knocked my heart

knocked my heart
Chapter 12


__ADS_3

**Aditya Risky**


"VARELLLL!!! " teriak seorang wanita.


Adit serasa mengenal suara itu namun dia tak bisa menoleh. Adit takut jika wanita itu adalah wanita yang selama ini ada dihatinya.


Varell pun menoleh.


"Siapa? "tanya Varell.


Varell melihat Bibi menyeret koper dan meletakkan di sebelah wanita itu dan langsung pergi ke dapur. Lalu wanita itu pun memeluk Varell, seketika Varell kaget dan langsung mendorongnya hingga jatuh tersungkur.


"Aaww sakit banget. dasar tembok!! "


Hampir saja Adit menoleh namun dia urungkan saat mendengar kata "tembok".


"Tembok?? "ucap Varell


Apa yang Adit pikirkan memang benar dia adalah Nabila Rahma putri teman Varell dulu. seseorang yang membuat Adit  mengerti akan cinta.Adit hanya diam mendengar kan percakapan Kiara, Varell, dan Nabila.


"Maaf sepertinya ada tamu.. aku sampai tidak menyadarinya. " ucap Nabila.


"Akh tidak kak. dia.. "


"Kiara.. " panggil Varell


Kiara pun menoleh.


"Apa..? "


"Lebih baik Nabila harus beristirahat dulu dia pasti lelah.. "


"Oh benar.. ayo kak. "


"Tidak Ki.. aku mohon padamu.. aku hanya ingin menyapa saja disini.. aku akan menginap di hotel malam ini dan besok pagi aku akan berangkat ke kota B. "


"Kenapa harus ke hotel. lebih baik disini saja. kakak pasti lelah." ucap Kiara.


"No.. Aku sebenarnya enggan harus tinggal bersama pasangan suami istri baru.. pasti bakal buat hidupku dilema.. " ucap Nabila.


" Tapi.. " ucap Kiara terputus.


"Please.. "


" Baiklah.. " ucap Kiara sedih.


"Lebih baik untuk sementara kau tinggal dengan sekretaris ku saja. " ucap Varell.


" VARELL!! " teriak Adit.


" Kenapa hari ini banyak sekali yang berteriak memanggil ku. "ucap Varell.


"Mana bisa laki-laki dewasa berada dalam satu atap dengan wanita." ucap Adit kesal.


Nabila masih terdiam dia merasa tak asing dengan suara itu.


"Kak Adit! " panggil Nabila yang kemudian mendekati Adit.


"Baik. aku akan tinggal bersama kak Adit. " ucap Nabila.


"Tapi... " kata-kata Adit terhenti Nabila memeluk Adit seketika ,Adit pun tak menepis ataupun menghindar dari pelukan Nabila.


Adit memang sangat merindukan wanita yang dicintainya ini. Namun dia tak pernah mau mengakui hal itu.


"kau tak bisa tinggal dengan ku Bil. "ucap Adit.


"Apa kau tidak merindukanku. "ucap Nabila.


"Eemmm kalau begitu aku titip kakak Nabila.. kak Adit. " Kiara pun meraih tangan Varell dan menariknya ke kamar.


"Apa kak Nabila menyukai kak Adit.? " tanya Kiara.


" Dulu Adit dan Nabila pernah saling suka.... "


Flshback


"Tembok..  Aku lama nih gak kerumah mu.. Aku kangen sama es doger buatan tante.. "ucap Nabila remaja saat SMP.


"Halah.. Alesan aja lo .. Ngomong aja lo mau cari alesan buat bolos les.. "ucap varell remaja.


Varell dan Nabila seumuran dan memang akrab karena orang tua mereka pun berteman akrab.


"Tembok..  Itu siapa? "tanya Nabila


"Oh itu kak Adit anaknya Pak Bambang dia yang jaga salah satu rumah milik ayah. Sekarang tinggal disini karena di beri beasiswa sekolah sama ayah.. "


"Waahh pasti dia pinter deh. "


"Tentu.. Aku juga banyak belajar sama kak Adit tiap kali aku dekat dengannya aku merasa nyaman dan terlindungi. "


"Kenalin dong kali aja bisa jadi gebetan. "


"Kakak gak akan mau sama anak ingusan kaya lo.. Muka bantal lagi. "


"Tapi kan aku cantik.. "


"Cantik palamu itu.. "


"Huft.. Dasar Tembok. "


"Asal lo taw kak Adit tuh populer di sekolah.. Selain ganteng dia juga pintar karena itu dia sangat populer."


"Yah lo bener banget.. Tapi wajahnya gak asing ya terasa familier. "


"Akh lo dasar liat cowo cakep ja langsung deh. "


"Haha.. Ha.. Ha..Ha lo cemburu? "


"Hidiihh ogaahh.. "


Varell pun berlari mendekati kak Adit.


"Kakak!! Panggil Varell.


Adit pun menoleh..


"Tuan Varell. "


"Kenapa masih tuan2. Sih.. "


"Karena tuan anak dari tuan besar"


"Hah.. "varell mendesah.


"Tembok tunggu dong.!"teriak Nabila


"Lelet !"ucap Varell. "ini Nabila kak teman sekolahku dari SD" ucap Varell.


Adit pun hanya mengangguk dan tersenyum..


Selama 4 tahun sebelum Nabila ke luar negeri dia sering datang ke rumah Varell. Hari demi hari bersama pun Nabila makin menyukai Adit. Namun sikap Adit sama seperti biasa. Dingin dan selalu cuek.  Hingga hari dimana Nabila harus pergi ke luar negeri.


"Kak Adit aku pamit aku akan tinggal di luar negeri hingga aku dewasa kelak dan mampu membuatmu jatuh cinta padaku.. Aku tidak akan kembali.. Jadi tolong beri aku kesempatan.. Tunggu lah aku..  Jika saat kita bertemu kau masih tidak mencintaiku.. Maka aku akan menyerah mencintaimu.. "


Isi pesan teks Nabila pada Adit.


Flashback off

__ADS_1


"Ohh jadi gitu.. " ucap Kiara.


"Aku rasa kita perlu membiarkan mereka bersama. " ucap Varell


"Apa kak Adit akan setuju. "


"Kenapa tidak.. Aku tahu kak Adit juga mencintai Nabila.. Tapi dia terlalu merendah dengan status sosialnya. "


"Maksudmu.. Kak Adit mencintai Nabila? bagaimana kamu tahu.?"


"Saat kak Adit membaca pesan Nabila.. Kak Adit bergegas ke bandara..Namun Nabila sudah berangkat."


"Lalu kamu membaca pesan itu dari mana.


"Aku melihatnya setip kali kak Adit memikirkan Nabila dia pasti membaca pesan itu. Aku sering melihatnya.. Makanya aku hafal dengan isinya. "


"Waahh... "


"Kenapa? "


"Apakah cintamu kepadaku seperti itu. " ucap Kiara tidak sadar


Kiara pun langsung membekap mulutnya..


'huuu dasar mulut bodoh.' umpat Kiara


"Kiara.. " panggil Varell


"Hemm. "


"Haruskah kita melakukan itu sekarang? "


"Apa? "tanya Kiara sambil menutupi tubuhnya dengan ke dua tangannya.


varell yang melihat ekspresi Kiara pun tertawa


"Hahahahaa.. Apa yang kamu pikirkan dasar!"


Kiara bingung dan malu.. Dia tak mengerti apa maksud Varell tadi.


Varell kembali merebahkan dirinya. Tangannya melambai kiara dan memberi isyarat agar Kiara pun ikut tidur di sampingnya.


"Huh.. Bukan kah tadi kita sudah bersiap akan tidur. " ucap Varell


"Iya benar.. Besok kita bekerja jadi harus tidur. "ucap Kiara.


"Hemmm.. "


Namun Kiara dan Varell tak kunjung tidur pikiran mereka entah menerawang kemana. Kiara pun menghadap tidurnya ke arah Varell.


" kau belum tidur?"ucap Kiara.


" kau juga?Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"tanya Varell.


"entahlah.. "


" Varell Ceritakan tentang mu kenapa Kak Nabila mengatakan kalau kau sebenarnya dari dulu sudah menyukaiku."


"Haruskah."


"Iya.. "


" saat SD aku memang belum pernah bertemu denganmu.Tapi Nabila sering bercerita tentang adik yang sangat disayanginya. dia bilang adiknya sangatlah manis dan cerdas. Dan saat SMP saat aku di rumah Nabila kita pertama kali bertemu ,saat aku bermain game di rumah Nabila aku selalu habiskan waktu main ku dengan Nabila dan disitulah awal kita bertemu saat aku main game, kau tak sengaja ikut gabung bermain saat itu kau sangat sangat kotor aku sampai menghindarimu sebenarnya wajar sih jika aku pikirkan sekarang untuk anak seusia kamu pasti lah kau suka bermain kotor dan banyak keringat."


"Benarkah? " tanya Kiara.


" itu yang kuingat terlalu berkesan karena itu aku mengingatnya lambat laun aku terbiasa denganmu Bahkan aku tertarik padamu. karena kau adalah seorang anak yang sangat ceria dan juga imut aku sering mengirim coklat untukmu lewat Nabila. " ucap Varell.


" Jadi kau yang selalu memberi coklat untukku?"tanya Kiara.


"Aku sungguh tak menyangka. " ucap Kiara.


Kiara pun tidur mendekat pada sisi Varell. Varell terkejut dengan gerakan Kiara.


" Jangan mengingat lagi luka yang menyakitkan mu Varell."


" aku memang tidak pernah lupa Kiara aku justru ingin terus mengingatnya agar aku bisa menghukum orang yang membuatku dan ibuku celaka bahkan merenggut ibuku."


" karena itu kau tidak ingin mengobati lukamu ini" ucap Kiara sambil memegang tangan Varell.


Varrel tertegun Kiara memang tidak pernah mempermasalahkan fisiknya namun Varell masih tetap tak menyangka jika Kiara memang benar-benar tulus terhadap ucapannya.


"Terimakasih Kiara untuk segalanya. " ucap Varell.


Varell pun meraih Kiara menariknya mendekat padanya.


Dag.. Dig.. Dug..


Jantung Kiara dan Varel berdetak dengan cepat. Varell mengarahkan tangan Kiara pada jantungnya yang sedang berdetak dengan kencang . Kiara pun tersenyum detak jantung Varell terasa hingga tangannya namun Kiara justru memajukan tubuhnya untuk mendengar detak jantung Varell dengan telinganya sendiri .Tubuh Varell terasa panas detak jantung makin cepat Varell pun melingkarkan tangannya pada tubuh Kiara.Tapi makin lama Varell menginginkan lebih.  Varell pun memposisikan tubuhnya agar sejajar dengan Kiara namun..


"Kiara.. "panggil Varell.


"Apa kau tidur? "tanya Varell.


Namun tak ada jawaban dari Kiara hanya terdengar dengkuran halus Kiara.


"Wanita ini memang benar-benar penjahat. Bisanya dia tidur pada saat seperti ini. " ucap Varell.


Varell membelai rambut Kiara dan mengecup keningnya.


"Aku akan melepaskanmu karena hari ini kau pasti terlalu lelah. " ucap Varell yang kemudian kembali memeluk tubuh Kiara.


Sejujurnya Kiara belumlah tidur terlelap. Sesaat tadi Kiara memang tertidur namun dia terbangun saat Varell mengecup keningnya, namun Kiara belum siap untuk melakukan hal yang lebih intim dengan varell. Dia masih belum mengerti dengan pasti tentang perasaannya.


***


Diruang keluarga setelah  Kiara dan Varell meninggalkan Adit dan Nabila.


"Kak Adit? "panggil Nabila.


"Kenapa kau sama sekali tidak berubah. "ucap Nabila.


Namun Adit hanya diam saja.  Adit tak mengatakan apapun . Adit pun melepas pelukan Nabila dan kemudian menarik Nabila dan juga koper Nabila keluar rumah Kiara . Adit pun membawa pergi Nabila dengan mobilnya Nabila sama sekali tidak bisa membaca Apa yang dipikirkan kan oleh Adit saat ini, dari raut wajah Adit sangatlah marah setelah cukup lama dalam perjalanan dan hanya bunyi mesin yang Nabila dengar. Mobil pun berhenti melaju Adit turun dari mobilnya dan membuka pintu mobil Nabila juga membuka bagasi mengeluarkan koper Nabila. Tangan Adit terus menggenggam Nabila hingga memasuki lift . Dan keluar dari lift Nabila pun hanya mengikuti kemana Adit membawanya . Tak lama Adit berhenti di depan pintu , dibukanya pintu itu tangan Adit masih menggenggam tangan Nabila dan menarik Nabila masuk begitu pintu dibuka.


"Ini Apartemen ku. "ucap Adit.


"Kau tidurlah disini.. aku akan tidur diapartemen Varell. "imbuh Adit


Adit pun melepaskan pegangan tangannya dan pergi keluar meninggalkan Nabila di apartemennya.


"Huh.. Kenapa dia masih dingin begitu Apa mungkin memang Adit tidak menyukaiku."ucap Nabila.


Adit masih berdiri di depan pintu .Dia memegang jantungnya dan jatuh terduduk di depan pintu apartemennya. Air mata menetes di pipinya sekian lama Adit sungguh merindukan wanita itu, Nabila namanya tak pernah terganti sedikitpun di dalam hatinya . Adit pun bangkit dari duduknya dan berjalan dengan lunglai ke arah apartemen Varell.


"Kak Adit!! " panggil Nabila.


Adit pun berhenti namun ia enggan menoleh kearah Nabila Adit takut jika dia tidak dapat mengendalikan dirinya.


" Maaf dan terimakasih" ucap Nabila yang kemudian masuk lagi ke apartemen Adit .


Adit pun kembali  melangkah dan masuk ke apartemen Varell.


Nabila memperhatikan kamar Adit dilihatnya seluruh ruangan di kamar Adit.


" Di sini kah kau tidur disini ... Kak Adit meski kau tidak ada disini namun jantungku tetap berdetak merasakan kau ada disini apa memang kau tidak mencintaiku Kak, meski sudah sangat lama aku tidak bisa melupakanmu mu."


ting.. tong..

__ADS_1


suara bel kamar adit, Nabila pun membuka pintunya ternyata Adit. Mereka bertatapan sesaat.


" Aku akan masuk sebentar ,aku hanya mengambil beberapa pakaianku saja untuk ganti."ucap Adit.


Adit pun masuk,Nabila hanya diam pun mengikuti Adit.


" kau bisa meletakkan barang barangmu di lemari ini."ucap Adit.


"Oke baiklah kak. "


Setelah selesai mengambil beberapa pakaian Adit pun akan keluar dari apartemen. Nabila masih mengikutinya namun tiba-tiba Adit berhenti di depan pintu.


" Tidurlah Kau pasti lelah setelah perjalanan."


Adit pun keluar meninggalkan Nabila yang masih berdiri mematung di dalam apartemen Adit.


***


Keesokan paginya...


Varell dan Kiara sedang bersiap ke kantor.


"Aku akan mengantarmu. " ucap Varell.


"Tidak Varell aku akan berangkat sendiri, Kau pun harus berangkat ke kantor jalan kita berlawanana.Dan juga pasti macet, karena itu lebih baik aku berangkat sendiri. "


Varell hanya diam.


"Apa salah aku mengantar mu Kiara? "ucap Varell dengan nada dinginnya.


Kiara menatap Varell yang raut mukanya telah berubah.


"Ok.. ayo kita berangkat. " ucap Kiara.


Selama perjalanan Varell hanya diam begitu pula Kiara. Tidak ada percakapan hangat seperti biasa.


"Terimakasih.. "ucap Kiara setelah mereka sampai di depan kantor Kiara.


"Aku akan menjemputmu nanti. " ucal Varell.


"Oke.. hati-hati dijalan. " ucap Kiara.


Varell pun melajukan mobilnya meninggalkan Kiara. Kiara pun melihat mobil yang dikendarai Varell hingga tak terlihat.


"Halo.. Namaku Kiara Dannisha. "


"Ooh iya halo saya adalah kepala editor Yohan  Dzikra.. panggil saja saya yohan. "


"Baik kepala editor Yohan. "


"Selamat bergabung dan selamat bekerja. "


"Baik.. mohon bimbingannya kepala editor yohan. "


Setelah memperkenalkan diri Kiara duduk dikursinya.


"Hai.. aku rini aku akan menjadi asisten editor  di tim 3..kita akan menjadi rekan. " ucap seorang wanita yang duduk di meja depan meja kerja Kiara.


"Ohh.. hai.. aku Kiara. "


"Hai.. anak baru jangan malas-malasan cepat copy dokumen ini. " ucap seorang wanita sambil menyodorkan setumpuk kertas pada Kiara.


Kiara pun menerima tumpukkan kertas itu.


"Ini... "ucapan Kiara terhenti.


"Huh.. dia adalah ketua editor tim pertama, semua anggotanya adalah pegawai tetap di perusahaan dan mereka suka membully orang baru bahkan editor tim tiga sebelumnya keluar gara-gara orang-orang dari tim pertama."


"Ooh.. benarkah? " ucap Kiara.


"Ku harap kau bisa bertahan Kiara editor tim 3 semangat. Oh iya karena kau masih baru masuk hari ini biar aku bantu dulu. " ucap Rini ramah.


"Terimakasih Rini. "


Meski Rini adalah pegawai lama dia tidak pernah membedakan orang baru atau lama.


Drrt.. drrt..


Handphone Kiara bergetar terlihat nama "Sarah"dilayar.


"Halo. "


"Kau ada dimana sekarang aku ingin bertemu. "ucap Sarah.


"Aku ada di kantor. " ucap Kiara.


"Oohh.. jadi kau bekerja sekarang.. ternyata diterima... "


tut.. tut..


Kiara  menutup teleponnya enggan untuk mendengar ucapan Sarah.


"Ketua tim editor tiga ayo kita makan. " ucap salah satu tim Kiara.


"Ooh baiklah. " ucap Kiara


Drrt.. drrt..


"Halo.. "ucap Kiara.


"Aku ada dilantai bawah kantormu. " ucap Varell.


tut.. tut.. tut..


'Ada apa lagi Varell ini. ' batin Kiara.


"Maaf semuanya ada temanku yang datang dan menunggu ku di bawah .Hari ini aku tidak bisa makan dengan kalian.maaf.."ucap Kiara.


"Ooh baiklah hati-hati ketua tim editor tiga. "


Kiara pun turun dan mencari Varell tak lama mobil Varell pun datang.


"Kiara.. masuklah.. "


Kiara pun masuk kedalam mobil.


"Kenapa kau kemari.. ini jam makan siang. "


"Maka dari itu aku menjemputmu untuk makan siang bersama. "ucap Varell.


"Oke tapi lain kali jangan lagi Varell. Dikantor belum ada yang tahu aku adalah istrimu. Aku takut jika mereka tahu aku istrimu mereka pasti akan mengira aku masuk dengan koneksi. "


"Jadi kau tidak senang aku mengajakmu makan siang? "tanya Varell kesal.


"Bukan begitu aku hanya tidak ingin orang-orang tahu aku adalah istrimu."


"Kau malu gara-gara aku adalah suamimu!"


" tadi aku sudah kasih tahu alasan ku kan Varel, akupun sudah berulang kali katakan padamu Aku tidak pernah malu."


Varell hanya diam.


"Turun!"ucap Varell


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis.. tinggal klik okee guys..

__ADS_1


thank you sudah membaca "knocked my heart"😘 kalo sempat kasih komennya..


__ADS_2