Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Sarapan Bersama


__ADS_3

"Sayang? Mommy kira Kamu tidak akan makan di rumah. Sini ajak Luna." Amanda yang tengah sibuk di dapur menengok ke arah Nathan saat Nathan memeluknya dari arah belakang.


"Sulit bagiku untuk memulai kebiasaan baru. Aku rindu masakan Mommy."


"Ya ampun, Kamu sudah mempunyai istri Nak. Mana Luna? Sini Sayang, Kamu harus banyak belajar masak supaya Nathan betah."


Luna tersenyum dan menghampiri Amanda, "Baik Tan... Maksud ku, Mommy."


"Kamu juga harus membiasakan pembiasaan baru, Nathan ini dingin di luar tapi manja di dalam. Kami terbiasa makan masakan rumah... Eh Luna kan bekerja ya?"


"No Mommy, Luna akan segera berhenti bekerja."


"Apa? Berhenti bekerja?" Luna tampak keberatan.


"Iya, Mommy pun dulu begitu. Setelah menikah Mommy tinggal di rumah dan mengurus semua keperluan Daddy."


"Tapi keadaannya sangat berbeda..."


Nathan dan Amanda tampak terdiam.


Amanda tersenyum, "Bicarakan lah dahulu. Bekerja atau tinggal di rumah sama saja, yang terpenting adalah bisa menjaga keharmonisan dan menjaga kepercayaan pasangan."


Kendra menghampiri Mereka bertiga, "Mommy mu benar. Perempuan itu tiga kali dilahirkan, sebagai seorang anak, seorang istri dan seorang Ibu. Jadi seperti apa latar belakang seorang perempuan, saat menikah Mereka tetap bagaikan lahir kembali. Artinya tetap harus belajar kembali."


Luna tampak ketakutan saat Kendra mengatakannya tanpa ada senyuman sedikit pun di wajahnya.


"Sayang, sudah. Kamu membuat menantu Kita ketakutan." Amanda merangkul bahu Luna.


"Aku tidak menakutinya, Aku berkata sebagai seorang Ayah."


"Oh ya dimana Nathar?" Amanda mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku akan memanggilnya." Nathan sudah bangun dari tempat duduknya.


"Tidak usah, Aku sudah di sini." Nathar menghampiri Mereka.


Luna semakin menciut saat melihat wajah Nathar. Bagi sebagian orang, Nathar lebih humoris dari pada Nathan. Tapi itu tidak berlaku bagi Luna.


Nathar menghampiri Amanda dan memintanya duduk di sampingnya, "Duduk di samping ku Mommy, selama Aku belum mempunyai pasangan, Aku ingin perempuan hebat seperti Mommy yang mendampingi ku."


"Terima kasih Sayang."


Makanan sudah siap di atas meja, Mereka makan bersama pagi ini. Tidak ada suara apapun selain suara alat makan di atas meja.


Luna tampak memperhatikan seluruh anggota keluarga Leonard. Perasaannya tiba-tiba menjadi tidak nyaman.


"Untuk apa Aku di sini? Aku kira Nathan akan memperlakukan ku seperti seorang ratu dan mengikuti semua keinginan ku. Ternyata dia begitu menuruti perkataan keluarga nya." Batin Luna bergumam.


Acara makan selesai, Nathan mengajak Luna berkumpul bersama Amanda dan Kendra.


"Mommy, Daddy. Apa boleh Kami tinggal di sini untuk sementara? Rumah yang Aku bangun belum selesai, jadi Kami akan tinggal di sini untuk beberapa waktu."


"Tentu saja boleh Sayang. Kalian bisa tinggal di sini sampai kapanpun."

__ADS_1


"Anggap saja rumah sendiri."


"Terima kasih Mommy, Daddy. Sekalian untuk mendekatkan Luna dengan keluarga Kita. Luna memang sudah menikah dengan ku, tapi karena persiapan yang begitu singkat, jadi Luna perlu untuk beradaptasi."


"Kamu benar Sayang. Tinggal lah di sini sesuka Kalian." Amanda menggenggam tangan Luna.


"Terima kasih Mommy." Luna tersenyum.


"Jika Kamu ingin beristirahat, Kamu bisa ke kamar Nathan. Mommy sudah merapikan kamarnya."


"Emm baik Mommy, kalau begitu Aku permisi." Luna memilih untuk masuk ke kamar Nathan.


"Aku di sini dulu ya, ada yang perlu Aku bicarakan dengan Mommy dan Daddy." Nathan berbisik dan mengusap kepala Luna.


"Iya, Aku langsung ke kamar mu ya."


Nathan menganggukkan kepalanya.


Namun saat hendak menuju kamar Nathan, Luna berpapasan dengan Nathar.


"Selamat pagi Kakak ipar." Nathar tersenyum, namun senyuman itu tampak lebih menakutkan bagi Luna.


"Se...Selamat pagi Tuan Nathar."


"Panggil Aku Nathar, Aku adalah adik dari suami mu."


Luna tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tapi satu hal yang harus Kamu ingat, suami mu adalah putra dari perempuan yang Kamu bilang berbeda kondisinya dengan mu."


"Aku tinggal dulu, tidak enak jika Nathan memergoki Kita sedang mengobrol seperti ini." Nathar meninggalkan Luna sendirian.


Luna membelalakkan matanya, "Apa maksud nya itu? Apa dia mencoba mengancam ku? Kamu pikir Kamu siapa? Aku tidak akan membiarkan Kamu meperlakukan Aku seperti ini." Batin Luna bergumam.


Luna segera memasuki kamar Nathan, dia duduk di atas tempat tidur.


"Kenapa Aku harus berada di sini. Aku sudah memuaskan Nathan, seharusnya dia memberikan balasan yang setimpal."


Luna tampak frustasi dan mengacak rambutnya, "Kenapa setiap pria yang Aku puaskan dengan tubuh ku tidak pernah mengikuti keinginan ku."


Ponsel Luna tiba-tiba berdering menandakan panggilan masuk. Nomor tidak dikenal itu kembali menghubunginya. Luna sudah yakin kalau itu adalah Andra.


Luna mengabaikan panggilan tersebut, namun Luna mengingat bagaimana sifat Andra. Dia akan terus mengganggunya sebelum Luna menjawab panggilannya.


Luna membawa ponselnya dan pergi menuju kamar mandi.


"Hallo?"


"Akhirnya Kamu menjawab panggilan ku. Aku kira Kamu masih bersenang-senang bersama suami mu itu."


"Aku memperingatkan mu untuk tidak mengganggu ku lagi, atau suami ku akan memenjarakan mu."


"Oh no, Aku takut." Andra tertawa kencang. "Jadi suami mu sudah mengetahui ku? Bagus, lain kali Kita bisa bertemu dan membicarakan servis mu di tempat tidur. Itu pasti akan sangat menyenangkan."

__ADS_1


"Hentikan!"


"Tapi, siapa yang lebih memuaskan? Aku atau suami mu? Mengingat Kamu bukanlah perempuan yang mudah untuk puas."


Luna tampak semakin emosi, "Gila Kamu. Kamu benar-benar gila!"


Luna mengakhiri panggilannya, dia mangatur nafasnya untuk kembali normal.


"Aku harus mengehentikan pri brengsek itu, atau dia akan semakin menghancurkan ku."


Pesan masuk ke nomor Luna, Luna membacanya.


08xxxxxx : Kirimkan Aku uang ke nomor biasa, atau Aku akan mengajak suami mu untuk mengobrol dengan ku.


"Gila gila gilaaaa!!!"


Luna mendengar pintu di ketuk, "Sayang? Apa Kamu di dalam?"


"I...Iya Sayang, sebentar."


Tanpa pikir panjang, Luna mengirim sejumlah uang kepada Andra.


"Dia akan terus mengganggu ku jika Aku tidak memberinya uang. Paling tidak uang itu akan cukup untuk satu minggu ke depan."


08xxxxxx : Thanks Babby 😘😘


Luna menghapus pesan itu dan segera keluar.


"Maaf Sayang, Aku mempunyai kebiasaan buang air jika kebanyakan makan."


"Tapi Aku lihat tadi Kamu makan sedikit Sayang?"


"I...Itu cukup banyak untuk ku."


"Baiklah." Nathan mengikuti Luna dan duduk di pinggir tempat tidur.


"Mommy dan Daddy sudah mengijinkan Kita untuk tinggal di sini dalam waktu satu atau dua bulan.


"Apa? Aku tidak mau. Aku tidak mau tinggal di rumah ini selama itu." Luna tampak sangat kesal.


"Kenapa? Kamu bisa berikan alasan? Dan kenapa Kamu semarah itu?"


Luna tampak terkejut, "Bu..Bukan begitu maksud ku. Maksudku..."


...----------------...


Wah wah Luna bertingkah nih, membangunkan macan tidur dia.


Dikira dia siapa bisa meremehkan perempuan yang sangat dicintai Kendra, Nathan dan Nathar.


Kesel Akutu...


btw jangan lupa untuk selalu dukung karya ku yaa.

__ADS_1


Like, komentar dan vote 🥰🥰


Bunga dan secangkir kopinya jangan lupa, suapaya emosi Aku nggak terlalu memuncak lihat Luna 😖😖😖


__ADS_2