Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)

Kisah Cinta CEO Kembar (Istri CEO 3)
Introgasi


__ADS_3

Kendra kembali ke meja makan. Amanda menghampiri Kendra, "Ada apa sayang?"


Kendra menatap Nathan dengan tajam, "Nathan, jelaskan pada Kami sekarang juga."


"Jelaskan? Jelaskan apa Daddy?" Natha mulai salah tingkah.


"Daddy tahu Kamu sudah tumbuh dewasa, sudah menjadi hak mu untuk melakukan hal itu. Tapi..."


"Maafkan Aku Daddy..."


Amanda dan Nathar tampak bingung, Amanda menggenggam tangan Nathan.


"Ada apa ini Sayang?"


"Aku... Aku melamar Luna Mom."


"Apa? Kamu melamar Luna? Kenapa? Nathan, Kamu..." Nathar tampak tidak setuju.


"Kenapa? Kamu merasa kalah cepat? Aku mencintai Luna dan Luna mencintai ku. Apa salahnya? Lagi pula tidak pantas penguntit seperti mu menjadi pendampingnya."


"Nathan? Harus berapa kali Aku mengatakan kepada mu kalau Aku..."


"Cukup! Sebenarnya apa yang terjadi di antara Kalian?" Kendra tampak kesal. Bukan hanya karena Nathan melamar Luna tanpa memberitahu Amanda dan Kendra. Namun juga karena perselisihan antara kedua putra yang sangat dicintainya.


Nathan angkat bicara, "Sebenarnya ini berawal beberapa bulan yang lalu. Tepatnya sebelum Nathar melakukan perjalanan bisnisnya."


Mereka mendengarkan penjelasan Nathan.

__ADS_1


"Saat Nathar melakukan perjalanan bisnis, Hubungan Aku dan Luna semakin dekat. Kami sering pergi makan bersama, bahkan Aku menceritakan semuanya kepada Nathar. Namun beberapa hari kemudian, Luna pergi ke Kota X, Kota yang sama tempat Nathar bekerja. Bahkan tidak hanya itu, Luna memesan hotel yang sama dengan Nathar, tapi Nathar tidak memberitahu ku sama sekali."


"Aku tidak tahu kalau..." Nathar tampak tidak terima.


Namun Kendra menghentikannya, "Berikan kesempatan kepada Nathan untuk menceritakan versi nya. Nanti giliran mu."


Nathar kembali terdiam.


Nathan melanjutkan kembali ceritanya, "Waktu itu Luna pergi untuk melakukan reuni. Namun tidak disangka, dia bertemu mantan kekasihnya yang pernah terjerat narkoba. Luna sudah lama putus darinya, namun pria itu terus mengejarnya. Luna akhirnya dijebak dengan diberikan obat perangsang."


Nathan mengepalkan tangannya, "Beruntung waktu itu Nathar menemukannya. Nathar membawa Luna kembali ke kamarnya. Namun efek dari obat itu masih belum berakhir. Luna meracau tidak sadarkan diri. Nathar mengambil kesempatan darinya, tapi entah bagaimana Flo menemukan Mereka. Nathar menghentikan aksinya dan pergi meninggalkan Luna sendirian."


"Tidak seperti itu." Nathar semakin tidak terima.


"Lanjutkan!" Kendra mengangkat tangannya, Nathar menghentikan ucapannya.


"Kenapa Luna tidak melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang?"


"Itu akan mencemar nama baiknya. Luna sangat menjaga itu."


Nathar tampak sangat kesal, dia mengepalkan kedua tangannya.


Kendra mempersilahkan Nathar untuk menceritakan versinya.


"Apa yang diceritakan oleh Nathan di awal itu benar adanya. Namun semua berubah saat Luna mendapatkan obat perangsang itu. Aku tidak sengaja menemukan dia di kolam renang bersama seorang pria. Karena Aku tahu dia dekat dengan Nathan, maka Aku mencoba mendekatinya dan mencari tahu siapa pria itu. Tanpa diduga, saat itu Luna sedang berada dibawah pengaruh obat tersebut. Pria itu tampak ketakutan dan meninggalkan Luna sendirian. Aku mencoba membantunya, namun karena berada dalam pengaruh obat, Luna terus meracau. Aku pergi untuk membelikan obar pereda. Namun Flo melihat Aku keluar dari kamar Luna. Terjadi salah faham antara Aku dan Flo. Namun Aku lebih memilih segera membelikan obar pereda. Saat Aku kembali, Luna sudah tidak ada di tempat. Sehingga keesokan paginya Aku mencoba menghubunginya. Aku mendapatkan kabar kalau Luna baik-baik saja. Namun Aku mendengar suara seorang pria. Luna segera mengakhiri panggilannya. Dan bahkan beberapa waktu lalu, Flo melihat Luna berjalan bersama pria itu di pusat Kota."


"Kamu dan Flo memang bersekongkol untuk menjatuhkan Luna. Kamu pasti sakit hati dan juga malu karena tidak berhasil memperdaya Luna."

__ADS_1


"Aku bukan pria seperti itu. Kamu tahu itu." Nathar tampak tidak terima.


"Sayangnya, Aku lebih mempercayai Nona Luna. Apa yang dia ceritakan lebih masuk akal dari pada yang Kamu ucapkan."


"Nathan." Nathar berteriak.


"Cukup!" Amanda mengangkat tangannya. "Tolong hentikan!"


Namun Amanda tiba-tiba memegang kepalanya, tidak lama kemudian Amanda terjatuh. Dengan sigap, Nathan dan Nathar merangkul tubuhnya.


"Mommy... Mommy..."


"Mommy... Bangunlah..."


"Bawakan ambulan ke rumah ku sekarang juga!"


...----------------...


Tegang banget Akuu 🥺🥺


Nathan tetap bersikeras untuk mempercayai Luna.


Luna pinter banget berbohong yee kan 🥺🥺


Ayoo zheyeenk jangan lupa kasih dukungan berupa like, komen dan vote juga.


Kolom komentar Aku persilahkan 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2