Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Hamil?


__ADS_3

Pulang bekerja, Nathar mengajak Flo untuk makan malam bersama. Flo tentu saja tidak menolak permintaan Nathar.


"Flo, Aku sedang gabut. Kita makan bersama yu." Shenna tampak merengek.


Flo tampak bingung, "Emm sebenarnya Aku sudah ada janji."


"Janji? Dengan siapa? Oh ya bagaimana kelanjutannya dengan Tuan Muda mu itu?" Shenna mulai kepo.


"A...Apa maksud mu?" Flo tampak mengalihkan pandangannya.


"Tuan Nathar. Bukankah waktu itu Kalian..." Flo menutup mulut Shenna.


"Hentikan Shen, jangan sampai orang lain tahu."


Shenna berbisik, "Aku dengar tadi pagi Tuan Nathar marah-marah, dia menemui mu dan kembali dalam keadaan berseri."


"What? Bagaimana mungkin?"


"Bagaimana? Kamu yang lebih tahu. Apa Kalian..."


Flo kembali menutup mulut Shenna, "Aku akan ceritakan nanti, tapi tidak saat ini."


"Kenapa? Aku sangat lapar, Aku ingin makan. Ayo Kita makan sepuasnya."


"Shenna, bukan kah Kamu akan menurunkan berat badan mu?"


"Kemarin berat badan ku sudah turun. Tapi... Naik lagi."


Flo tertawa, "Kalau begitu besok Aku akan mentraktir mu makan sepuasnya. Sekarang Kamu pulang saja dulu ya. Bye Shenna." Flo menghentikan sebuah taxi dan memasukkan Flo ke dalamnya.


"Ta...Tapi... Flo..."


Taxi pun melaju meninggalkan Flo sendirian. Flo segera menuju lobby kantor. Tampak Nathar tengah menunggunya.


"Ma...Maaf, tadi Aku harus mengurus dulu Shenna, atau dia akan Kita bersama ku."


"Lima belas menit." Nathar melihat jam tangan yang melingkar di tangannya. "Aku harus menahan rasa rindu ku selama lima belas menit."


"What?" Flo membelalakkan matanya, "Ayo Kita berangkat sebelum Kamu benar-benar menjadi."


Mereka kini berada di dalam sebuah cafe yang cukup jauh dari keramaian. Flo tidak ingin hubungan Mereka terekspos lebih dulu, jadi Flo memilih tempat yang cukup jauh dari keramaian Kota.


"Rasanya menyenangkan sekali berada di tempat yang tidak ada orang yang mengenal Kita sama sekali."


"Memang Kita akan melakukan apa hingga pergi sejauh ini?" Nathar menggenggam tangan Flo.


"A...Apa maksud mu? Tentu saja Kita akan makan."


"Makan saja?"


"La...Lalu?"


"Aku kira Kita akan menghabiskan malam bersama dan mencurahkan rasa rindu."

__ADS_1


Flo membelalakkan matanya, "Dasar mesum."


"Aku mesum hanya kepada mu Honey."


"Tetap saja."


Nathar tertawa melihat Flo yang mendumel.


"Aku hanya bercanda, Kamu lucu sekali sih." Nathar mencubit kedua pipi Flo.


"Awww sakit."


"Maaf maaf, Aku obati ya." Nathar mengecup pipi Flo.


Flo mendorong tubuh Nathar, "Apa yang Kamu lakukan? Ini tempat umum."


"Jadi kalau ini bukan tempat umum, Aku boleh melakukannya?"


"Bu...Bukan begitu."


Nathar kembali tertawa dan menarik tubuh Flo ke dalam pelukannya. "Aku sangat merindukan mu."


Di tempat lain Nathan tampak curiga dengan segala gerak gerik Luna.


Luna tampak menghindar saat Nathan hendak mencumbunya.


"Kenapa Sayang? Apa Kamu tidak enak badan? Apa Kita perlu pergi ke dokter?"


Nathan duduk di hadapan Luna, "Kamu bisa menceritakan semuanya kepada ku. Ada apa?"


Luna terdiam, batinnya bergumam, "Kamu pria yang baik. Tidak seharusnya Aku menghancurkan kepercayaan mu. Aku mencintai mu, tapi Aku tidak bisa menolak masa lalu ku."


"Sayang?" Nathan menyadarkan Luna dari lamunannya.


"I...Iya..."


"Kenapa? Apa Aku melakukan kesalahan? Jangan membuat ku khawatir. Jika Kamu tidak nyaman, Kamu bisa katakan kepada ku. Kita bisa sama-sama mencari solusinya."


Air mata Luna jatuh begitu saja, Luna memeluk Nathan "Maafkan Aku, maafkan Aku..."


"Maaf? Kenapa? Kamu tidak melakukan kesalahan apapun." Nathan memeluk Luna namun masih tampak bingung.


Luna tidak mengatakan apapun, Luna hanya menangis dan memeluk Nathan.


Nathan mencoba menenangkan Luna, "Aku memaafkan mu, apapun kesalahan mu, Aku akan memaafkan mu."


Luna menggelengkan kepalanya dan terus saja menangis.


Pagi hari Nathan tampak khawatir melihat Luna yang masih terlelap dalam tidurnya.


Nathan akhirnya memutuskan untuk memasang camera cctv di area apartemen miliknya.


"Luna pasti tidak akan keberatan jika Aku melakukan ini. Aku jadi bisa memantaunya dan menemaninya lewat telpon jika Kamu memang kesepian."

__ADS_1


Camera cctv berada di beberapa titik, bahkan Nathan menyimpan camera di dalam kamarnya. Tidak lupa, Nathan mensettingnya untuk bisa memantau lewat ponselnya.


"Semoga Kamu tidak kesepian lagi Sayang." Nathan mencium kening Luna. Luna tampak menggeliat.


"Kamu tidak kerja?" Luna tampak terkejut.


"Ini hari minggu, Kita akan menghabiskan waktu bersama." Nathan kembali mengecup kening Luna.


"Ahh badanku rasanya berat sekali. Boleh Aku tinggal di dalam kamar untuk hari ini?"


"Tentu saja Sayang." Nathan kembali masuk ke dalam selimut dan menemani Luna seharian.


Di tempat lain Flo tampak mendatangi L hospital. Dia mengalami dismenore. Flo mendatangi poli bidan.


"Seperti biasa, Anda tidak boleh terlalu lelah. Perbanyaklah istirahat dan jangan lupa jangan terlalu banyak pikiran. Relaks saja Nona."


"Terima kasih, Aku sudah tidak mengalami dismenore seperti ini beberapa bulan terakhir. Aku kira ini semua sudah berakhir."


Flo keluar dari ruangan tersebut dan duduk mengantri untuk menebus resep obat.


Tiba-tiba ponselnya berdering. Dilihatnya nama Shenna di layar ponsel miliknya.


"Hallo Shen, ada apa?"


"Flo? Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?" Shenna tampak panik.


"Apa? Apa maksud mu Shen?"


"Lihatlah forum karyawan perusahaan L, berita itu sudah menyebar dimana-mana."


"Apa? Berita apa ini Shen?"


"Kamu... Kamu lihat saja dulu Flo."


Shenna mengakhiri panggilannya. Flo segera memasuki website forum karyawan.


Disana tersebar gambar saat Flo tengah berada di cafe bersama Nathar. Flo tengah dicium dan juga di peluk. Namun hanya wajah Flo yang tampak jelas, tidak dengan Nathar.


Awalnya tidak banyak respon, namun gambar Flo tangah berada di depan poli bidan kembali tersebar. Beberapa orang mengira kalau Flo tengah memeriksa kandungannya.


"What? Siapa yang menyebarkan berita seperti ini?"


...----------------...


Maafkan baru Up.


Qodarulloh, setelah Aku sehat, kedua anak Aku yang sakit (fyi, Anak Aku kembar, jadi pas sakit ya dua-duanya).


Jadi Aku baru bisa merambah ke dunia Nathan dan Nathar.


Doakan Kita sehat selalu ya. Kalian juga jangan lupa jaga kesehatan, pancaroba mulai menyerang.


Jangan lupa dukung terus karya ku yaa. Terima kasih buat Kalian yang selalu setia dengan karya receh ku 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2