
Ucapan Rasya membuat suasana semakin mencekam dan Aldi pun tidak terima dengan pengakuan teman kuliah itu, ia langsung memukul Rasya tanpa aba-aba.
Bukk...
"Jangan kurang ajar kamu, Ras. Dia itu pacar ku," ucap Aldi yang tidak terima.
Rasya pun terhuyung ke samping, ia yang kaget tidak ada persiapan untuk mempertahankan ketahanan tubuhnya. Ia memegang muka yang sedikit berdarah di bagian hidungnya.
"Apa-apaan sih, Kak. Ngapain main hakim sendiri," teriak Bunga, bukan ia membela Rasya tapi ia tidak mau ada keributan di tempat umum ini.
"Kamu membela dia, di bandingkan aku pacar kamu," balas Aldi yang tidak terima.
"Bukan gitu kak, tapi...,"
"Tapi apa! Oke mulai sekarang kita putus," ucapnya dengan emosi, ia tergila-gila pada Bunga saat mengejarnya pun butuh perjuangan.
Bunga terhenyak dengan pertuturan kekasihnya yang memutuskan hubungannya hanya gara-gara masalah sepele, ia tidak mengerti jalan pikiran pria tersebut.
"Kamu mutusin aku, Kak. Oke aku kita putus," ucap Bunga pun tak kalah emosi, ia yang terlanjur malu dan di permalukan oleh kekasihnya sendiri, memutuskan dirinya di tempat umum.
Setelah mengatakan itu Bunga pun meninggalkan tempat ini, ia merasakan sakit saat pria yang ia cintai memutuskan gara-gara salah paham ini.
Rasya yang tersenyum, ia memandang punggung gadis yang tadi ia ributkan. Dan menghampiri temannya yang bernama Aldi.
"Terimakasih, bro. Kamu tidak perlu lagi menjaganya," ucap Rasya yang tersenyum sambil menepuk pundaknya. Setelah itu ia meninggalkan acara tersebut untuk menyusul Bunga.
Aldi pun menepisnya, ia yang terbawa emosi pun telah menyadari ucapannya. Ia menyesali perbuatannya saat ucapan itu mengakhiri hubungan dengan Bunga.
Aldi pun mengusap tengkuknya dan membuang panas dengan kasar, ia begitu bodoh saat emosi melandanya.
Aarkhhh...
"Ngapain kamu lihat-lihat, BUBAR..," teriak Aldi, ia datang kesini untuk mengenalkan kekasihnya pada semua orang, yang mempunyai gadis cantik incaran para pria. Tapi nasibnya berkata lain, bukannya memamerkan malah ia memutuskannya.
__ADS_1
Hatinya sakit, ia masih sangat menyayanginya dan mencintainya. Ia pun bergegas untuk menyusul mantan kekasihnya itu untuk meminta maaf padanya.
.
.
.
.
Di depan kafe, Bunga menunggu pesanan ia yang memesan taksi online. Ia tidak sanggup lagi harus berada di sini.
Mobil mewah pun menghampiri dan membuka jendelanya.
"Masuk," titah Rasya, ia tahu gadis itu lagi kacau dan butuh ketenangan.
Bukannya masuk Bunga menggelengkan kepalanya, ia menolak karena ingin menenangkan pikiran sendiri.
Penolakan dari Bunga pun membuat Rasya turun dari dalam mobilnya, ia menghampiri Bunga dan membukakan pintu mobil itu.
"Aku gak mau, Pak. Aku sudah memesan taksi online," sahut Bunga memberi alasan.
Dan tanpa aba-aba pun Rasya pun langsung menggendong Bunga yang keras kepala tidak mau menuruti perintahnya. Bunga pun kaget dengan yang dilakukan oleh atasannya.
"Pak, ngapain. Turunkan saya," pinta Bunga.
Rasya pun tak menghiraukannya, ia memasukkan gadis ini ke dalam mobilnya. Setelah itu memutari mobil untuk masuk dan mengemudikan mobilnya.
Kendaraan itu pun melaju dengan kecepatan sedang, Rasya sesekali melirik kearah Bunga yang sedang melamun. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu.
"Jangan memikirkan pria itu, ia tidak pantas dengan mu," sahut Rasya yang membuyarkan lamunan Bunga.
Bunga yang enggan menjawab, ia hanya melirik dan kembali lagi fokus melihat kearah jalanan.
__ADS_1
Mobil pun berhenti di tempat yang begitu indah, Bunga yang belum menyadarinya saat dirinya di bawa kesini pun langsung mendongak ke sekeliling. Ia baru menyadarinya saat sudah ada di tempat ini. Tempat yang begitu indah dan asri dengan pemandangan yang begitu sejuk.
"Ini di mana, Pak?" tanya Bunga yang melirik kearah atasannya.
"Indah kan," bukannya menjawab, ia malah bertanya balik.
Bunga pun mengangguk dan tersenyum lagi, ia begitu nyaman di tempat indah ini.
"Ini tempat yang sering bapak kunjungi?" tanya Bunga lagi.
"Iya," jawab Rasya yang singkat. Lalu memandang kearah gadis yang ada di sampingnya.
"Begitu indah ciptaan Tuhan," sambungnya lagi sambil menatap wajah Bunga.
"Iya, Pak. Ini indah sekali," sahut Bunga yang tidak tahu arah pembicaraan pria yang ada di sebelahnya.
"Cantik kan!"
"Iya," jawab Bunga yang masih fokus kearah depan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Seperti orang yang ada di samping ku....