
Hari berganti hari, keadaan mulai membaik.
Nathan memutuskan untuk tidak mengumbar kesalahan Luna, selain karena menghargai bisnis Tuan Jordan, Nathan juga menjaga reputasinya.
"Tidak ada gunanya mengumbar kesalahan yang telah berlalu. Tidak semua orang sejalan dengan mu, mungkin ada orang yang berpihak kepada Luna dan itu jelas akan merusak reputasi mu bahkan berpengaruh terhadap bisnis yang sedang dijalankan oleh mu. Jadi biarlah masa lalu hilang dengan sendirinya." Amanda menenangkan Nathan, tentu saja Nathan setuju dengan pemaparan sang Ibu.
Setelah kepergian Luna, Nathan lebih menikmati setiap waktu yang dia lalui. Selain karena pekerjaan yang dia cintai, Nathan juga selalu ditemani Arka.
"Kapan Kamu akan menikahi Flo? Jangan terlalu lama. Tidak baik terlalu lama berpacaran, itu akan menimbulkan fitnah." Amanda kini tengah duduk bersama Nathar.
"Benar, apa lagi yang Kalian tunggu? Secara usia, Kalian sudah cocok untuk berumah tangga. Secara finansial pun Kalian sudah mampu." Kendra menambahkan.
Nathar tersenyum kikuk, Amanda tampak penasaran. "Ada apa? Apa ada kendala?"
"Emm Mommy, sebenarnya Aku malu mengatakan ini..."
"Ada apa? Ceritakan kepada Mommy." Amanda mengusap pundak Nathar.
"Sebenarnya, Aku ingin melamar Flo. Tapi..."
"Kenapa? Daddy sudah menyelidiki latar belakang Flo. Flo memang bukan berasal dari keluarga kaya raya, tapi keluarganya berpendidikan dan beragama baik. Mereka juga di didik untuk mandiri, namun tetap saling peduli. Daddy yakin Flo akan cocok dengan mu." Kendra duduk di samping Nathar.
"Bukan, bukan begitu. Sebenarnya... Aku bingung..." Nathar tampak ragu.
"Bingung? Jangan membuat Kami penasaran." Amanda sudah sangat penasaran.
"Aku... Aku bingung bagaimana cara melamar Flo." Nathar tampak sangat malu. Wajahnya tampak memerah dan menunduk.
Kendra tertawa terbahak-bahak, "Hahaha ya ampun Nathar, Daddy kira kenapa. Daddy tidak menyangka Kamu sepolos ini. Kemari, Daddy ajarkan."
Amanda tampak membelalakkan matanya, "Ajarkan apa? Jangan tunjukkan kalau Kamu playboy yang mudah merayu kesana kemari."
Kendra kembali tertawa, "Daddy tahu dari mana sifat Kamu ini berasal. Lihatlah Mommy, Mommy bahkan selalu cemburu kepada Daddy."
Amanda memukul pelan lengan Kendra, "Apaan sih? Itu karena Kamu dulu playboy. Bahkan hampir seluruh karyawan kantor membicarakan mu."
"Tapi bukan Aku yang membicarakan Mereka."
Nathar membelalakkan matanya, "Jadi Daddy mau memberikan saran kepada ku tidak? Aku ingin Flo bucin seperti Mommy kepada Daddy." Nathar tertawa.
Amanda membelalakkan matanya, "Apa? Siapa bucin dengan siapa?"
Mereka pun tertawa bersama.
Di sisi lain, perusahaan cabang di Kota M sedang mengalami masalah cukup serius.
Salah satu antara Nathan dan Nathar terpaksa harus kesana untuk menangani masalah yang terjadi di cabang perusahaan tersebut.
__ADS_1
"Jadi, siapa yang akan kesana?" Kendra tampak ragu.
"Aku saja Daddy, Nathar sedang mempersiapkan proses lamaran. Jadi sepertinya akan cukup sulit jika Nathar harus pulang pergi ke Kota M." Nathan mengambil tindakan.
"Apa itu tidak apa-apa? Bukankah perusahaan di Kota M masih merintis? Kamu akan cukup kesulitan jika bekerja sendirian." Nathar tampak ragu.
"Kamu pikir Aku akan bekerja sendiri? Ada banyak karyawan perusahaan Kita di sana. Kita akan segera menyelesaikan masalah ini dan Aku akan kembali ke ruangan ku." Nathan berakting sombong.
"Baiklah jika itu keinginan mu, Aku akan menunggu mu di sini. Jangan terlalu lama." Nathar tampak tertawa.
"Tentu saja, Aku tahu Kamu tidak bisa lama-lama berjauhan dengan ku." Nathan tidak kalah tertawa.
Nathan pergi menuju cabang perusahaan L di Kota M. Nathar kini sibuk dengan berbagai tugas sehingga rencana lamarannya sempat tertunda beberapa saat.
"Ternyata bekerja bersama Nathan itu lebih menyenangkan." Nathar tengah membaringkan tubuhnya di atas sofa di apertemen milik Flo.
"Kenapa? Apa Kamu mengalami banyak kesulitan?" Flo menyiapkan minuman untuk Nathar.
"Tentu saja, apa Kamu tidak merasa kesulitan?" Nathar kembali duduk.
Flo menggelengkan kepalanya, "Tidak, Aku baik-baik saja."
Nathar menarik nafas panjang, "Padahal Aku kesulitan bertemu dengan mu, tapi lihatlah. Kamu bahkan tidak merasa kesulitan?"
Flo tampak tertawa, "Aku kira Kamu kesulitan dalam hal apa."
"Di sana Nathan pun sedang sibuk dengan permasalahan perusahaan. Shenna sering mengabari kalau dia harus bekerja lembur karena Nathan ingin segera menyelesaikan permasalahan itu."
"Shenna? Tunggu dulu. Maksud mu si tukang makan itu?"
Flo tertawa, "Kenapa Kamu menyebutnya begitu?"
"Apa Kamu lupa bagaimana dia menghabiskan makanan saat di putus dari pacarnya?"
"Benar, itu adalah pertama kali Kamu menemui ku. Shenna bahkan tidak menyadari kehadiran mu karena sibuk dengan makanannya." Flo kembali tertawa.
"Benar, Aku heran kenapa Kamu bisa berteman dengannya."
"Ya ampun Honey, dia itu sahabat ku yang paling baik. Tidak ada orang sebaik dia. Shenna selalu ada untuk ku, bahkan saat Kamu masih memandangku sebagai perempuan aneh."
Nathar kembali tertawa, "Kapan Aku seperti itu?"
"Kamu lupa? Kamu bahkan menegur ku secara langsung."
"Maafkan Aku Honey, Aku tidak menyangka akan menjadi sangat mencintai mu seperti ini." Nathar memeluk Flo.
"Itulah, makanya jangan terlalu meremehkan seseorang." Flo tampak menyindir.
__ADS_1
"Aku tidak seperti itu, Kamu itu unik."
"Unik dan aneh itu hampir sama."
Nathar kembali tertawa dan mengacak rambut Flo.
"Baiklah, sebagai permintaan maaf ku. Aku akan mengajak mu ke Bali. Bagaimana?"
Flo tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Tentu saja Aku mau."
"Baiklah, siap-siap pekan depan Kita akan berangkat."
"Pekan depan? Memangnya Kamu bisa?" Flo tampak bingung, bukankah Nathar bilang dia sedang banyak pekerjaan.
"Tentu saja, untuk mu selalu bisa."
Flo tersenyum dan menyetujuinya.
Akhir pekan pun tiba, Kendra tampak rapih dan memasuki kantor perusahaan L.
Banyak pegawai yang berbisik karena merasa heran dengan kedatangan Kendra. Biasanya Kendra hanya datang di saat tertentu.
"Selamat pagi Tuan."
"Pagi." Kendra memasuki ruangan Nathar.
Nathar tampak tersenyum, "Jadi Daddy benar-benar datang untuk menggantikan Aku?"
"Tentu saja, pergilah dan lamar lah gadis itu. Daddy tidak melakukan ini dengan cuma-cuma. Sebagai gantinya, Kamu harus memberikan menantu yang baik kepada Daddy dan Mommy." Kendra duduk di kursi kebesarannya.
"Baik, Aku akan melakukannya dengan sangat baik." Nathar tertawa dan memeluk Kendra.
"Semoga berhasil, semoga Flo tidak menolak mu." Kendra tertawa.
Nathar membelalakkan matanya, "What? Tidak mungkin, Flo tidak mungkin menolak ku kan?"
Kendra tertawa, "Entahlah..."
...----------------...
Daddy Ken selalu saja jahil, tidak hanya kepada Mom Manda, tapi juga pada anak-anaknya 😂😂
Jangan lupa dukung karya ku yaa, minimal klik tanda like nya hihi
Kalo mau vote pun boleh ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Big hug buat Kalian readers setia ku.
__ADS_1
Sehat-sehat yaa semuanya. 🤗🤗🤗