
Plak
Sarah menampar pipi Audy. pipi Audy pun memerah.
"Sarah!! " teriak Audy marah.
"Apa yang kau lakukan! "
"Apa kau tidak tahu siapa yang kau bilang cacat barusan? "tanya Sarah yang juga kesal.
"Kenapa! apa peduli ku.. orang cacat seperti dia itu kenapa aku harus tau siapa dia.memang sih wajahnya tampan tapi tangannya hiii.. " ucap Audy sinis
"Dia adalah Varell.... Varell William.. kakak tiri Vino dan pengusaha sukses di kota ini bahkan pengaruhnya sangat besar. Kalau kau macam-macam kau pikir dia akan membiarkan mu begitu saja? kau pasti akan terkena imbasnya."
Audy sangat kaget dengan ucapan Sarah..
"Va.. Varell.. Varell William katamu.. habislah Aku..A.. aku harus bagaimana Sarah? "ucap Audy takut.
"Apa kau tidak tahu sama sekali jika dia adalah atasanmu? "tanya Sarah.
"Tidak bagaimana aku tahu,aku tidak pernah melihatnya. Dan juga yang aku dengar dia cacat,tapi aku tidak tahu cacat apa.. oleh karena itu aku tidak tahu cacatnya karena luka di tangan nya. "
"Hah.. aku juga tak mengira kalau Kiara akan menikah dengan Varell. Karena yang aku dengar Varell adalah orang yang sangat kejam, berhati dingin, tak berperasaan."
"Lalu bagaimana ini? aku sudah menyinggung Varell. "
"Mungkin kau harus sedikit merayunya, Kiara saja bisa merayu Varell , hingga Varell mau menikahi nya. Kau adalah Audy kau jauh lebih unggul diatas Kiara. Vino saja bisa lepas dari Kiara. Kenapa Varell tidak bukan kah kau lebih cantik dan sexy dari pada Kiara. " ucap Sarah Licik.
"Aku?? mengoda Varell?? akh.. itu gak mungkin banget Sarah! Aku lihat tangan nya aja jijik. "
"Huh.. trus mau bagaimana lagi? "tanya Sarah kesal.
"Bisakah kau menelepon Kiara saja? "
"Huh.. "Sarah mendesah berat.
"Aku akan mencoba nanti. "ucap Sarah.
*Audy adalah adik sepupu Sarah yang sangat dekat dengan Sarah. Dulu Kiara lah yang membantu Audy masuk ke dalam perusahaan. Dan ternyata perusahaan itu adalah anak perusahaan dari perusahaan yang Varell pimpin.*
Varell tetap fokus melanjutkan makannya. Kiara pun duduk kembali.
"Maaf Kiara... "ucap Vino yang sedari tadi masih berdiri disebelah Kiara.
"Seharusnya kata-kata itu kau tujukan pada Varell bukan padaku. " ucap Kiara.
Vino pun berjalan mendekati Varell.
"Maaf atas kejadian tadi.. "ucap Vino.
Varell hanya diam saja tak mengatakan sepatah kata pun. Vino pun akhirnya pergi meninggalkan meja Kiara dan Varell.
"Vino.... " panggil Kiara dalam hati.
Sebenarnya ada perasaan sakit tiap kali Kiara melihat Vino.Namun Kiara pun mengalihkan pandangan pada Varell yang masih melahap makanannya dengan tenang.
'Sikapnya kembali berubah. ' batin Kiara.
"Maaf tentang perkataan Audy tadi.. "ucap Kiara namun langsung dia urungkan.
"Mereka tak berarti apa pun dimataku. Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu. "
Kiara mengingat pada saat hari pernikahannya.
" Aku tak peduli apa yang terjadi diantara kalian, dimataku kalian berdua tak berarti apa-apa. Sekarang dan seterusnya dimataku hanya ada Kiara istriku. "
Kiara melihat ke arah Varell. Wajah dingin Varell terasa sangat hangat dimata Kiara. Wajah Varell yang tegas mampu membuat Kiara tersipu.Wajah Kiara merona karena teringat ucapan Varell dan juga karena tatapan Varell kepadanya. Kiara pun mengalihkan perhatian nya.
"Aku.. aku.. sangat lapar.. ayo makan lagi! " ucap Kiara pada dirinya sendiri.
Varell menatap aneh pada Kiara.
"Aku dari tadi sudah makan bahkan sudah hampir habis. Apa kau masih sangat lapar? perlu ku pesankan lagi? "
Kiara menatap bengong piring Varell yang sudah bersih bahkan cak kangkung dan sop iga sudah habis oleh Varell.
"Kau sudah habis? "
"iya.. kau belum selesai. makanlah perlahan jangan terburu-buru. " ucap Varell
"Yang penting habis kan.. oke! masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung kita bisa makan makanan lezat. " imbuh Varell.
Kiara kaget dengan apa yang Varell katakan.
' ternyata Varell tidak seperti yang dikatakan orang lain. ' Bisik Kiara dalam hati.
Satu hal lagi dari kepribadian Varell yang Kiara ketahui. Kiara tersenyum bahagia benih cinta mulai tumbuh berkembang dihatinya.
"Varell.. "panggil Kiara.
"Ya.. "
"Apa kau menyukaiku? "
Varell terdiam sejenak.
"Aku rasa aku memang menyukaimu. "
Kiara merasakan jantungnya berdetak dengan cepat. pipinya merona.
"Apa menjadi masalah jika aku menyukaimu.. lagi pula aku menyukai semua orang yang memang dekat denganku. "ucap Varell.
"Ohh.. jadi kau memang menyukai semua orang yang dekat denganmu? "
"Tentu.. untuk orang-orang yang tidak ku sukai aku akan menjauhinya, aku pun enggan dekat dengannya.
__ADS_1
"Seperti pada Vino? " ucap Kiara.
"Apa ada masalah? " ucap Varell
"Apa kau terluka saat aku tak menganggap Vino tadi? "imbuh Varell.
"Tidak bukan itu Varell. aku hanya tidak mengerti dengan perasaanku.. aku pun sangat senang bersamamu..bahkan aku sepertinya juga menyukaimu. " ucap Kiara
Dag.. dig.. dug..
Jantung Varell berdetak lebih cepat lagi, tubuhnya terasa panas dan dia merasa sangat gugup dan tidak nyaman.
'Apa aku mempunyai penyakit serius. ' pikir Varell.
"Sebaiknya nanti Kita kembali ke Rumah Sakit. Aku akan melakukan pemeriksaan kesehatan ku. kau tidak masalah menunggu ku sambil menjaga Ayah di rumah sakit. "
"Apa kau merasa tidak enak badan? "
"Entah aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku. "
"Apa gara-gara kau makan pedas? "tanya Kiara khawatir.
"Tidak bukan itu.. aku mungkin kelelahan dan kurang tidur.Saat acara kita kemarin mungkin aku masih lelah atau apa. aku akan menemui dokter keluargaku di Rumah Sakit. "
"Baiklah.
"Habiskan makananmu. "
"Oohh iya.. "
Kiara langsung memakan kembali makanannya.
"Aku akan membayar dulu makanannya. aku juga akan pesan kan makanan untuk Kak Adit. dia pun pasti belum makan siang"ucap Varell.
"Ok.. "
Pukul 22:00
sepulang dari Rumah Sakit Kiara tampak tertidur lelap di bangku penumpang.
"Kau pasti sangat lelah. "ucap Varell.
Varell pun turun dari mobilnya dan membuka pintu penumpang di gendongnya Kiara, karena tertidur lelap. Kiara pun tetap tertidur di gendongan Varell.
"Dasar Kerbau... Kau memang mirip kerbau.. pantas keluargamu menertawakan mu.. begini saja tidak bngun. "ucap Varell.
Varell pun menidurkan Kiara diranjang dilepasnya sepatu Kiara dan menyelimutinya. Tak lupa Varell mengecup kening Kiara.Mungkin akan menjadi kebiasaan Varell jika melihat Kiara tidur dia pasti mencuri-curi mencium Kiara. Varell pun merasa tubuhnya lengket dan Varell pun masuk kedalam kamar mandi membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat.
"Aaah.. segar sekali. "ucap Varell setelah selesai berendam di bathup. Dia pun mengambil handuk dan mengeringkan tubuhnya sambil bersiul kecil.
Ceklek..
Varell kaget karena tiba-tiba pintu terbuka.
Varell menatap Kiara yang masuk tiba-tiba. Namun Varell tidak segera menyalahkan Kiara. Terlihat Kiara tidak sadar dengan yang dia lakukan. Kiara menggosok gigi.. mencuci mukanya karena make up yg masih menempel. Setelah selesai Kiara langsung keluar dari kamar mandi dan menutup pintunya. Kiara terlihat tidak melihat Varell sama sekali.
Varell bingung dengan yang terjadi dia pun keluar dari Kamar mandi dilihatnya Kiara sudah kembali tidur di ranjangnya.
"Apa yang terjadi? "ucap Varell heran.
Varell pun kembali ke Kamar mandi dan memakai pakaiannya.
"Kiara apa yang terjadi? apa dia tidur sambil berjalan? " ttanya Varell pada dirinya sendiri.
"Kiara tidak melihat apa pun kan? "ucap Varell lagi.
"Aakhh benar dia pasti tidur sambil jalan. " ucap Varell lagi memastikan pada dirinya sendiri.
Varell pun keluar dari kamar mandi setelah memakai pakaian dan merebahkan tubuhnya disisi lain ranjang Kiara. Varell melihat ke arah Kiara, dilihat nya Kiara tertidur pulas disampingnya, di belainya rambut Kiara dengan lembut. Pikiran Varell kembali pada saat di Rumah Sakit siang tadi.
Flashback
Saat sampai di Rumah Sakit tadi Varell langsung mengantar Kiara ke kamar ayahnya. Dilihat masih ada Adit di kamar ayahnya. Varell pun permisi untuk melakukan pemeriksaan.
"Aku akan ke ruangan Dr. Fahmi, dia adalah dokter keluarga. Aku akan melakukan pemeriksaan dengannya. " pamit Varell pada Kiara.
"Ok aku akan menunggu mu disini sambil memjaga ayah. "
"Ok... aku pergi, ingat jangan pergi sendiri kemana pun, tetap tunggu aku disini sampai aku datang. "
"Iya Varell... "
Saat sampai di ruangan Dr. Fahmi. Dia sempat tak mengenali Varell..
"Ooh ternyata kau Varell. Bagaimana kau tampak berbeda setelah menikah? tanya Dr. Fahmi.
"Tidak ada yang berbeda. " ucap Varell dingin.
"Hah.. dasar anak nakal ini." ucap Dr. Fahmi yang lalu memukul kepala Varell.
"Aah Paman!" teriak Varell kesal.
"Aku bukan lagi anak kecil. " imbuh Varell
* Dr. Fahmi Budiono adalah dokter keluarga dan sekaligus teman akrab William ayah Varell semenjak Varell kecil dia sudah dekat dengan Dr. Fahmi dan dia juga sudah menganggap Varell putranya sendiri. Apalagi Dr. Fahmi tidak memiliki anak\,karena istri Dr.Fahmi lebih dulu meninggal dan dia tidak pernah mau menikah lagi. Dr. Fahmi bilang Varell akan mengerti apa yang dia rasakan jika Varell dewasa nanti. *
"Kau selalu menjadi anak kecil dimata ku Varell,jangan berlagak keren di depan pamanmu ini, paman tahu siapa kamu dan paman mengenalmu lebih dari ayahmu sendiri. "
"Iya... iya... aku tahu paman.. kau memang tidak ada duanya. "ucap Varell.
"Ada apa kau kemari tidak mungkin karena kau merindukan pamanmu ini. Dan tidak mungkin juga karena kondisi ayah mu. Karena aku tahu Adit pasti sudah memberitahumu karena aku sudah mengatakan semuanya pada Adit tentang kondisi ayahmu yang berangsur membaik. mungkin karena di sangat bahagia kau sudah menikah, bahkan William sangat memuja menantunya. Dia sangat bahagia Varell. Tapi Varell ada sedikit yang menganjal. "
"Kenapa paman? "
"Ayahmu dalam kondisi baik bahkan sangat baik dan jauh lebih baik dari dulu. tapi kenapa dia tiba-tiba langsung kritis dan kondisi fisik ayahmu sangat memprihatinkan. Aku selama ini menjaga ayahmu tapi kenapa tubuh ayahmu semakin kurus dan kurang gizi. "
__ADS_1
"Apa maksud paman. "
"Aku curiga jika ibu mu melakukan hal yang buruk terhadap ayahmu. "
"Apa! Dia bukan ibuku. Jika sampai dia melakukan hal yang menyakiti ayah aku akan turun tangan. aku akan menyelidiki nya. "
"Ini hanya dugaan ku Varell hasil laboratorium akan keluar besok jika memang ada kandungan lain selain obat yang aku berikan untuk ayahmu, mau tak mau aku akan mengurus ayahmu sendiri. Aku tidak mau saudaraku bertambah buruk kondisinya jika harus bersama wanita itu. "
"Hah.. wanita itu sungguh licik.. aku akan serahkan ayah pada paman.Karena ayah tidak mau ikut tinggal denganku dan Kiara. Dia tidak ingin meninggalkan rumah itu,aku mohon pada paman tolong jaga ayahku. " pinta Varell.
Tentu William adalah sahabat dan juga saudaraku didunia ini.Kau,Adit,dan William adalah yang aku punya didunia ini maka aku pun akan menjaga kalian semua sebisaku. "
"Terimakasih paman. "
"Jadi sekarang apa yang menbawamu kemari Varell? bukankah ada hal lain yang ingin kau bicara kan? "
"Iya bukan karena ayah paman. Bisakah paman melakukan pemeriksaan pada ku?"
"Ada apa.. apa kau kesakitan? "
"Iya paman aku sering merasakan sakit menusuk dan juga sesak, di jantungku aku sering berdebar dengan kencang kadang hingga membuat badanku panas demam, membuat ku pusing rasanya semua penyakit menjadi satu. "jelas Varell.
"Aku tidak tahu jenis penyakit itu. aku akan cek tekanan darahmu. "
"Ini normal Varell..coba julurkan lidah.. ini bagus juga.. matamu lihat ke arah cahaya.. matamu juga normal... Detak jantungmu normal Varell. " ucap Dr.Fahmi
"Jadi? " tanya Varell.
"Jadi kau sehat.. semua normal.. apa kau yakin dengan apa yang kau kataka tadi?"
"Tentu aku sering sekali mengalami hal itu hanya saja sekarang tidak. "
"Ini aneh.. apa ada waktu tertentu kau merasakan rasa sakit itu? "
"Iya paman, aku merasakannya saat aku bersama dan dekat dengan Kiara. " ucap Varell yakin.
Dr. Fahmi hanya diam terlihat raut wajahnya yang kesal.
"Ada apa paman?apa ada yang salah dengan tubuhku.? "
"Huuh.. apa kau sedang mengejekku atau kau sedang pamer pada ku atau apa pun itu.. "
Takk..
Dr Fahmi menjitak kepala Varell dengan pulpennya.
"Aaaww paman!" Teriak Varell.
"Dasar anak nakal anak bodoh!!" ucap Dr. Fahmi geram
"Kenapa? kenapa lagi sekarang? "
teriak Varell makin kesal.
"Kau itu.. Apa kau benar-benar tidak tahu ada apa dengan dirimu? "tanya Dr. Fahmi
"Paman kalau aku tahu untuk apa aku ingin melakukan pemeriksaan."jawab Varell.
"Ternyata kau memang bodoh, siapa yang mengatakan kalau Varell William itu genius? orang sebodoh ini bukanlah seorang genius. "
"Paman bilang aku bodoh?"
"Iya kau memang bodoh.. usia saja sudah dewasa tapi masih belum tahu tentang perasaan dirimu sendiri. "
"Sepertinya aku harus mencari dokter lain yang bisa mendiagnosis tentang penyakitku. " ucap Varell yang kesal.
Varell pun beranjak dari duduknya dan hendak keluar dari ruangan Dr. Fahmi.
"Cinta.. itu lah cinta Varell.. kau sedang jatuh cinta."
Varell pun menoleh
"Apa maksud paman aku tidak mengerti apa yang paman katakan. "
"Mungkin karena kau selama ini menutup hatimu dan tidak ingin membuka dirimu pada orang lain. Tapi saat kau bertemu dengan Kiara perlahan dia memberikan hal yang membuat hatimu terbuka dan kau mulai menunjukkan jati dirimu padanya. Itu adalah kepercayaan kau mempercayainya dan itu perlahan menjadi cinta. Karena itu kau merasakan hal-hal yang kau katakan tadi jika bersamanya."
"Tapi bagaimana itu mungkin? "
"Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini Varell. "
"Aku kira aku hanya menyukainya. sama seperti aku menyukai orang-orang yang dekat dengan ku. "
"Ternyata kau sudah menyadarinya namun ini pertama kalinya untukmu karena itu kau bingung."
"Iya sepertinya memang begitu. "
"Pesan paman teruslah buka hatimu pada Kiara. percayalah padanya karena dia adalah istrimu. Paman tahu Kiara adalah wanita terbaik untukmu karena dia bisa meluluhkanmu. Paman yakin Kiara sama seperti mu. Dia mencintaimu namun dia belum menyadarinya.. "
flashback off
"Cinta? "
Varell memandang Kiara yang tertidur lelap.
"Aku harap apa yang di katakan Paman benar."
"Aku harap kau akan menjadi orang yang bisa aku percaya selamanya. "
"Dan aku harap perasaanku padamu memang benar adanya. Aku harap kau pun memiliki perasaan yang sama padaku.
Varell mendekati wajah Kiara dan sekali lagi mengecup kening Kiara. Sambil membelai lembut rambut Kiara.
"Selamat malam, selamat tidur, my wife. " ucap Varell yang kemudian mengecup bibir Kiara.
***bersambung***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..
__ADS_1
thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..