
*Kiara Dannisha*
'Aku merasa ada seseorang yang menggendongku!' batin Kiara.
Kiara pun membuka matanya sedikit.
"Varell. " batin Kiara.
Kiara pun kembali menutup matanya. Jantung Kiara berdetak sangat cepat.
Dag.. dig.. dug..
Badannya pun terasa sangat panas.Kiara menahan sebaik mungkin perasaannya dan tubuhnya, agar Varell tidak mengetahui jika dia sudah bangun.
"Dasar Kerbau... Kau memang mirip kerbau.. pantas keluargamu menertawakan mu.. begini saja tidak bngun. "ucap Varell.
' Apa dia menyebutku kerbau?!!' batin Kiara kesal hampir saja Kiara menonjok Varell tapi dia urungkan.
Dan sampai akhirnya Varell menidurkan Kiara di ranjang ,melepas sepatunya dan menyelimuti Kiara.
'Wah.. you'r very strong! ' batin Kiara.
'Dia juga sangat.... '
Cup
'Dasar mesum!! ' Teriak Kiara di dalam hatinya.
Setelah Varell masuk ke kamar mandi Kiara pun bangun dari tidurnya.
"Waahh.. ternyata Varell semesum itu? " Ucap Kiara tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"Tapi.. keren banget sih.. Varell kuat banget bisa gendong aku sampai kamar di atas, papa aja ogah gendong aku. "
"Tapi kenapa dia gak bangunin aku kalau dia bangunin kan aku mesti bangun kecuali kalau aku tidur dikasur pakai bantal aku mesti bakalan susah banget bangun."
Kiara memandang pintu Kamar mandi yang tertutup rapat
"Udah berapa menit Varell belum keluar, biasanya dia gak terlalu lama di kamar mandi. " ucap Kiara.
Selang beberapa menit kemudian..
"Belum juga keluar.. ngapain sih Varell? " Kiara mulai khawatir
"Haruskah aku memanggil Varell? "
"ah.. tidak.. tidak.. kalau aku panggil Varell mesti tau tadi aku pura-pura tidur.. huft"
"Tapi.. udah lama banget.. kenapa tidak ada suara, juga gak keluar2, apa jangan-jangan dia kelelahan tadi gendong aku. mungkin ketiduran saat berendam.. itu bakalan bahaya. " Berbagai pikiran jelek terlintas di benak Kiara.
"Atau mungkin sembelit? atau jangan-jangan Varell pingsan? "Kiara membelalakan matanya takut jika hal itu benar.
Kiara pun memutuskan untuk melihat Varell di kamar mandi.
"Aku akan pura-pura tidur sambil jalan.. hehehe.. "
Ceklek
Kiara membuka pintu kamar mandi dengan perlahan. Betapa kagetnya Kiara saat melihat Varell tampak polos tak memakai sehelai pun benang. Ingin Kiara berteriak namun Kiara sudah dikagetkan dengan suara teriakan Varell. akhirnya Kiara melanjutkan aktingnya dia pergi menggosok giginya. Mata Kiara sedikit dia buka dan melihat Varell dari cermin.
'Varell terlihat cukup bingung sepertinya Varell mengira aku tidur sambil jalan sesuai harapanku, baiklah aku akan melanjutkan aktingku.. "batin Kiara.
Kiara pun membasuh mukanya setelah selesai dia keluar dan menutup pintu kamar mandi. Di depan pintu kamar mandi Kiara berlonjak-lonjak kecil, pipinya merona dia pun menutup wajahnya ingin dia berteriak. Namun Kiara urungkan jika dia berteriak Varell pun pasti akan tahu dan juga malu. Kiara berlari menuju ranjangnya dan merebahkan dirinya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka Kiara berpura-pura tidur lagi matanya sedikit terbuka. Terlihat Varell berdiri di depan kamar mandi.
"Apa yang terjadi?"ucap Varell bingung.
Kiara merasakan pipinya kembali merona.Alangkah malunya dia.'Jangan sampai Varell tahu jika aku tak tidur. ' bisik Kiara dalam hati.
Varell masuk lagi kedalam kamar mandi Kiara pun bangun lagi dari tidurnya. dan duduk di atas ranjangnya.
"Huh kenapa panas banget? apa AC nya rusak? " ucap Kiara sambil mengambil remot AC.
"Hah.. bukan karena AC. " ucap Kiara lagi.
Pikiran Kiara kembali saat di dalam kamar mandi. Teringat tubuh polos Varell tanpa sehelai pun kain. Kiara menutup mukanya menahan malu.
"Aaakkhh aku malu banget, aku lihat semua itu.. tapi badannya memang bagus banget? " ucap Kiara pikirannya kembali menerawang kejadian yang baru saja terjadi.
"Aakh aku rasa aku adalah wanita yang mesum."
'Bagaimana ini aku harus pura-pura tidur saja. Aku mlu bnget jangan sampai Varell tahu aku tidak tidur. lebih baik aku tidur sekarang juga. "ucap Kiara panik.
Kiara merasa Varell sudah berbaring disebelahnya.
'Sudah tidur kah? ' bisik Kiara dalam hati.
Kiara pun merubah posisi tidurnya menghadap ke sisi Varell. Kiara memicingkan matanya sedikit. Terlihat Varell masih membuka matanya dan sedang memijit pelipisnya terkadang Varell pun terlihat tersenyum sendiri.
'Apa yang sedang Varell lakukan.. apa yang sedang dipikirkannya hingga dia tersenyum seperti itu. ' batin Kiara.
Namun tiba-tiba Varell membalikkan badannya dan berhadapan dengan Kiara. Kiara merasa bahwa Varell kini sedang memandangnya. Nafas Varell yang segar berbau mint dapat tercium di hidung Kiara.
Dag.. dig.. dug..
Lagi-lagi jantung Kiara berdetak dengan cepat.
"Aku harap apa yang dikatakan paman benar adanya. "ucap Varell.
'Paman? paman siapa? aku tidak tahu kalau Varell punya paman' batin Kiara.
"Aku berharap kau bisa menjadi orang yang paling aku percaya selamanya Kiara. "
' Kenapa Varell mengatakan hal seperti itu. Namun asal kau tahu Varell aku pun berharap demikian padamu Varell.'
"Aku harap jika perasaan ku ini memang benar adanya, aku sungguh berharap kau pun memiliki rasa yang sama padaku Kiara."
'Rasa apa.. aku tidak mengerti apa yang Varell katakan.'
Cup
Varell mengecup Kiara sambil membelai lembut rambut Kiara.
'Terasa sangat aman dan nyaman. ' ucap Kiara dalam hati.
"Selamat malam.. selamat tidur.. my wife..
'Selamat malam juga.. selamat tidur juga.. my husband. ' batin Kiara.
Cup..
Varell lagi-lagi mencuri-curi mengecup bibir Kiara.
'Dasar cowok mesum. ' ucap Kiara dalam hati dengan kesal.
Lalu Varell pun tidur sambil memeluk Kiara. Kiara merasa kalau Varell sudah tertidur lelap. Terdengar desiran halus Varell, Kiara pun membuka matanya perlahan dilihatnya Varell yang sudah tertidur dengan pulas.
'Kenapa dia tidur sambil memelukku seperti ini. ' ucap Kiara dalam hati.
__ADS_1
'Tapi aku pun merasa sangat nyaman dan terjaga. Kenapa wajah Varell sangat tampan, tapi perilaku Varell dibelakangku saat aku tertidur sungguh sangat mesum. ' batin Kiara sedikit jengkel.
'Tapi Kini aku akan memaafkanmu. ' ucap Kiara dalam hati.
Kiara pun membenamkan wajahnya pada tubuh Varell dan membalas memeluknya.
'Hemm harum.. terimakasih Varell.' batin Kiara dan Kiara pun tertidur.
Malam itu Kiara dan Varell pun tertidur sambil berpelukkan.
***
Keesokkan harinya.
Pagi itu Kiara bangun dirasanya Kiara sudah bangun lebih awal dia pun keluar kamar dan saat menuju ke dapur di ciumnya bau sedap dari arah dapur.
"Hemm.. harum.. apa mama akhirnya pulang. mereka bilang akan pulang 3 hari lagi jadi harusnya besok. Tapi bau harum ini siapa yang memasak? " ucap Kiara.
Kiara pun bergegas menuju dapur namun Kiara diberi kejutan oleh dua lelaki yang memakai celemek di dapur.
"Varell.. kak Adit.. "Panggil Kiara.
Varell dan Adit pun menoleh.Varell langsung melanjutkan masaknya sedangkan Adit menghampiri Kiara.
"Kau sudah bangun maaf pagi-pagi aku sudah buat kacau." ucap Varell sungkan.
"Aakh.. tidak.. bukan itu kak... aku hanya kaget ternyata kalian sedang memasak di dapur ku kira mama. " ucap Kiara
"Tapi kak Adit, datang jam berapa ini masih pukul 05.30.."
"Oh.. aku datang pukul 04.30 Varell kemaren siang sempat pesan untuk dibawakan bahan makanan kemari pukul 04.30 katanya dia ingin masak dan sarapan sebelum pergi ke Rumah Sakit. "
"ooh maaf aku merepotkan kak Adit.. aku lupa memeriksa bahan makanan. "
"Tidak apa-apa biasanya aku bangun lebih awal,jadi aku berolahraga sekaligus belanja."
"Waah.. kau memang suami idaman. " cletuk Kiara.
Klontang..
Suara spatula jatuh. Kiara dan Adit pun menoleh ke arah sumber suara.
"Apa aku bukan suami idaman? " ucap Varell tiba-tiba
"Apa? " tanya Kiara.
"Apa aku bukan suami idaman Kiara? aku bahkan sudah memasak sarapan, mencuci baju bahkan menjemur sekaligus." ucap Varell antusias.
"Kau mencuci? " tanya Kiara.
"Iya tentu saja.. lihat saja kalau tidak percaya."
Kiara pun berjalan menuju halaman belakang dan memang benar sudah tersusun rapi baju dijemuran. Kiara mengerjap tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Tidak bisa dibayangkan oleh Kiara seorang Varell William melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun Kiara terfokus pada apa yang dia lihat seketika pipinya merona.
"Varell, kau.. mencuci semua itu? "tanya Kiara tak percaya.
"Tentu saja,memang siapa lagi? " ucap Varell bangga.
"Varell.. " panggil Kiara.
"Iya.. "
"Apa kau mencuci dalamanku? " ucap Kiara lirih menahan malu.
Adit pun langsung kembali kedalam dia tidak ingin mendengar hal yang berbau dewasa.
"Iya.. "jawab Varell tenang.
"Ada apa?" tanya Varell.
"Bagaimana bisa kamu mencuci dalamanku. " ucap Kiara yang masih menutup mukanya.
"Tentu bisa.. tinggal cuci. " ucap Varell enteng.
"Kau.. apa kau memegangnya juga?"
"Tentu.. bagaimana aku mencuci dan menjemur jila tidak mengenakan tangan?"
"Kyaaa... Varell... Kau benar-benar mesum.. " Teriak Kiara sambil memukul-mukul Varell.
"Apa salah? kau kan istriku... justru aneh jika aku sampai tidak memegangnya. "
"Aaaahh.. Varell!! " teriak Kiara.
Varell pun tertawa sangat keras bahkan Adit pun sampai kaget saat mendengar suara tawa Varell yang pecah.
"Kenapa tertawa? " tanya Kiara kesal.
"Kau pun memegang celana dalam ku. " ucap Varell
"Kapan? "tanya Kiara.
"Saat kau menyiapkan pakaianku kemarin."
Kiara ingat saat memegang pakaian dalam Varell kemarin. Kiara sangat malu saat itu. Karenanya Kiara bergegas keluar kamar setelah menyiapkan pakaian Varell.
"Oohh.. ternyata kau membalasku."ucap Kiara kesal.
Kiara pun bangkit dan berdiri hendak meninggalkan Varell namun Varell langsung meraih tangan Kiara.
"Aku tidak membalasmu Kiara, aku hanya melakukan itu untuk membantu istriku.. Kau terlihat sangat lelah kemarin karena merawat ayah maka aku pun merawat mu agar kau tidak terlalu lelah. "Kiara kaget dengan ucapan Varell.
Varell memang sangat dewasa dan sangat bertanggung jawab juga baik hati. Kiara pun tersenyum dan berbalik mendekati Varell.
Cup
Kiara mencium pipi Varell.
"Terimakasih. "ucap Kiara.
Varell terkejut dengan tingkah Kiara. Dan Kiara pun bergegas masuk ke dalam. Varell masih sangat kaget dengan apa yang Kiara lakukan. Dipegangnya pipi yang Kiara cium, jantung Varell berdegup kencang.Senyum pun tersungging di wajah Varel. Varell pun berjalan masuk dengan melompat-lompat sambil memegang pipinya dan tersenyum persis seperti anak kecil yang baru mendapat permen. Adit heran dengan tingkah Varell dan Kiara yang tersenyum terus sambil melirik satu sama lain.
"Lebih baik aku berangkat sekarang. "ucap Adit setelah selesai menghidangkan seluruh makanan.
"Aku juga akan mampir Rumah Sakit untuk membawakan makanan ini untuk tuan William. tuan sangat ingin makanan buatan Varell. "
"Kak Adit.. biar nanti aku saja yang antar kan makanan itu untuk ayah. " ucap Kiara.
"Apa tidak apa-apa? "tanya Adit.
"Tentu Varell akan ada bersamaku. "
Varell melihat Kiara dan tersenyum dihati Adit sangat iri dengan dua pasangan itu.
"Baiklah.. aku akan ke kantor sekarang. "pamit Adit.
"Kau tidak sarapan?"tanya Varell.
"Tidak aku sudah merasa sangat kenyang melihat kalian berdua. "ucap Adit.
"Kak Adit?lebih baik kau sarapan dulu. " ucap Kiara memelas.
__ADS_1
"Baiklah. " ucap Adit
Kiara dan Varell pun tersenyum.
"Ooh iya..aku mendengar kehebohan di kantor kemarin. Ada karyawan kita dikantor yang melihat mu makan di restoran ayam. Dan katanya kau sempat dihina dan di cemooh."
"Lalu.. "
"Apa itu benar? "
"Maaf kak Adit, semua itu salahku. Aku yang mengajak Varell makan disana dan karena aku Varell jadi dihina disana. " ucap Kiara.
"Jadi begitu apa kau ingin aku mengurus masalah yang terjadi kemarin? "tanya Adit.
"Tidak perlu, itu bukan lah masalah penting. "
"Baiklah. "
Setelah selesai makan Kiara pun menyingkirkan dan merapikan meja makan. Dirasanya handphone nya berdering. Dilihatnya nama Sarah di layar. Dengan malas Kiara pun mengangkat telepon Sarah.
"Halo. "ucap Kiara.
"Kiara bisakah kita membicarakan masalah yang terjadi dengan Audy kemarin?" ucap Sarah diseberang.
"Apa ada yang masih harus kita bahas? " tanya Kiara kesal.
"Saat itu Audy sangat ceroboh dan tidak tahu identitas Varell. "
"Jadi maksudmu jika Varell bukanlah siapa-siapa maka dia bisa menghina seenaknya? "
"............." Sarah hanya diam tidak bisa menjawab perkataan Sarah.
"Kiara bisakah kau tidak menganggap serius apa yang terjadi kemaren untuk ku. "
"Hah!!untukmu? Kau pikir siapa dirimu?"
"Kiara!! "
"Kalian tidak perlu takut apa yang akan Varell lakukan pada kalian Bukankah dia kemarin sudah katakan kalau di matanya kalian tidak pernah ada."
"Apa!! ucap Sarah kesal. "
Tuut.. tuut..
Kiara mematikan teleponnya sedang di seberang sana Sarah sangat kaget dan juga kesal.
"Apa yang dia bilang? "tanya Audy.
"Apa yang dia bilang? Hah!kau sungguh membuatku frustasi! "Ucap Sarah
" kau bilang yang kau akan mencari pasangan orang kaya ,orang kaya ada di depan matamu saja kau tidak menyadarinya." ucap Sarah lagi kesal.
"Ada apa? "tanya Varell
"Oh tidak ada apa-apa. "ucap Kiara.
"Ooh.. cepatlah bersiap kita akan kerumah sakit. "
"Baiklah. "
Kiara pun bersiap kerumah sakit setelah selesai Kiara dan Varell pun berangkat ke Rumah Sakit. Kini Varell sudah terbiasa menyetir sendiri. Awalnya Adit ingin mengantarkan namun di tolak oleh Varell. Sesampainya dirumah sakit Kiara dan Varell langsung menuju ruang kamar William ayahnya. Namun Varell dan Kiara sangat kaget saat mereka mendapati ruangan William telah kosong. Varell pun langsung menghubungi Adit.
"Halo."Sapa Adit
"Kenapa kamar Ayah kosong? "tanya Varell.
"Bagaimana mungkin? "tanya Adit
"Varell!! "panggil Kiara.
Varell pun melihat ke arah Kiara.Tampak kiara terengah-engah. Kiara baru saja berlarian dari ruang perawat.
"Ayah sudah pulang. "
Varell pun menutup teleponnya dan berlari kearah Kiara.
"Apa maksudmu? "
"Perawat, mereka bilang kalau ayah sudah pulang."
Bagaimana mungkin.. Aku akan keruangan Dr. Fahmi.
Kiara dan Varell pun menuju ruangan Dr. Fahmi.
"Varell. " Sapa Dr. Fahmi
"Dokter bagaimana mungkin ayah dipulangkan, kau bilang ayah akan dirawat hingga keadaannya lebih baik dan stabil. "
"Tenang dulu Varell duduklah. "
"Bagaimana aku bisa tenang paman! "
"William sekarang ada di rumahku. "
"Maksud paman dirumah Paman? "
"Iya William aku bawa kerumah, agar aku lebih leluasa merawat dan sekarang sudah ada perawat yang ditugaskan khusus merawat William jika aku tidak ada.Kau tidak perlu khawatir. "
Varell dan Kiara bernafas lega.
"Kenapa paman tidak memberi tahuku? "tanya Varell.
"Sudah aku sudah mengirim pesan semalam padamu. "
Varell pun melihat handphone nya ternyata memang benar ada pesan dari Dr. Fahmi semalam.
"Maaf paman karena terlalu banyak pesan aku belum sempat membacanya satu persatu. "
"Aakh tidak apa-apa saya maklum pengantin baru. "
Kiara dan Varell pun salah tingkah dengan ucapan Dr. Fahmi.
Drrt.. Drrt.. Drrt..
Getar Ponsel Kiara.
"Permisi sebentar. " ucap Kiara.
Kiara pun keluar dari ruangan Dr. Fahmi..
"Halo"
"iya betul"
Kiara menutup mulutnya kaget dan tak percaya apa yang dia dengar.
***bersambung***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
__ADS_1
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..