
"Aku gak percaya Kiara hamil..tapi meski hamil..aku tetap akan menerima selama wanita itu adalah Kiara." ucap Vino yang mengemudikan mobilnya dengan cepat agar bisa menyusul Varell.
"Kemana lagi dia akan membawa Kiara."
Vino terus mengikuti Varell hingga area pemakaman tempat ibu Varell dimakamkan.Tanpa terasa Vino mendapati dirinya dingin dan mengigil..akhirnya Vino pergi dan memutuskan tidak mengikuti Varell dan Kiara masuk ke dalam area pemakaman.
***
“Kak Adit apa Varell dan Kiara masih di kota ini?" tanya Nabila
“Iya..... apa kau ingin bertemu mereka.?” tanya Adit.
“Iya..”
“Varell kini sedang mengajak Kiara ke tempat makam nyonya.”
“Akhh benar disini tante dimakamkan.”ucap Nabila.
Nabila melihat ke arah Adit dan tersenyum.
“Kak..bisa kah kita pulang sekarang aku sudah bosan dirumah sakit.”
“Tapi dokter belum memberimu ijin untuk kau pulang kau harus sehat dulu baru bisa pulang.”
“Huh..aku sungguh tidak ingin di kota ini semakin aku mencaritahu tentang masa lalu seolah-olah banyak pihak yang sengaja menutupinya.Aku sungguh lelah.”
“Aku akan membantumu. Selama ini aku juga mencari tahu penyebab kecelakaan Varell. Memang sangat sulit dicari tahu. Aku selalu menemukan jalan buntu. “
“Siapa sebenarnya dalang dibalik semua kejadian yang menimpa keluarga Varell dan keluarga ku.”ucap Nabila.
Adit memandang Nabila yang tampak sedang berpikir dengan keras. Adit pun mendekati Nabila dan memegang pundaknya.Nabila menatap ke arah Adit.Senyum tersungging di sudut bibir Adit.
“Aku akan membantumu sebisaku maka katakan saja apa yang harus ku bantu aku akan membantumu sebisaku. Setidaknya aku masih bisa diandalkan olehmu.Tapi ..tetap rahasiakan hal ini dari Varell aku tidak ingin Varell mengingat masa lalunya. Aku sudah sangat bahagia Varell kini sudah menemukan kebahagiaannya dari
Kiara.”
“Aku mengerti perasaanmu kak..Aku pun akan berpikiran sama denganmu tanpa kau minta aku pun
tetap akan merahasiakan dari Varell. Karena sejauh yang aku dapatkan dari sumber informasiku kematian ayahku juga ada kaitannya dengan keluarga Varell. Karena dari yang aku telusuri ternyata hari saat ayahku meninggal dia menyimpan dokumen rahasia ayah Varell. Yang ku rasa itu lah awal dari semuanya. Tapi kini aku tidak tahu dimana dokumen itu.”
“Dokumen??” ucap Adit.
“Iya apa kak Adit tau sesuatu.
__ADS_1
Adit tampak berpikir.
“Tidak..”
Nabila memandang Adit Nabila tau ada yang di sembunyikan oleh Adit.
‘Apa yang kak Adit sembunyikan dan tidak bisa dia katakan padaku.’ Batin Nabila.
***
“Apa kita sudah sampai?” tanya Kiara.
“Iya.. disini mama ku dimakamkan.” Ucap Varell.
Varell pun menggandeng tangan Kiara .Tak lama Varell pun berhenti disalah satu makam.
“Apa disini?” tanya Kiara.
“Iya disini ibu ku.”
“sepertinya baru saja ada yang datang kemari?” ucap Kiara.
“Pasti kak Adit, kak Adit sering berkunjung ke makam ibu karena kak Adit memang dekat dengan ibu ..bahkan sangat dekat.. ibu pun sangat menyayangi kak Adit.”
“Ada rahasia yang ingin aku beritahukan padamu..Akankah kau menyimpannya Kiara?”ucap Varell yang tampak serius.
“Tentu aku akan merahasiakannya selama yang kau inginkan.”
“Sebenarnya saat kematian ibu ku adalah saat ibu mencoba lari dari ayah karena malam itu aku ingat betul ayah dan ibu berantem.Aku kira perselisihan itu wajar antara suami istri. Namun malam itu ibu sungguh sangat marah pada ayah.” Ucap Varell yang kemudian terdiam.
Sejenak suasana menjadi diam tanpa suara. Kiara memberanikan diri untuk bertanya pada Varell.
“Apa ayahmu ada hubungannya dengan kecelakaan ibumu?”
Varell menatap Kiara
“Tidak.. bahkan ayah tidak tahu kemana aku dan ibu pergi.huft... Saat itu kami akan menemui kak Adit.Awalnya kak Adit dibawa dari salah satu rumah singgah ayah oleh ibu. Ibu memperkenalkan kak Adit sebagai anak salah satu penjaga rumah. Ayah tau jika Ibu memang menyayangi siapa pun. Dan ayah pun tak pernah melarang ibu untuk berbaur dengan siapa pun. Hingga suatu hari ayah dan ibu bertengkar hebat karena kak Adit ayah kirim kembali ke
kota B tempat dimana kak Adit sebelumnya tinggal.”
Varell kembali terdiam mengingat segala kenangannya di masa lalu.
“Jadi ayah dan ibu berantem karena kak Adit . Apa ibu berusaha mempertahankan kak Adit?”
__ADS_1
“Iya.. ibu ingin membawa kembali kak Adit dan malam itu karena aku tidak ingin ibu pergi sendiri aku pun menemani ibu. Awalnya ibu menolak tapi aku bersikeras untuk ikut karena aku tahu apa alasan ibu ingin membawa kak Adit kembali.”
“Aku mengerti karena ibu memiliki hati yang lembut dia ingin merawat kak Adit seperti sekarang ini. Mungkin ibu ingin kau memiliki seseorang yang bisa dipercaya disisimu.”
“Mungkin... tapi aku tahu pasti ibu ingin merawat kak Adit.”
“Wahh aku sangat mengagumi ibu.”
“Aku pun juga. Aku sangat kagum dengannya.meski kak Adit bukan anak kandungnya selama kak Adit di rumah kami, Ibu tidak pernah sekalipun membeda-bedakan kami. Hah.. aku sering kesal dibuatnya. Karena ku rasa ibu
lebih menyayangi kak Adit. Tapi ibu selalu menasehatiku jika aku tidak boleh merasa iri pada kak Adit karena bagaimana pun juga kak Adit sedari kecil sudah kehilangan ibunya dan bahkan tidak di pedulikan oleh keluarga ibunya maupun ayahnya. Karena itu ibu ingin memberi kasih sayang agar kak Adit bisa tau seperti apa kasih sayang dari seorang ibu.”
“Waahh apa kak Adit menerima semua itu.”
“tentu bahkan kami sering disuapi makan bersama,liburan bersama, bahkan ibu pun membacakan dongeng untuk kami padahal kami sudah remaja saat itu.Dan aku ingat kak Adit sangat bahagia, bahkan kak Adit meminta ijin untuk memanggilnya ibu dan menganggapnya seperti ibunya sendiri. Tentu saja ibu sangat senang mendengar
hal itu. Namun Ayah saat mengetahui tentang kebenaran siapa sebenarnya orang tua kak Adit sebelumnya ayah justru ingin menjauhkan kami dari kak Adit.”
“Kenapa?? Bukankah kak Adit adalah anak penjaga salah satu rumah?”
“Pada awalnya itu yang ayah tahu tapi selang beberapa bulan kemudian ayah tahu siapa orang tua kak Adit sebenarnya. Aku masih mencari siapa orang yang memberitahu ayah tentang kak Adit . Karena orang
itulah yang mengakibatkan kecelakaan kami. Karena mobil yang kami tumpangi malam itu ternyata remnya blong..hingga kami pun kecelakaan diperbatasan kota.”
Varell tampak menitikkan air matanya yang sudah dia tahan selama dia bercerita tentang masa lalunya.Kenangan indah dan juga kenangan buruk yang Varell tak ingin ingat lagi kini kembali di biarkan terbuka.Kiara memeluk Varell dan mengusap punggung Varell dengan lembut. Yang membuat kenyamanan tersendiri untuk Varell.Meski matahari sudah panas dan terik namun karena pepohonan yang rindang di area pemakaman membuat terasa sejuk dan
damai.
“Apa kau sudah tenang.”ucap Kiara.
“Iya .. terimakasih..”ucap Varell
Kiara pun tersenyum dan memegang tangan Varell dengan lembut.
“Apa mau diteruskan lagi ceritanya?”
“Harus..aku ingin kita berbagi apa pun termasuk kenangan ku ini.... Dan sebenarnya Kak Adit adalah Adik laki-laki kandung Ayah ku.. dia paman termuda ku ...”
"Apa!!"
***Bersambung***
Guys maaf ya Author lama gak nulis karena lagi banyak kesibukan mohon di maklumi.. dan disela-sela kesibukan Authorr sempetin tulis cerita lanjutan. Jadiiiiiiiiiiiii........ jangan lupaaaaaa " LIKE " yaa.. jempol nya dipencet ya guys.. and kasih komen dong buat masukan Authorr.. okee
__ADS_1
thank you sudah mampir baca ...di tunggu chapter selanjutnya ya..