
Cla menghampiri Amanda di ruang IGD. Tampak Kendra, Nathan dan Nathar menunggu di luar ruangan.
Tidak lama kemudian Cla menghampiri Mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Mommy tidak pernah mengalami ini sebelumnya."
Nathan dan Nathar tampak menundukkan kepalanya.
"Apa yang terjadi kepada Mommy mu?" Kendra menggenggam tangan Cla.
"Singkatnya, Mommy mengalami shock yang sangat berat. Sulit baginya menerima keadaan, dia lebih memilih berada di alam bawah sadarnya. Mommy masih enggan membuka matanya."
Nathar menghampiri Cla, "Kak, apa itu berdampak negatif bagi kesehatannya?"
"Tentu saja, Mommy bisa berada di alam bawah sadarnya dalam beberapa hari bahkan beberapa bulan."
Nathar menggenggam tangan Cla "Apa yang harus Aku lakukan? Bagaimana ini Kak?"
Nathan menggenggam tangan Cla yang lainnya, "Ini salah ku Kak, bagaimana ini?"
Cla memeluk kedua adik kembarnya, "Kita harus meyakinkan Mommy kalau keadaan sudah membaik."
Amanda di bawa menuju ruang rawat. Nathan dan Nathar menggenggam tangan Amanda.
"Maafkan Aku Mommy, Aku mohon buka mata mu."
"Maafkan Aku juga Mommy, Aku mohon..."
Kendra pergi bersama Cla menuju ruangan Cla. Kendra menceritakan semuanya.
"Apa? Pantas saja Mommy sampai shock seperti itu. Kalaupun yang dikatakan Nathan benar, seharusnya dia berbicara kepada Mommy dan Daddy terlebih dahulu. Itu hanya obsesi."
"Iya itu yang sangat Daddy sesalkan. Kenapa Nathan mengambil keputusan dengan sangat terburu-buru."
__ADS_1
"Semoga Nathan bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan." Cla terdiam sejenak.
"Tapi Daddy. Apa yang dikatakan Nathar itu bohong? Aku rasa baik Nathan maupun Nathar tidak mungkin berbohong dan mengarang cerita itu."
"Itulah yang sedang Daddy pikirkan, Nathan maupun Nathar tidak akan berbohong kepada Kita."
"Tapi dari mana Mereka mendapatkan cerita itu?"
Kendra terdiam, "Nathan mengatakan kalau Luna menceritakannya kepada Nathan. Dan Nathar mengatakan kalau dia melihatnya sendiri dan Flo menambahkan informasi yang Nathar sendiri tidak yakin kebenarannya."
"Ini tidak benar, kenapa Daddy tidak mencoba menyelidiki semuanya?"
"Ayolah princess, Daddy baru tahu masalah ini dan tentu saja Daddy belum melakukan apapun. Aku kira anak laki-laki tidak memerlukan pengawasan ekstra seperti mu."
Cla tertawa, "Sepertinya Mereka lebih membutuhkannya dari pada Aku."
"Ya Daddy rasa begitu."
Kendra dan Cla kembali menuju ruang rawat Amanda. Kevin sudah berada di sana.
Kendra menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana keadaan Mommy?"
"Sama persis seperti yang dialami Mommy Vita waktu itu."
Kevin terdiam sejenak, itu mengingatkan pada masa dimana Kevin mengetahui kalau Kevin bukanlah anak kandung Vita maupun Ziano.
"Semua akan segera membaik." Kendra mencoba menenangkan anak-anaknya.
Kendra mengusap kepala Amanda, "Sayang, ini Aku. Apa Kamu tidak merindukan Aku? Kenapa Kamu tidak membuka mata mu. Ayolah Sayang, Aku janji kalau Kamu membuka mata mu, Kita akan mulai mengurus trip Kita untuk keliling dunia."
Cla tersenyum, Kevin menggenggam tangan Cla.
__ADS_1
"Aku mencintai mu lebih daripada Daddy Ken mencintai Mommy Manda."
Cla menyenggol lengan Kevin dan tersenyum. Namun Kendra menyadari itu.
"Dan Aku mencintai Cla melebihi cinta mu kepadanya."
Kevin tercengang, dia tidak bisa berkata apa-apa. Cla tertawa melibat Kevin yang begitu tegang.
Nathar tiba-tiba menghampiri Nathan, "Maafkan Aku. Aku benar-benar minta maaf karena membuat mu tidak nyaman. Aku bersumpah kalau Aku menyayangi mu. Tidak ada sedikit pun niat untuk menyakiti mu. Maafkan Aku Than."
Nathan memeluk Nathar, "Maafkan Aku juga karena Aku sudah berburuk sangka. Aku benar-benar sudah salah menilai mu. Kamu adalah saudara terbaik ku."
Cla yang melihat itu meneteskan air matanya. Nathan dan Nathar saling berpelukan dan menghapus air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
"Kalau Nathar saudara terbaik mu, lalu Aku?" Cla merangkul kedua adiknya.
" Kakak adalah yang paling baik dari yang terbaik."
Nathar tampak tidak terima, "Jadi tetap Kak Cla yang paling baik?"
Cla tertawa, kemudian mengacak rambut kedua adik kembarnya.
Pintu tiba-tiba diketuk dari luar. Semua orang terfokus kepada pintu berwarna putih tersebut.
Tampak Flo di balik pintu dengan membawa sebucket bunga di tangannya, "Selamat Pagi."
...----------------...
Akhirnya duo N akur. Lega banget rasanya.
Eh eh tapi... Flo mau ngapain ya? Nengok calon mertua?
vote nya masih ada Kak? Kasih ke karya ku dong. Aku tunggu yaa 😉😉
__ADS_1
Jangan lupa like juga dong, komentar juga yaa 🥰
Makasih loh buat Kalian yang selalu setia dg karya-karya ku. Kalian lah yang membuat Aku bertahan untuk tetap berkarya 🥰