
"A...Apa maksud Anda Tuan? A...Apa Anda..."
"Ya, Saya datang kemari untuk melamar putri Anda Tuan Jordan. Luna."
Luna tampak sangat terkejut, "Tu...Tunggu dulu, Nathan apa sebaiknya Kita berbicara terlebih dahulu?"
Nathan menggenggam tangan Luna, "Apa Kamu tidak mencintai ku?"
"Bukan begitu, maksud ku..."
"Maaf Tuan, silahkan Kalian berbicara terlebih dahulu." Tuan Jordan menepuk pundak Luna dan meninggalkan Mereka berdua.
"Kalau begitu, Aku ingin menikahi mu. Aku sudah katakan kepada mu kalau Aku tidak akan mengajak mu berpacaran. Aku akan menikahi mu jika Aku sudah benar-benar yakin."
"Tapi apa secepat ini Kamu yakin kepada ku? Kita belum benar-benar saling mengenal."
"Aku akan lebih mengenal mu saat Kita sudah menikah."
Luna terdiam, dia masih bingung dengan keadaan saat ini.
"Sebenarnya ada apa ini?"
Nathan terdiam, "Sepertinya Nathar menyukai mu."
"What? Tapi bagaimana mungkin? Tidak mungkin Nathar menyukai ku. Kami bahkan tidak pernah..." Luna mengingat kejadian saat di hotel waktu itu. Luna menggelengkan kepalanya. "Bagaimana Kamu bisa menyimpulkan hal seperti itu?"
"Nathar menyimpan foto mu, Aku tahu itu foto beberapa tahun yang lalu. Kamu terlihat lebih muda di gambar itu."
"Tunggu dulu, foto beberapa tahun yang lalu? Tapi Aku baru mengenal dia beberapa waktu yang lalu. Saat dia bersama mu." Luna terdiam, batinnya bergumam, "Apa Nathar sedang menyelidiki masa lalu ku?"
"Aku tidak peduli itu. Aku mencintai mu, dan Aku ingin menikahi mu."
Luna terdiam, dia merasa takut Nathar mengetahui masa lalunya. Masa lalu bersama Andra yang bahkan dia sendiri belum bisa keluar dari masa itu.
"Beri Aku waktu."
"Dua puluh empat jam."
"Nathan?"
Nathan meraih tengkuk Luna dan ******* bibir Luna. Nathan melum*tnya lebih dalam saat dirasa Luna tidak memberikan perlawanan apapun.
"Kamu adalah milik ku." Nathan pun melepaskan Luna dan berpamitan.
Luna menyentuh bibirnya, Luna merasa ada sesuatu yang aneh. "Nathan melakukannya dengan sangat lembut, apa karena dia benar-benar mencintai ku?"
Perang dingin antara Nathan dan Nathar mulai dirasakan oleh Amanda. Amanda menghampiri Nathar. Sejak kecil Nathar memang lebih terbuka dari pada Nathan. Nathan cenderung menutup dirinya.
__ADS_1
"Sayang, kemari." Amanda duduk di atas tempat tidur milik Nathar.
"Iya Mommy, ada apa?" Nathar baru saja menyelesaikan mandinya.
"Mommy yang seharusnya bertanya, ada apa?"
Nathar tampak ragu, dia duduk di hadapan Amanda.
"A...Ada apa? Kenapa Mom?"
"Ada apa Kamu dengan Kakak mu?" Amanda menggenggam tangan Nathar.
Nathar menarik nafas panjang, "Ini masalah kecil, tapi..."
"Tapi...?" Amanda mencoba memancing Nathar untuk bercerita.
"Nathan menyukai seorang wanita."
"Bagus, lalu?"
"Tapi Aku rasa, wanita itu tidak baik untuk Nathan."
Amanda tersenyum, "Apa dia baik untuk mu?"
"No Mommy, Nathan salah paham kepada ku seperti Mommy barusan."
Perlahan Nathar menceritakan kejadian di Kota X dan ketika Flo tidak sengaja bertemu Luna.
"Jadi itu alasannya?"
"Iya." Nathar terdiam.
"Apa Kamu sudah selesai menyelidikinya? Kamu yakin yang Kamu temui di Kota X itu pria itu?"
"Sebenarnya Aku tidak terlalu yakin."
"Apa Kamu sudah menanyakan kepada Nona Luna apa yang sebenarnya terjadi?"
Nathar menggelengkan kepalanya.
"Sayang, Kakak mu pasti akan salah paham karena Kamu tidak mempunyai bukti yang kuat. Bisa saja apa yang dikatakan Nona Luna itu benar, dia adalah korban p*l*c*han seksual."
"Tapi mungkin saja Nona Luna itu berbohong."
Amanda terdiam, dia ingat betul bagaimana dirinya menjadi korban dari kebejatan Ziano di masa lalu. Bahkan saat Mereka telah bercerai. Namun dia sangat beruntung karena mengenal pria yang tepat. Kendra ada untuknya dan begitu mempercayainya.
"Mommy tau Kamu sangat menyayangi Kakak mu. Tapi alangkah baiknya Kita lihat bagaimana Nathan menyelidikinya sendiri. Apa itu adalah sebuah kebohongan atau memang benar terjadi. Jika Nona Luna jodoh Nathan, Nathan harus menerima semua kekurangan Nona Luna juga masa lalunya."
__ADS_1
"Tapi Mommy..."
"Kita percayakan kepada Kakak mu."
Nathar menarik nafas panjang, "Baik Mom."
"Lagi pula Mereka baru saling kenal, masih banyak waktu untuk lebih saling mengenal. Dan yang terpenting adalah hubungan Kalian. Mommy tidak mau ada kesalah pahaman antara Kalian."
Nathar menganggukkan kepalanya, "Benar, Aku terlalu memikirkan orang lain dan merusak hubungan ku dengan Nathan. Terima kasih Mommy."
"Iya Sayang, segera selesaikan kesalah pahaman ini."
"Iya Mommy." Nathar memeluk Amanda.
Pagi hari, Mereka bersiap untuk sarapan bersama. Ponsel Kendra tiba-tiba berdering menandakan panggilan masuk.
"Siapa pagi-pagi seperti ini sudah menelpon ku?"
"Angkat dulu Sayang, siapa tahu itu penting."
Nathan dan Nathar sedang menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh sang Ibu.
Kendra menjauh dari Mereka dan menjawab panggilan tersebut.
"Selamat ya Ken, akhirnya perusahaan mu akan semakin berkembang."
"Apa maksud mu?" Kendra sedang berbincang dengan salah satu rekan saat sedang memimpin perusahaan L.
"Jadi Kamu belum melihat berita pagi ini? Tuan Jordan mengumumkan lamaran Nathan kepada putrinya, Luna."
"Apa?" Kendra tampak sangat terkejut.
Kendra keselek dan minta secangkir Kopi kepada Kakak-Kakak semua 🥰🥰
...----------------...
Hadeuh gimana sih Luna, katanya masih belum bisa memastikan, tapi udah main sebar berita aja 😠ðŸ˜
btw Kendra keselek, dia minta secangkir kopinya Kak ☕🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen yaa.
Klik jempol itu gratis loh Kak, tapi berdampak besar buat Aku. Jadi semangat up nya 🥰🥰
Aku up, Kalian like. Kan adil yaa 🥰🥰
Aku tunggu zheyenk ku semuanyaaa 🥰🥰
__ADS_1