knocked my heart

knocked my heart
Chapter 29


__ADS_3

Betapa konyolnya Kiara. Varell melihat ke arah Kiara yang masih tertawa terbahak-bahak. Senyum mengambang di wajah Varell.  Setelah cukup lama mencari makanan untuk sarapan karena Kiara sangat pemilih dalam makanan akhirnya Varell sampai di tempat ke 8 mereka berkeliling makanan.


"Bukankah tadi kita juga sudah berhenti di warung nasi uduk disana dan kamu bilang kamu tidak mau makan nasi uduk. Tapi sekarang kamu minta makan disini yang menunya sama seperti tadi nasi uduk." ucap Varell merasa aneh dengan Kiara.


'Apa ini sisi lain Kiara?' pikir Varell.


"Entahlah tadi kurasa aku enggan makan nasi uduk tapi sekarang tiba-tiba aku ingin makan..hehe"


Varell hanya menggeleng kepalanya tak mengerti dengan tingkah Kiara yang tiba-tiba saja juga berubah ubah mode.Varell dan Kiara pun turun dan memesan makanan. Bahkan Kiara bisa makan dua porsi nasi uduk. dan itu membuat Varell benar-benar kaget karena porsi makan Kiara yang tiba-tiba meningkat.


"Aku sangat lapar.." ucap Kiara.


"Makanlah yang banyak"ucap Varell yang piringnya sudah kosong dan melihat ke arah Kiara yang tengah makan porsi ke duanya.


"Apa sangat enak" ucap Varell yang sangat senang dengan cara makan Kiara.


"Kenapa kau tertawa melihatku?"tanya Kiara yang tiba-tiba merasa risih dan jengkel terus diperhatikan Varell.


"Akhh.. aku hanya suka melihatmu makan banyak seperti itu."


Kiara langsung menghentikan makannya. dan berdiri dari duduknya lalu membayar makanan yang tadi dia makan.


Varell merasa aneh 'apa aku berkata salah.' pikir Varell bingung.


Varell pun mengikuti Kiara keluar namun dia dikagetkan oleh panggilan seseorang.


"Mas..mas.." panggil ibu pemilik warung pada Varell


Varell pun berhenti dan menoleh.


"Iya bu ada apa?"tanya Varrell.


"Masnya makan kok gak bayar?ganteng-ganteng kok ngutil sih mas." ucap si ibu sambil tersenyum.


"Lho..istri saya tadi belum bayar?"tanya Varell.


"Mbanya tadi bayar makanan yang mbanya makan mas..mas nya belum.! lhoo suami istri ya? saya kira masih pacaran mas.." ucap si ibu.


Varell menoleh ke arah Kiara yang nampak menahan senyum dari jauh.


"haha.." tawa Varell canggung.


"Istri saya lagi sensitif dia pasti ngerjain saya.. haha aneh banget dia hari ini tingkahnya gak seperti biasanya.. maaf ya bu." ucap Varell sambil menyerahkan uang lembaran merah.


"Wahh uangnya besar sekali bentar ya mas saya ambil kembalian."ucap si ibu yang kemudian pergi ke warung mengambil kembalian.


"Tidak usah kembali bu." teriak Varell.


"Ini terlalu banyak lho mas.." teriak si ibu balik.


"Ga apa bu.. kompensasi karena saya tadi lari tidak bayar." teriak Varell yang kemudian berlari kecil menuju mobilnya parkir.


"Ekhh mas.." teriak si ibu lagi.


Varell pun menghela napas panjang  berhenti dan berbalik ke arah ibu dengan senyum yang dipaksakan.


"Kali aja istrinya lagi hamil jadi bad mood.. saran saya segera di cek mas biar lebih hati- hati.. itu tips saya karena masnya sudah bayar kompensasi ke saya." teriak si ibu yang kemudian masuk lagi ke warungnya.


"Apa?apa yang ibu itu katakan?"ucap Varell lirih .


Varell pun melihat ke arah Kiara yang tampaknya sedang sibuk dengan handphonenya. Kakinya tiba-tiba lemas ada perasaan aneh yang bergejolak dihatinya.

__ADS_1


'Jika memang Kiara hamil..'pikir Varell


"Yeeyyy!! " teriak Varell sambil melompat ke girangan.


"Harus kah ku katakan pada Kiara?Ah.. lebih baik dipastikan saja dulu. jangan terlalu berharap dulu Varell" ucap Varell pada dirinya sendiri.


" Kiara.." panggil Varell


"hemm.."


"Dasar nakal.." ucap Varell sambil memeluk Kiara.


"Kamu dulu yang buat aku jengkel."ucap Kiara sambil menjulurkan lidahnya.


Varell dan Kiara pun masuk kemobil dan Varell mulai menjalankan mobilnya.Disepanjang jalan Varell hanya diam memikirkan perkataan si ibu penjual nasi uduk tadi. Ingin Varell bertanya tapi Varell takut Kiara akan kaget dan juga Varell takut jika itu hanya lah bualan si ibu penjual tadi.Varell memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa mengetahui dengan pasti apa Kiara hamil atau tidak sebelum dia yakin dan memberitahu Kiara.


"Apa kamu marah" ucap Kiara tiba-tiba.


"Hah.. kenapa? kenapa aku marah?" ucap Varell yang masih belum sepenuhnya sadar dengan pikirannya.


"Kau diam saja dari tadi.. apa kau kesal gara-gara aku tadi mengerjai mu ..apa kau marah.. beneran marah? " tanya Kiara yang nada suaranya juga berubah seakan Kiara pun marah.


"Akhh tidak..aku tidak marah.. kenapa aku harus marah pada wanita yang sangat manis ini.. hahahaa cute.. kau manis sekali Kiara.. aku tidak akan bisa marah padamu.. hahahaa" ucap Varell.


"Kau aneh Varell..aku rasa ada yang kau sembunyikan.."


"Hahahahaaa apa kini kau sedang bermain detektif dan pencuri?"


"Maksudnya ?"tanya Kiara tak mengerti.


"Jadi maksudmu kau menyindirku karena menjadikanmu pencuri tadi." ucap Kiara kesal..


"Hahahahaaa.... "Kiara dan Varell kembali tertawa.


"Kau sungguh konyol Varell" ucap Kiara.


Varell hanya tersenyum . Varell tidak berani menjawab Kiara. Varell takut jika jawabanya akan membuat Kiara salah arti lagi..


'Hah.. ini benar-benar aneh, Kiara yang ku kenal sepertinya berubah.. Wahh kenapa aku ke pikiran omongan si ibu penjual nasi uduk terus..' pikir Varell


***


Vino melihat Kiara dan Varell keluar dari hotel dia pun mengikuti mobil Varell dari jauh.


"Apa yang dia lakukan? jika mau mencari sarapan kenapa pindah tempat terus"ucap Vino yang terus mengikuti Varell dan Kiara.


Vino pun ikut berhenti saat mobil Varell akhirnya berhenti.


"Hah.. Orang kaya apa ini.. bagaimana bisa Kiara  dibawa makan di tempat seperti ini. Sungguh keterlaluan."


Vino pun ikut turun dan tidak lupa memakai topi dan duduk dikursi yang cukup jauh dari Varell dan Vino.


"Kenapa dengan Kiara? aku baru tahu ternyata Kiara sangat suka makan.Aku pasti akan lebih sering mengajakmu makan banyak Kiara ke tempat yang mewah dan enak bukan tempat seperti ini." ucap Vino lirih..


"Ehemm.." deheman si ibu pemilik warung.


"Heehee." tawa kecil Vino yang malu karena ucapannya ternyata didengar oleh si ibu.


'hah..dia sangat imut.. bodohnya aku baru menyadari sekarang.' batin Vino sambil terus memperhatikan Kiara.


"Loh kenapa Kiara pergi apa yang brengsek itu lakukan kenapa Kiara sangat marah." bisik Vino lirih.

__ADS_1


"Mas..mas.." panggil ibu pemilik warung pada Varell


"Iya bu ada apa?"tanya Varrell.


"Masnya makan kok gak bayar?ganteng-ganteng kok ngutil sih mas." ucap si ibu sambil tersenyum.


"Lho..istri saya tadi belum bayar?"tanya Varell.


"Mbanya tadi bayar makanan yang mbanya makan mas..mas nya belum.! lhoo suami istri ya? saya kira masih pacaran mas.." ucap si ibu.


"Hahahahahaaaaa......" Vino tertawa terbahak-bahak melihat adegan yang terjadi pada Varell


'Hah.. ini kah sisi lain Kiara kenapa aku tidak tahu.. manis sekali ternyata dia jahil' batin Vino


"Aku makin menginginkanmu Kiara..betapa konyolnya kamu Kiara..bisa membuat Varell seperti itu.Aku harus bisa mendapatkanmu." ucap Vino lirih


"Kali aja istrinya lagi hamil jadi bad mood.. saran saya segera di cek mas biar lebih hati- hati.. itu tips saya karena masnya sudah bayar kompensasi ke saya." teriak si ibu yang kemudian masuk lagi ke warungnya.


"Apa!!! " teriak Vino yang sontak langsung berdiri dan membuat para pengunjung pun ikut kaget.


Vino mendekati si ibu penjual.


"Tolong jangan sembarangan bicara bu. Kiara.. akh maksudku wanita tadi tidak mungkin hamil dan dengan lelaki cacat itu." ucap Vino


"Hah..maksudnya apa mas..ooh mbak sama mas yang tadi.. ya bisa aja dong hamil orang suami istri kok.. lha sampeyan itu siapa?"


"Saya calon suami wanita itu." ucap Vino


"Helah.. wanita jaman now ternyata si mbaknya..kirain laki-laki aja yang boleh punya istri lebih dari satu" ucap si ibu


Vino pun berjalan keluar bermaksud mengikuti Varell lagi.


"Lha..lha.. mase!! " teriak si ibu.


Vino pun menoleh pada si ibu penjual nasi uduk.


"Kenapa?" tanya Vino


"Kok ya mas yang tadi di ikutin sih. mau kasih kompenasi juga?" ucap si ibu.


"Apa maksudnya.."


"Lha.. mase belum bayar makannya juga kok."


"Hah.. saya gak ada uang kecil.. pake uang kembalian laki-laki tadi aja."


ucap Vino yang kemudian berlari kemobilnya dan tidak mendengarkan ocehan si ibu penjual nasi uduk.


"Lha.. yang satu suaminya ganteng tapi baik hati .. satunya calon suaminya ganteng juga tapi sayang pelit.. lha kok cari yang ke dua yang pelit yoo.. jiant memang anak-anak muda jaman now.. ra iso ngerti aku....." cerocos si ibu penjual nasi uduk.


"Aku gak percaya Kiara hamil..tapi meski hamil..aku tetap akan menerima selama wanita itu adalah Kiara." ucap Vino yang mengemudikan mobilnya dengan cepat agar bisa menyusul Varell.


"Kemana lagi dia akan membawa Kiara."


***bersambung***


Guys jangan lupa tekan jempol dibawah ya. Sebagai tanda apresiasi kalian terhadap penulis..


tinggal klik okee guys..


thank you ...sudah membaca "knocked my heart”

__ADS_1


__ADS_2