif. Kalau pun aktif, Flo tidak pernah menjawabnya.


"Selamat siang Tuan. Ada yang bisa Saya bantu?"


"Aku ingin menemui Nona Floella."


"Nona Floella ada di dalam ruangannya."


Nathar segera memasuki ruangan Flo. Flo tampak sangat terkejut.


"Tuan Nathar."


"Kenapa Kamu menghindari ku?"


"A...Apa maksud Anda Tuan?" Flo melihat beberapa karyawan menatapnya dari arah dinding kaca.


Flo menekan tombol remot dan tirai menutup dinding kaca tersebut.


"Kenapa Anda datang kemari?"


"Tapi untuk apa?"


"Untuk apa kata mu?" Nathar menghimpit tubuh Flo di antara sofa dan tubuhnya.


"Hentikan. Aku mohon hentikan! Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud mu? Kamu melakukan semuanya semau mu." Flo mendorong tubuh Nathar.


"Jadi Kamu benar-benar tidak mengerti perasaan ku?"


"Perasaan mu? Perasaan mu yang mana? Kamu mencium ku begitu saja dan beberapa saat kemudian Kamu bergandengan tangan dengan perempuan lain? Apa yang bisa Aku mengerti?" Flo tampak kecewa.


Nathar tertawa, "Jadi Kamu cemburu?"


"Cemburu kata mu? Siapa yang harus Aku cemburui? Kamu cocok dengannya, bahkan sangat cocok." Flo masih tampak kesal.


"Dia adalah putri dari sepupu Daddy ku, dia putri dari pemilik perusahaan yang pernah Aku kelola selama di USA dan..."


"Apa itu bisa menjamin kalau diantara Kalian tidak ada hubungan apa-apa? Aku mendengar semuanya dengan sangat jelas."


"Apa? Apa yang Kamu dengar?" Nathar tampak penasaran.

__ADS_1


Flo menundukkan kepalanya, "Tuan Kendra ingin menjodohkan mu dengannya, Arabella."


Nathar membelalakkan matanya, "Menjodohkan ku? Dengan Arabella?"


Nathar pergi ke luar ruangan dan meninggalkan Flo sendirian.


Flo menutup mulutnya tidak percaya, "Kemana dia akan pergi? Bagaimana kalau kekacauan kembali terjadi di keluarga Leonard. Tidak, Aku tidak bisa membiarkannya."


Flo berlari menuju lift, dia langsung menuju lobby.


"Kamu melihat Tuan Nathar kemari?"


"Beliau baru saja keluar untuk mengambil mobilnya Nona."


Flo berlari menuju luar, dan benar saja dari kajauhan mobil Nathar mulai melaju.


Flo menghentikan Nathar dengan menghalangi jalannya.


"Buka pintunya, Kita bisa bicarakan ini baik-baik."


"Aku harus menanyakannya langsung tentang apa yang Kamu dengar." Nathar masih enggan membuka pintu mobil.


"Aku mohon." Flo mendekati Nathar.


Nathar akhirnya luluh dan membukakan pintu mobil.


Flo segera membuka pintu dan duduk di samping Nathar.


"Kita harus pergi dari sini sebelum beberapa karyawan menyadarinya." Flo mencoba membujuk Nathar.


Akhirnya Nathar membawa Flo menuju sebuah taman kota.


Flo menarik nafas panjang, "Aku tidak mau ada kesalah pahaman lagi di keluarga Kalian." Flo menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap Nathar.


Nathar tersenyum dan memeluk Flo.


...----------------...


Semoga tidak ada salah faham lagi antara Nathar dan Flo.


Sebenernya Aku udah bikin kerangka cerita untuk waktu yang sangat lama.


Tapi mood ku lagi kurang baik. Maaf yaa 🥺🥺

__ADS_1


Jangan lupa dukung terus karya ku yaa. Makasih buat semuanya 🤗


__ADS_2