
Perkataan Ayah Radit mengundang semua orang menoleh ke arahnya. Terutama sang istri dengan tatapan anehnya, bukan ia tidak merestui hubungan dengan putranya tapi ia merasa takut dan trauma di masa lalunya yang masih terbayang-bayang. Walaupun Kirana sudah memberitahukan dan menjelaskan kalau sekarang itu tidak ada perasaan sedikit pun tentang Radit. Kirana yang sekarang sudah menjadi istri dan ibu untuk suaminya yang sekarang.
Wajar kalau Tasya masih mencurigai tentang hal itu, ia takut hal terjadi pada rumah tangganya bersama mantan suaminya yang dulu. Takut kehilangan orang yang ia cintai begitu tulus.
Kirana tersenyum, ia memandang ke arah putri keduanya yang begitu syok mendengar ucapan Mas Radit yang mengatakan hal itu. Rasa penasaran dalam dirinya ingin segera menyelesaikan makan malam ini untuk menanyakan pada putrinya.
Makan malam yang begitu hangat dengan obrolan para orang tua dan anak-anaknya. Bunga hanya menimpali saat ada orang bertanya padanya. Ia merasa canggung dan grogi saat seperti ini dan ada orang tuanya juga.
"Jadi Bunga ini sekretaris kamu, Ras?" tanya Oma yang banyak bertanya dan mengobrol. Ia senang bisa berkumpul bersama keluarga dan keluarga Kirana yang sudah lama tidak berjumpa.
"Iya, Oma. Rasya juga tidak tahu kalau Bunga ternyata anaknya Tante Kirana," ucap Rasya yang menimpali ucapan Omanya.
"Namanya juga jodoh ya, Oh iya, kapan rencana hubungan kalian akan di seriusin?" tanya Omanya yang begitu bahagia dan langsung senang dengan sosok wanita yang menjadi pacar bohongan Rasya.
Uhuk.. Uhuk... Uhuk ..
Rasya maupun Bunga batuk berbarengan dengan perkataan Omanya yang luar rencananya. Ia pikir hubungan ini hanya perkenalan saja tanpa berpikir sejauh itu.
"Wah serasi kalian, jodoh itu," sahut Oma yang tersenyum.
Bunda Tasya maupun Mamah Kirana hanya tersenyum, ia yang harus berkata apa tentang hubungan keduanya hanya bisa mengikuti langkah apa yang diambil oleh keduanya.
"Sejak kapan kalian pacaran?" tanya Ayah Radit, ia yang bahagia karena putranya tidak memikirkan tentang pekerjaan dan pekerjaan saja. Rasya yang sudah dewasa harus memikirkan tentang hidupnya bersama dengan pasangannya.
"Dua bulan," jawab Rasya.
__ADS_1
"Satu bulan," jawab Bunga yang berbeda dari Rasya. Semua orang melihat kearahnya dan kearah Rasya, jawaban yang berbeda membuat kedua jadi salah tingkah harus menjawab apa.
"Dua bulan perkenalan, satu bulan kita resmikan pacaran kan, sayang." jawab Rasya langsung menimpali. Ia takut kebohongan akan terbongkar.
Semuanya menganggukkan kepalanya tanda paham, dan melanjutkan makan malam dengan obrolannya.
Rasya maupun Bunga membuang napasnya dengan perlahan, untung ia punya alasan agar semua orang percaya dengan apa yang ia ceritakan barusan.
Selesai makan malam, para pria langsung ke ruang tamu dan para istri membereskan sisa makan malamnya.
"Tolong antarkan minuman ini ke depan ya, Nak!" titah Bunda Tasya pada Bunga.
Dan, Bunga pun mengambil nampan berisi minuman dan kue ringan untuk menemani minum. Ia melangkah meninggalkan para wanita yang sedang sibuk membereskan meja makan.
Tanpa di duga Rasya bangun dan meminta izin untuk berbicara dengan Bunga di teras depan. Papah Bunga pun menganggukkan kepalanya tanda memberi izin pada seorang pria dari anak teman istrinya tersebut.
"Aku mau ngomong," ajak Rasya yang menarik tangan Bunga untuk pergi dari ruangan ini.
Bunga hanya mengikuti langkah pria yang ada di hadapannya yang sekarang menjadi pacar bohongan nya
"Ada apa?" tanya Bunga yang menghempaskan tangannya dari cekalan Rasya.
"Oma tanya apa sama kamu?" tanya Rasya.
"Gak tanya apa apa," jawab jujur Bunga saat di dapur bersama para wanita.
__ADS_1
"Gak nanya macam macam kan," tanyanya lagi yang penuh selidik.
"Pokoknya aku tidak mau hubungan ini sampai serius atau ada hal yang bikin kepala saya pusing, baru perkenalan sudah mau melangkah sejauh ini, Saya tidak mau," tolak Bunga dengan tindakan orang tua dari atasannya.
"Saya hanya pacar bohongan saja, pak. Jadi bapak harus cari cara agar kedua orang tua kita tidak melanjutkan langkah selanjutnya tentang hubungan kita," sambungnya lagi.
"Memang kenapa? Kalau hubungan ini jadi serius?" tanya Rasya yang ingin hubungan ini menjadi serius karena ia mencintai wanita yang ada di hadapannya sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apa kamu tidak merasakan perasaan padaku?
__ADS_1