
“Tidak seharusya kita ikut campur, biar urusan pribadi mereka, mereka harus mengatasinya sendiri.. Kak..lebih baik kau jangan fikirkan masalah itu fokuslah pada kesehatanmu,Aku yakin Kak Adit sebenarnya tidak ingin menggantung perasaanmu, tunggulah sebentar lagi kak Adit pasti akan memberikan jawabanya.”ucap Kiara. Kembali menengangkan Nabila.
“Kapan?”tanya Nabila
“Sekarang.”
Tiba-tiba kak Adit sudah ada dibalik pintu.
“Sekarang aku akan menjwabnya .” ucap Adit.
Adit pun mendekati Nabila.Nabila dan Adit saling bertatap mata.Masih ada sedikit rasa ragu dihati Adit. Namun saat tengah mencari makanan tadi Adit terus memikirkan ucapan Nabila.Hingga akhirnya Adit memutuskan untuk bersikap dan berkata jujur tentang perasaannya.
"Kenapa kau hanya diam kak?"tanya Nabila.
"Aku hanya sedikit merasa apa aku benar-benar harus jujur padamu."
"Aku akan menerima apa pun jawaban kak Adit. Sekalipun kau tidak menyukaiku aku pun akan menerimanya."
"Hah..baiklah..Aku minta maaf Nabila. Sejujurnya aku masih belum merasa pantas denganmu.Aku mohon kau mengerti..Aku memang menyukaimu aku pun mencintaimu tapi aku belum bisa untuk menerima perasaanmu. Aku harus bisa menjadi lelaki yang kelak bisa kau banggakan dan kau handalkan. Dan kini aku rasa aku belum pantas dan masih belum cukup kuat untuk kau andalkan. Maka bisa kah kau memberiku waktu lagi agar aku bisa pantas bersanding denganmu." ucap Adit.
Nabila merasa air matanya kembali menetes. hanya mendengar pengakuan perasaan Adit hatinya sudah sangat luluh.meski kini dia masih harus menunggu namun jawaban Adit sudah membuat nya bahagia.
"Aku akan menunggu mu kak. Aku pasti akan menungumu.Terima kasih telah menerima perasaan ku dan mengatakan dengan jujur perasaanmu. Aku..Aku sungguh sangat bahagia."ucap Nabila yang kembali menangis.
Adit pun memberanikan diri mendekati Nabila dan memeluk Nabila.Nabila pun membalas peluk Adit. Nabila kini bisa bernafas lega karena dia kini yakin dia tidak akan pernah kehilangan laki-laki yang amat dia cintai.
***
Ting tong..
Terdengar suara bel pintu kamar. Membuat Varell dan Kiara saling bertatapan.
“Apa kau memesan sesuatu?” tanya Varell
“Tidak..”
Kiara pun melepas pelukan Varell.
“Aku akan melihat keluar. Kau tunggu saja aku disini.”ucap Kiara.
“Ok..”jawab Varell singkat sambil tersenyum lembut.
Kiara membuka pintu kamarnya dan saat terbuka begitu kagetnya Kiara saat melihat Vino tengah berdiri dan tersenyum sambil membawa bunga di depan pintu kamarnya.
"Apa yang kau lakukan?"tanya Kiara.
"Apa lagi bukankah aku ingin mengambil lagi hatimu."
"Kau sungguh tidak waras Vino. Pergilah sebelum Varell datang kemari.Aku tidak akan mengatakan pada Varell tentang apa yang kau lakukan sekarang"
"Kenapa? apa kau khawatir aku terluka?Aku tidak takut dengan Varell dan juga aku tidak sendiri kemari aku bersama Sarah.Entah apa yang ada dipikirannya dia terus mengikutiku. Aku hanya ingin memberikan bunga padamu dan mengatakannya aku tidak ingin kau salah paham dengan hubunganku. Kau tenang saja Kiara. Hatiku kini tidak akan goyah lagi .Aku tidak satu kamar dengan Sarah. Kamarku ada disamping kamarmu kau bisa memanggilku atau ke kamar ku jika kau berubah pikiran dan merindukanku."
"Hah.. lebih baik kau pergi dari sini sekarang Vino.Aku lelah aku tidak bisa meladenimu lagi." ucap Kiara yang kemudian langsung menutup pintu.
__ADS_1
Kiara masih berdiri di belakang pintu Kiara tak habis pikir dengan apa yang Vino kini lakukan.Bagaimana bisa Vino berubah 360 derajat. Sungguh aneh..
Ting tong
Suara bell kembali berbunyi Kiara pun langsung membuka dan ternyata masih saja Vino di depan pintu.
"Apa lagi?" tanya Kiara kesal.
"Kau setidaknya harus menerima bunga ini." ucap Vino sambil menyodorkan bunganya.
Kiara hanya menggeleng kepalanya dan langsung menutup lagi pintunya.
ting tong
tak lama bell kembali berbunyi Kiara sungguh kesal. Kiara pun langsung membuka pintunya.
"Stop Vino pergilah. Aku tidak akan menerima apa pun pemberianmu." ucap Kiara sepontan tanpa melihat orang didepannya.
"Dasar jalang.."
Kiara menatap orang didepannya yang ternyata Sarah dan bukan lagi Vino.
"Ternyata kau wanita murahan bisa-bisanya kau merayu Vino dengan berpura-pura jual mahal padanya. Aku tidak bisa tinggal diam aku akan memberimu pelajaran."
Sarah pun mendorong Kiara dengan keras.hingga kiara jatuh terduduk. dan Sarah pun menarik rambut Kiara hingga kiara mengerang kesakitan berusaha melepaskan tangan Sarah yang menarik rambutnya.
"Kau sudah menghancurkan Angel dan Audy sekarang kau menghancurkanku.kau sungguh wanita yang berbisa Kiara." ucap Sarah
Sarah pun jatuh tersungkur.
"Beraninya kau menyakiti istriku."
"Varell?kenapa kau bisa ada disini?Aku tadi melihat Vino yang kemari."ucap Sarah takut.
Varell membantu Kiara berdiri dan bertanya pada Kiara.
"Apa tadi Vino yang kemari?"
"Iya.."
"Apa yang dia lakukan ? kenapa dia kemari?" tanya Varell.
"Aku pun tidak mengerti apa yang Vino lakukan dan kenapa dia kemari." ucap Kiara.
"Hah dasar ular ternyata bisa juga ya kau bersandiwara seperti itu?" ucap Sarah.
Varell menatap marah ke arah Sarah. Dan itu membuat Sarah takut.
"Dimana dia sekarang?"
"Aku tidak tahu tapi tadi dia bilang kamarnya ada di sebelah kamar kita."
Varell pun keluar dan memencet tombol di kamar sebelah.
__ADS_1
"Varell?" ucap Vino.
"Apa yang kau lakukan disini?"ucap Varell dingin.
"Apa lagi .. tentu saja untuk bertemu Kiara. wanita yang seharusnya kini menjadi Istriku."Jawab vino santai.
"Vino!! apa artinya aku untukmu? bukankah kau masih menyukai ku karena itu kau mengajakku kemari?"ucap Sarah.
"Hah.. jangan terlalu berharap Sarah.. Aku tidak lagi mencintaimu. aku mengajakmu karena kurasa kau butuh liburan. Tapi kenapa bisa kau ada di kamar Kiara?"
Vino menatap Kiara yang nampak masih kesakitan karena apa yang sarah lakukan.
"Apa yang kau lakukan pada Kiara Sarah?"ucap Vino marah.
Varell merasa sangat jengkel dengan tingkah Vino.
"Hai brengsek.. Cukup sampai disini jangan lagi ganggu aku dan istriku. jika kau tetap menganggu kau akan tahu akibatnya."
"hah..Apa yang akan kau lakukan apa kau akan menarik semua aset ku?Aku tidak peduli Varell. Aku tidak peduli dengan hartamu. Aku hanya ingin wanita ku kembali."
bruuk
"Aaaahhh" Kiara dan sarah sama-sama berteriak.
Dengan keras Varell memukul Vino. Hingga Vino tersungkur dan terlihat dengan jelas ada darah di sela-sela bibir Vino.
"Vino!!" teriak sarah yang kemudian berlari ke arah Vino dan berusaha menolong Vino .
Namun Vino menangkis dengan kasar tangan Sarah.
"Dia bukan wanitamu. Sadarlah brengsek sampai mati pun aku tidak akan pernah membiarkan Kiara jatuh ditangan bajingan sepertimu."
"Kau lihat Kiara?? Kenapa kau masih mau dekat-dekat dengan lelaki kasar seperti dia" ucap Vino.
"Karena aku mencintainya." jawab Kiara.
"Hah .. Cinta..Aku pun mencintaimu Kiara." ucap Vino.
"Tapi aku tidak mencintaimu." jawab Kiara tanpa berfikir.
"Tau kah kau Kiara dia memiliki banyak topeng, Dia tidak memiliki hati nurani, mana mungkin dia tau akan Cinta. Dia hanya tahu semua masalah dapat diselesaikan dengan kekerasan. Bahkan dia pula yang telah mengancurkan Angel dan Audy tidak kah kau tahu."
"Aku tidak peduli. karena aku tahu VArell melakukan itu untuk ku dan untuk kebaikanku. Aku sudah cukup mengenal Varell kau tidak perlu ikut campur lagi di dalam rumah tanggaku." ucap Kiara yang kemudian menggandeng tangan Varell dan mengajaknya kembali masuk ke kamar.
"Kau akan menyesal Kiara dan kau akan kembali padaku. Akan ku pastikan kau tidak akan lagi bersama dengan Varell!! teiak Vino.
***bersambung***
Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis..
tinggal klik okee guys..
thank you sudah membaca "knocked my heart”
__ADS_1