
Luna tampak sangat terkejut, namun dia menutupi keterkejutannya dengan mengaduh, "Aww sakit Sayang, beberapa hari lalu Aku tidak sengaja tergores oleh ujung meja. Aku mengambil sesuatu di bawah meja. Apa lukanya masih tampak jelas?"
Dengan ragu Nathan menganggukkan kepalanya, "Lukanya sudah memudar, hanya tampak bercak merah saja."
"Aku sengaja tidak memberitahu mu karena Aku tahu Kamu akan khawatir."
"Terima kasih karena tidak memberitahu ku, Aku mungkin tidak akan fokus untuk menyelesaikan proyek itu." Nathan mendudukkan tubuhnya di atas kasur.
Luna menyadari perubahan sikap Nathan, dia memeluk tubuhnya yang kekar.
"Maafkan Aku, apa luka ini merusak mood mu?"
"Tidak, bukan begitu. Aku baru ingat kalau Aku masih ada pekerjaan." Nathan mengenakan kembali pakaiannya.
"Kamu tidurlah dulu, nanti Aku akan menyusul." Nathan mengecup kening Luna.
Luna mengangguk pasrah.
Nathan pergi meninggalkan Luna sendirian.
Luna meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.
Tidak lama kemudian ponselnya berdering, menandakan panggilan masuk.
Luna melilitkan selimut di tubuhnya, dia berjalan menuju pintu. Tampak tidak seorang pun di sana, Nathan sudah masuk ke dalam ruang kerja nya.
"Hallo..."
Seseorang di seberang sana terdengar tertawa, "Kenapa Baby?"
"Aku membutuhkan pelepasan."
"Kenapa? Apa suami mu tidak bisa memberikan itu? Hingga Kamu merengek seperti ini kepada ku."
"****, dia meninggalkan ku begitu saja."
Andra kembali tertawa, dia merasa menang.
"Alihkan panggilan ini ke panggilan video."
Luna segera menggeser layar ponselnya. Tampak Andra tengah bersandar di sebuah tempat tidur.
"Apa yang harus Aku lakukan?" Andra tampak tenang.
Luna membuka selimut yang melilit di tubuhnya, "Lihatlah, dia meninggalkan ku dalam keadaan seperti ini."
Andra tertawa, "Baby, sudah seharusnya Kamu milikku, bukan milik pria b*doh itu. Bagaimana mungkin dia meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini?"
"Entahlah, Aku kecewa padanya. Bantu Aku Baby."
Andra kembali tertawa, "Baiklah, dengan satu syarat."
"Syarat? Apa?" Luna tampak bingung, namun wajahnya masih tampak memerah.
"Akui kalau milikku lebih hebat daripada milik laki-laki itu."
__ADS_1
"Oh Baby, Kamu sudah tahu itu. Kalau tidak, tidak mungkin Aku menghubungi mu." Luna tampak merengek.
"Sial, andai saja Aku bisa menemui mu saat ini. Lihatlah, tubuh ku langsung bereaksi saat melihat mu."
Wajah Luna tampak memerah, Mereka pun saling melepas rindu.
Di tempat lain Nathan tampak sangat marah.
"Berani-beraninya dia melakukan itu di rumah ku. Laki-laki br*ngsek, dia memaksa Luna untuk melepaskan hasratnya. Aku tidak akan memaafkan itu. Aku akan memberinya pelajaran, bahkan dia harus mendekam di penjara bersama Ayahnya."
Video terus berputar, Nathan memilihnya secara random.
Namun Nathan tidak kalah terkejut saat melihat Luna yang menyambut baik kedatangan Andra, lagi dan lagi.
"A...Apa? Ba...Bagaimana mungkin Luna melakukan ini di belakang ku? Apa kurang ku hingga dia berselingkuh bersama laki-laki br*ngsek itu?"
Nathan mengepalkan lengannya, tampak otot-otot timbul di permukaan lengannya.
"Benar saja, beberapa hari lalu Mereka melakukan hubungan terlarang itu. Aku yakin di tubuhnya itu bukanlah luka, tapi..." Nathan memukul meja kerja miliknya hingga beberapa benda berjatuhan.
"Dasar perempuan licik, dia bersikap menyedihkan di depan ku karena masa lalunya. Ternyata semua itu hanyalah omong kosong. Aku akan memberikan mu pelajaran." Nathan bangun dari tempat duduknya.
Namun dia menghentikan langkahnya saat mendengar ******* dari dalam kamar.
"Apa? Apa yang sedang dia lakukan?"
Nathan membuka pintu dengan cepat, Luna tampak sangat terkejut.
"Sa...Sayang?"
"A...Aku sedang melihat ini. Aku tidak tahu kalau isinya seperti ini, teman ku mengirimnya ke dalam grup sosial media Kami." Luna memperlihatkan sebuah video di ponselnya.
Nathan mengembalikan ponsel Luna, dia meraih kunci mobil di atas meja.
"Ada pekerjaan yang harus Aku selesaikan di kantor. Kamu tidurlah lebih dulu."
Luna menganggukkan kepalanya.
Nathan pergi begitu saja tanpa mau menyentuh Luna.
Dalam perjalanan, Nathan tampak tidak fokus. Nathan benar-benar tidak bisa lagi mengendalikan emosinya.
"Aku tidak boleh bertindak gegabah lagi. Aku harus membalas perbuatan Mereka sebelum Aku menceritakan semuanya kepada keluarga ku."
Nathan akhirnya memutuskan untuk menemui Cla dan Kevin.
Cla tampak terkejut melihat kedatangan Nathan yang tampak berantakan selarut ini.
"Nathan? Ada apa?" Cla menghampiri Nathan yang duduk di ruang tamu.
Nathan melihat ke arah Cla dan memeluk Cla dengan sangat erat.
Cla tahu ada sesuatu yang tidak beres, Cla sangat mengerti sifat dari adiknya ini. Nathan cenderung tertutup, sangat berbeda dengan Nathar.
"Kamu menangis?" Cla merasakan tubuh Nathan yang bergetar.
__ADS_1
Kevin melihat dari kejauhan, ketika akan menghampiri Mereka, Cla menahannya untuk membiarkan Mereka berdua. Kevin mengerti dengan kode yang diberikan Cla.
Setelah cukup tenang, Cla dan Nathan duduk berdua di sebuah sofa.
"Kamu sudah makan?"
Nathan menggelengkan kepalanya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
Cla tersenyum tenang, itu alasan Nathan menghampiri Cla. Cla mempunyai sifat seperti Amanda. Tenang dalam menghadapi masalah.
"Makanlah dulu, Kakak ambilkan ya." Cla meninggalkan Nathan dan mengambil beberapa makanan.
Dengan telaten Cla merapikan rambut Nathan saat Nathan tengah makan.
"Kamu harus tampil baik, tampan. Apa jadinya jika yang lain tahu penampilan mu saat ini?"
Nathan hanya tersenyum, "Memang tadi Aku tidak tampan?"
"Masih tampan, tapi mungkin kadar tampannya berkurang satu persen."
Nathan pun tertawa, "Masih ada sembilan puluh sembilan persen Kak."
Cla melihat makanan dalam piring habis tidak tersisa.
"Mau cerita sekarang apa mau istirahat dulu? Kamu bisa tidur bersama Aurora dan Arka, Mereka pasti senang saat bangun tidur melihat keberadaan mu." (sebelumnya Aku lupa kalo di Regenerasi Cinta, Cla punya anak kembar. Makanya di awal Aku ceritakan Aurora aja 😁. Beruntung Aku baca komentar dan salah satu dari Kalian mengingatkan Aku).
"Aku ingin bercerita, tapi badan ku rasanya sangat lelah. Kami baru saja menyelesaikan proyek besar." Nathan tampak membanggakan dirinya.
"Kakak sudah dengar itu dari Kak Kevin. Kalian memang hebat, sejak awal Kakak tidak pernah meragukan Kalian." Cla mengusap kepala Nathan.
"Tapi Aku sangat payah dalam hal lain Kak."
Cla terdiam, dia menunggu kelanjutan dari cerita Nathan.
"Ternyata semua yang dikatakan Nathar itu benar. Seharusnya Aku mempercayai dia dari pada orang lain."
"Apa maksud mu, perkataan Nathar yang mana?" Cla tampak bingung.
"Luna. Ternyata Luna memang berselingkuh dengan pria lain. Bahkan Mereka masih berhubungan sampai saat ini."
"Selingkuh?" Cla membelalakkan matanya tidak percaya, cairan hangat mulai keluar dari pelupuk matanya.
Cla tidak percaya kalau apa yang dialami Amanda kini terjadi kembali kepada adiknya. Cla sangat tahu kalau sang Ibu pasti akan sangat terpukul jika mengetahui hal ini.
...----------------...
Aku menepati janjiku. Aku Up lagi.
Alhamdulillah, terima kasih atas suport dari Kalian semua.
Jangan lupa dukung terus karya ku ya.
Like dan komentar, Aku bakalan baca komentar Kalian satu persatu.
Ngomong-ngomong, gimana jadinya kalau Mommy Amanda tahu kisah Nathan, pasti sedih banget.
__ADS_1
Lalu Daddy Kendra? Sudah pasti murka.