Kisah Cinta Tuan Muda

Kisah Cinta Tuan Muda
BAB 24


__ADS_3

"Sayang, kok kamu tinggalkan aku," sahut Bunga yang menghampiri Rasya.


Semua teman satu kampusnya pun menoleh berbarengan saat suara gadis cantik itu menghampiri mereka, Rasya yang juga kaget dengan ucapan Bunga barusan. Ia seperti orang yang telah memenangkan tender yang besar saat kalimat itu terucap dari bibir gadis yang ia cintai.


"Emang lo siapa?" tanya Chika yang sinis. Ia langsung tidak menyukai gadis itu saat memanggil Rasya dengan sebutan sayang. Dia adalah satu-satunya harus miliknya seorang tidak boleh ada wanita satu pun yang memilikinya. Kecuali kalau dirinya sudah bisa menerima kenyataan kalau Rasya tidak akan memilih siapapun di antara dirinya dan gadis tersebut.


"Saya pacarnya," ucap Bunga dengan lantangnya, saat ia mengucapkan itu begitu mantap tanpa berpikir lagi.


Semua orang hanya menjadi penonton untuk Rasya dan para wanita itu yang sedang merebutkan Rasya.


"Apa itu benar, Ras?" tanya Chika untuk meyakinkan bahwa perkataan wanita itu tidak benar.


"Iya, dia pacar ku," jawab Rasya yang melepaskan tangan Chika dari lengannya. Ia akan memainkan perannya saat ini untuk menjauhi Chika dengannya, ini adalah kesempatan yang tidak boleh ia lewati dan menghampiri Bunga yang sudah cemberut dengan wajah yang tidak suka.


Bunga dengan bangganya tersenyum, ia bergelanjut manja di lengan Rasya yang tadi di lakukan oleh Chika, sebenarnya ia begitu malu saat melakukan ini dan berani sampai sejauh ini.


Kesepakatan dengan Haris hanya mengakui tanpa adu fisik dengan Rasya, mau tidak mau pun Bunga lakukan demi pekerjaan yang sudah ia impikan sejak dulu, ia tidak ingin keluar dan di pecat gara-gara tidak menuruti hal sepele ini.


"Kamu tega banget, Ras. Apa kekurangan ku, apa? Coba beri tahukan aku," teriak Chika yang tidak terima dengan pernyataan itu.

__ADS_1


Rasya hanya milik dirinya seorang, ia yang sudah terlanjur mencintai sampai sekarang, ia selalu membantah ucapan Mamahnya dan selalu menolak rencana yang sudah Mamahnya rencanakan. Tapi, apa yang ia lihat sebuah harapan yang ia lakukan pun sia-sia, ia mengorbankan segala hal untuk mendapatkan Rasya walaupun dirinya dengan Rasya adalah sodara sepupu. Ia tidak perduli dan tidak akan percaya kalau dirinya adalah sodara masih sedarah.


Bagi Chika dia sudah begitu mencintai sosok yang bernama Rasya Putra Wijaya seorang pemuda dari pasangan Bunda Tasya dan Ayah Radit pun selalu di gencar oleh kaum hawa


Begitu pun Chika yang tergila-gila dengan sosok pemuda ini, ia membelakangkan statusnya yang masih sodara sekandung, ia tidak perduli dan tidak menganggap Rasya adalah sodara nya. Yang terpenting ia mendapatkan Rasya dan cintanya.


"Cukup, Chik. Itu kenyataannya, kita tidak bisa bersama dan kamu tau kalau kita...," ucap Rasya yang tegas saat mengucapkan itu belum ia melanjutkannya Chika sudah memotongnya.


"Gak, aku gak mau denger apapun itu, kamu hanya milikku seorang tidak ada yang boleh memiliki kamu kecuali aku," teriak Chika lagi, ia tidak mau mendengar ucapan yang terus di ulang oleh Rasya maupun orang-orang, yang di sekitarnya.


Di ruangan ini menjadi tegang dan kaku, semuanya memandang kearah orang yang lagi ribut soal cinta dan merebutkan satu orang pria.


"Dan, aku sudah bilang berkali-kali sama kamu, Chik. Cinta itu tidak bisa di paksakan, aku tidak ada perasaan pun sedikitpun hanya saja aku menganggap kamu sebagai kakak ku saja," sahut Rasya yang berkali-kali menolak cinta dari Chika dan berkali-kali juga Chika selalu mengungkapkan perasaannya walaupun ia selalu di tolak.


Bunga pun hanya memandang dan mencerna ucapan dia orang yang sedang berdebat, ia hanya berharap semoga dirinya tidak akan terbawa-bawa pada masalah mereka.


Takut itu pasti yang sedang Bunga rasakan sekarang ini, takut wanita ini akan merablaknya nanti. Keributan itu pun mengundang Aldi yang tadi selalu di beri perintah oleh seseorang agar menjauhi kekasihnya. Dan menghampiri kekasihnya yang sedang bergelanjut manja di lengan Rasya teman satu kelas di kampus tersebut.


"Ada apa ini?" tanya Aldi dengan heran.

__ADS_1


Haris yang melihatnya pun langsung menepuk keningnya, dari mana pria itu kembali dengan cepat, bukannya dia sudah di tugaskan untuk melakukan sesuatu untuk merencanakan ini dengan Bunga, tapi rencananya jadi berantakan dan ia mulai pusing.


Bunga yang melihat kekasihnya yang sudah ada di hadapannya pun langsung melepaskan tangannya dari lengan Rasya, ia tidak ingin ada kesalahpahaman di antara dirinya dan sang kekasih.


Tapi apa yang di lakukan Bunga pun membuat Rasya menarik kembali dan memeluknya di depan semua orang tanpa berpikir lagi.


.


.


.


.


.


.


Bunga akan menjadi wanita satu-satunya untukku, jadi jangan ganggu aku lagi. PAHAM...

__ADS_1


__ADS_2