Kisah Cinta Tuan Muda

Kisah Cinta Tuan Muda
BAB 30


__ADS_3

"Mamah." ucap Bunga yang kaget dengan adanya sang ibu di rumah ini.


Sama halnya dengan Bunga, Mamah Kirana juga terkejut dengan adanya sang putri satu-satunya ada di kediaman rumah Tasya. Ia langsung melangkah untuk menghampiri sang putri yang sedang menata makanan ke tempat meja makan.


"Bunga, sedang apa kamu, Nak?" tanya Mamah Kirana yang sudah ada di hadapan putrinya.


"Bunga diundang makan malam, mah." jawab Bunga ia juga heran dengan adanya Mamahnya ada di rumah atasannya. Apa mungkin Rasya juga tahu tentang keluarganya dan mengundang keluarganya juga. Tapi bunga heran dengan kelakuan atasannya yang bikin pusing kepalanya.


Bunda Tasya pun sama hal dengan keadaan ini. Bingung, bercampur penasaran dengan keadaan ini. Ia pun memberanikan diri untuk menghampiri keduanya yang sedang mengobrol.


"Kalian saling kenal?" tanya Bunda Tasya.


"Ini tuh anak aku, Mbak. Dia putri kedua dari suamiku sekarang," jawab Kirana pada Bunda Tasya.


Syok tentu, Bunda Tasya melihat ke arah Bunga dan Kirana memang tidak ada kemiripan antara Kirana dan putrinya.


Kirana tahu apa yang ada di benak Mbak Tasya, ia pun memberitahukan bahwa sang putri lebih mirip dengan sang suami dan tujuan sang anak pindah ke kota ialah hanya ingin berkerja dan mandiri.


Bunda Tasya pun paham apa yang dijelaskan oleh Kirana, ia tidak habis berpikir, wanita yang di sukai oleh sang anak adalah putri dari mantan madunya yang dulu bersama dengan mas Devan.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah bercerita kalau punya gadis cantik seperti Bunga," tanya Bunda Tasya pada Kirana.


"Aku lupa, Mbak. Saking senengnya bertemu dengan Mbak," jawab Mamah Kirana.


"Sama aku apa sama Mas Radit?" tanya Bunda Tasya yang ingin memancing Kirana, apa di hatinya masih ada nama sang suami di sana.


Kirana tersenyum, ia menghampiri Mbak Tasya dan berkata. "Aku sudah menghapusnya, Mbak. Dia tidak ada lagi di hatiku, hanya ada nama suamiku saja, Mbak tenang saja aku hanya menganggap mas Radit seperti kakakku sendiri," ujar Kirana menjelaskan pada Mbak Tasya, ia tidak ingin mengulang masa yang sudah berlalu. Biarkan itu menjadi pelajaran baginya.


Bunga hanya jadi mendengar yang baik, ia bingung dengan pembahasan tentang Mamahnya dan Bunda Tasya yang mengobrolkan tentang ia tidak tahu. Tapi Bunga tidak ingin ikut campur dengan masalah orang tuanya di masa lalunya.


"Sudah selesai, kenapa pada bengong?" tanya Ayah Radit yang memecahkan keheningan di malam ini.


"Yuk?" ajak Bunda Tasya, ia sudah lega dengan pertuturan dari Kirana yang sudah melupakan suaminya yang selalu Kirana kejar sejak dulu.


Ia tidak ingin ada dendam di kemudian hari, Kirana memang wanita baik yang terjerumus pada pria yang haus belaian wanita. Dan harus berpisah dengan kekasihnya karena mantan suaminya yang dulu yang pernah menghancurkan masa depan Kirana yang sudah di rangkai sejak dulu.


Semua menempati kursi masing masing termasuk suami dari Kirana yang sekarang.


"Papah ada di sini juga?" tanya Bunga pada Papahnya.

__ADS_1


Dimana ada Kirana si situ juga ada suaminya. Suami Kirana begitu posesif terhadap Kirana yang mencintai begitu besar. Rasa sayangnya melebihi dirinya sendiri. Mangkanya Kirana begitu cepat menyingkirkan nama Radit di dalam hatinya.


"Selamat malam semuanya!" sapa Rasya yang baru turun setelah selesai membersihkan tubuhnya. Ia mulai duduk di kursi dekat dengan Bunga.


Obrolan pun berlanjut di meja makan, semua tersenyum menanggapi hal yang begitu mengejutkan di antara kedua keluarga tersebut.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ternyata calon mantu kita dari mantan madu kamu ya, Bun...


__ADS_2